Hidayatullah.com – Sejak dimulainya perlawanan Palestina pada 7 Oktober yang dipimpin oleh Brigade Al-Qassam Hamas kemudian serangan balasan Israel setelahnya, bermacam video serta dokumentasi mengejutkan bermunculan dari Gaza. Sebagian besar konten tersebut menunjukkan pasukan Israel melakukan genosida dan membantai anak-anak.
Semua konten video ini bebas disebarkan di aplikasi X, dulunya Twitter. Sang pemilik Elon Musk dihubungi jutaan kali oleh Zionis dan pendukung mereka di Barat untuk melarang dan menyensor akun-akun yang menunjukkan kebenaran kepada dunia.
Hal ini menyebabkan Zionis dan pendukung mereka benar-benar kehilangan kendali dalam ruang media dan penyebaran informasi. Lantas protes besar-besaran mendukung Palestina dan mengecam Zionis terjadi di seluruh dunia, dan mayoritas dunia mulai mengkritik pemerintah AS dan pengikutnya serta Israel, yang secara harfiah melakukan genosida dan pembantaian terhadap anak-anak tak berdosa.
X adalah sumber informasi tidak hanya bagi mereka yang menggunakan platform tersebut, tetapi hampir semua media di dunia mengambil informasi dari sini. Setelah situasi menjadi tidak terkendali dan Zionis melepaskan kendali, mereka beralih ke rencana B, yaitu menghancurkan X secara finansial.
Perusahaan-perusahaan terbesar yang beriklan di X mulai menarik diri dari platform tersebut. Puluhan perusahaan besar menstop iklan mereka di X lantaran Elon Musk dianggap mendukung postingan yang mengandung konten antisemit.
Deretan perusahaan tersebut diantaranya Apple, Disney, Warner Bros Discovery, Paramount Global, Lions Gate Entertainment, IBM hingga Oracle.
Pemilik SpaceX itu mencoba menstabilkan situasi dengan mengunjungi penjahat perang Netanyahu, tetapi semuanya berakhir sia-sia. Hingga akhirnya munculah wawancara CNBC. Di mana pewawancara bertanya kepada Elon Musk bagaimana dengan kunjungan “permintaan maaf” ke Israel, kritik terhadap dirinya dan para pengiklan yang menarik diri.
“Saya berharap mereka berhenti (beriklan),” jawabnya cepat. “Jika seseorang mencoba memeras saya dengan iklan, memeras saya dengan uang. Persetan dengan mereka. Apa itu jelas? Saya harap demikian,” lanjut Elon Musk dalam wawancara tersebut.
Tapi Elon Musk disebut memiliki rencana B. Dan itu adalah sistem pembayaran X, mirip dengan PayPal, yang telah menerima persetujuan di 50 negara. PayPal, yang juga dibuat oleh Elon dan merupakan perusahaan yang sangat sukses, kini mendapatkan saingan. Itulah mengapa Elon Musk menyuruh para sponsor untuk pergi dan mengatakan persetan dengan mereka.
Apa dampak dari semua ini? Pendukung Israel di Barat dan Zionis tidak akan bisa lagi sepenuhnya mengontrol ruang media. Dunia akan melihat lebih banyak lagi tentang kejahatan orang-orang tersebut dan tekanan akan semakin meningkat.
Mereka yang mendukung genosida Israel juga mendukung penghancuran X dan kebebasan berbicara.*