Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Barat dan Sekutunya yang Barbar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Oktober 2023 06:14 6:14 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Oktober 2023 07:30
Bagikan
Iraq hancur dibom dengan tuduhan menyimpan senjata pemusnah massal yang akhirnya hoaks, Presiden Bush tersenyum di kapal induk Abraham Lincoln, di lepas pantai California/Foto:Vincent Laforet/The New York Times
Bagikan

Amerika dan sekutunya telah membunuh lebih dari 70.000 orang di Afghanistan dan lebih 1 juta orang di Iraq, 2 juta lainnya gugur akibat dampak, sebuah aksi barbar tapi mereka selalu menyebut “cinta damai’   

Oleh: Dr. Javed Jamil

Hidayatullah.com | BAGI  Barat dan ‘Israel’, kekerasan apa pun yang dilakukan terhadap mereka adalah terorisme, yang patut mendapat kecaman tertinggi dan “jahat”. Namun kekerasan yang jauh lebih besar yang dilakukan oleh mereka adalah sebua “Kerusakan Tambahan”.

Bahkan menurut laporan website Jewish Virtual Library, sejak awal konflik Israel-Plaestina hingga tahun 2021, sekitar 24 ribu warga Israel/Yahudi dan sekitar 94000 warga Arab/Palestina telah terbunuh. Sumber lain menunjukkan perbedaan yang jauh lebih tinggi.

Padahal, orang-orang Yahudi lah yang merebut tanah Palestina dengan bantuan Amerika, Inggris, Prancis dan Jerman. Saat ini, bahkan media-media India dan Pemerintah menyebut Hamas sebagai “teroris”, bukan milisi kemerdekaan atau milis pembebasan.

Baca Juga

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari
Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat
Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI
Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

Sekalipun serangan terbaru mereka dianggap tidak manusiawi, hal ini merupakan respons terhadap tindakan tidak manusiawi yang jauh lebih besar yang terus dilakukan terhadap mereka selama lebih dari 70 tahun.

Saya percaya bahwa setiap kematian orang yang tidak bersalah harus dikutuk, tetapi marilah kita mengutuk setiap pihak sebanyak jumlah orang tak berdosa yang telah mereka bunuh.

Sekarang, datanglah ke Barat. Negara-negara Barat yang dipimpin oleh Amerika mengklaim dirinya sebagai “Dunia yang Beradab” hanya karena mereka telah mencapai keunggulan dalam teknologi dan kekuatan militer, dan melalui hal ini mereka berusaha untuk mendominasi seluruh dunia.

Namun kenyataannya mereka telah menggunakan perkembangan, kekuatan uang, dan kekuatan politik mereka untuk membawa kematian dan kehancuran di mana-mana.

Merekalah sebenarnya  pembunuh utama dalam dua perang dunia. Ketika peristiwa 9/11 terjadi, dalam waktu singkat mereka menggambarkannya sebagai aksi teror dengan bianganya bernama Al-Qaeda.

Orang-orang yang melakukan aksi tersebut, siapa pun mereka, tewas bersama pesawat. Orang yang dinyatakan bertanggung jawab atas hal ini tewas dalam serangan terisolasi 11 tahun kemudian di Pakistan.

Akibat serangan AS dan sekutunya di Iraq, lebih dari 1 juta orang tidak bersalah terbunuh/Foto:Joao Silva for The New York Times

Sementara itu, Amerika telah membunuh lebih dari 70.000 orang di Afghanistan dan lebih dari 1 juta orang di Iraq. 2 juta lainnya dikatakan tewas akibat dampak perang yang panjang.

Namun mereka semua adalah orang-orang yang tidak bersalah, dan Iraq sama sekali tidak ada kaitannya dengan peristiwa 9/11.

Bahkan klaim mengenai rencana nuklir yang disimpan Saddam Hussein di Iraq terbukti salah dan hoaks. Namun tetap saja, Amerika dan sekutunya akan terus merasa “beradab”.

Kelima negara adidaya tersebut sangat bertanggung jawab atas sebagian besar kematian akibat perang selama 120 tahun terakhir. Namun tetap saja bahasa mereka tanpa malu mengatakan “Cinta Damai”.

Tidak hanya di luar, negara-negara Barat juga penuh dengan kekerasan di dalam negeri. Negara-negara ini termasuk negara teratas dalam hal serangan mematikan, pemerkosaan, bunuh diri, dan aborsi karena pilihan.

Sistem keluarga benar-benar rusak, dan lebih dari separuh anak-anak dilahirkan di luar perkawinan dengan sebagian besar anak-anak tinggal dalam keluarga dengan orang tua tunggal.

Hal ini terjadi meskipun mereka mengalami kemajuan dalam ilmu pengetahuan dan teknologi serta infrastruktur kesehatan dan sistem hukum yang maju.

Bahkan di masa Pandemi Covid, Amerika menderita korban paling banyak, lebih dari 1 juta kematian. Peradaban yang apa ini?

Saai ini, orang yang barbar disebut “beradab”. Dunia yang “beradab” lebih tertarik pada pertumbuhan ekonomi dan kekuatan militer dibandingkan menyelamatkan nyawa masyarakat itu sendiri.

Dan hampir tidak ada bukti bahwa perilaku mereka akan berubah dalam waktu dekat, kecuali ada campur tangan kekuatan ilahi.

Apa yang akhirnya akan terjadi pada penjajahan ‘Israel’ di Palestina masih sulit diprediksi. Kita hanya bisa berharap, para penjahat menyadari kebodohan mereka dan kedamaian kembali bagi semua.*

Artikel dimuat di laman muslimmirror.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanAmerika SerikatBarbarberadabcinta damaiHAMASHeadlineiraqisraelpalestinaSekutu Amerikasenjata pemusnah massa
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Putra Jokowi, Gibran Rakabuming Resmi jadi Cawapres Pasangan Prabowo Subianto
Tulisan selanjutnya Miliki Sejarah Panjang, Pemerintah Minta Pemda Beri Perhatian Khusus Pondok Pesantren

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaGhazwul Fikr

SPI: Feminisme Hanya Melestarikan Konflik!

6 Mei 2026 12:55
Pustaka

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka

4 Mei 2026 11:13
Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Pustaka

Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah

22 April 2026 22:47
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?