Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

KPK Sigap, Anies Baswedan Tetap Cool, dan Prasetyo Edi Cemas Bukan Alang Kepalang

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 17 Maret 2021 14:35 2:35 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 17 Maret 2021 14:35
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ady Amar

Hidayatullah.com | Pak Anies Baswedan, Gubernur DKI Jakarta, sikapnya tenang, cool, sebagaimana seperti biasanya, meski ada gonjang-ganjing korupsi BUMD milik Pemprov. Itu berkenaan dengan pembelian lahan oleh Perumda Sarana Jaya.

Saat penyelidikan komisi antirasuah, KPK, menggaruk Direktur Utama Perumda Sarana Jaya, Yoori C. Pinontoan, ditetapkan sebagai tersangka atas pembelian lahan tanah, untuk pembangunan rumah DP Nol Persen. Anies Baswedan langsung menonaktifkan yang bersangkutan.

Anies Baswedan diam seribu bahasa. Tidak ingin ikut campur dalam kerja KPK, apalagi menebar opini. Anies melakukan apa yang harus dilakukan. Setelah ditetapkan sebagai tersangka, maka tidak berlarut langsung yang bersangkutan di non aktifkan.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Baca:  Anies, Tito dan Negeri Prasangka

KPK menemukan kejanggalan atas pembelian lahan tersebut, dan menganggap terjadinya mark up. Maka KPK menelisik kemungkinan adanya hengki pengki pengaturan mark up itu, saat di pembahasan dengan Badan Anggaran (Banggar) DPRD Jakarta, yang kebetulan dijabat Ketua DPRD-nya, Prasetyo Edi Marsudi.

Karenanya, “sayup-sayup” disinyalir ada tangan Prasetyo Edi dalam memuluskan anggaran tersebut saat pembahasan dengan Banggar DPRD. Apakah Prasetyo Edi terlibat, belum pasti, dan kita nantikan lanjutan KPK meluaskan pemeriksaannya.

Tapi setidaknya menurut penelusuran Koran Tempo, Edisi 10 Maret, bahwa korupsi pembelian lahan DKI di Munjul-Pondok Ranggon, itu tak lepas dari proses penganggaran.

Masih menurut media yang sama, bahwa Ketua DPRD Jakarta, Prasetyo Edi Marsudi, disebut-sebut kerap menaikkan anggaran pembelian lahan. Bahkan, pembahasan anggaran kerap terjadi di luar forum pembahasan.

Baca: Anies Lagi-lagi Menyambar Lagi, Apa-apaan Ini

Menarik Pak Anies dalam Kasus Pembelian Lahan, Itu Terlalu Jauh

Harusnya Pak Prasetyo Edi, jika tidak terlibat sebaiknya bersikap tenang saja. Tidak perlu cemas bukan alang kepalang, dan lalu menarik-narik, bahwa Pak Anies Baswedan pasti terlibat. Jika merasa tidak terlibat dengan memuluskan ketok palu persetujuan mark up anggaran, sebagaimana disinyalir sebagai temuan KPK, kenapa mesti gelisah.

“Ketua Banggar hanya sekadar mengesahkan rancangan yang diajukan eksekutif,” kata Pak Prasetyo Edi. Tambahnya, “Saya gak ngerti. Fungsi saya hanya megang palu untuk mengesahkan anggaran yang dimintakan,” jelasnya.

Pak Prasetyo Edi mengatakan demikian, itu memang tidak salah. Tapi biarkan KPK yang bisa mengulik, apakah memuluskan anggaran Perumda Sarana Jaya, itu hal sewajarnya, atau atas “bantuannya”.

Soal kulik mengulik itu memang keahlian KPK, publik cuma diberi informasi yang sebenarnya dari temuan yang didapat. Dan dari temuan itu akan jelas keterlibatan para pihak atau sebaliknya.

Jadi sekali lagi, Pak Prasetyo Edi bersikaplah yang tenang, tidak perlu cemas dengan menebar opini seolah tidak terlibat, lalu menggeret Pak Anies Baswedan menjadi pihak yang terlibat.

Baca:  Anies Lepas Saham Perusahaan Bir, Itu Bukan Kaleng-kaleng

Tidak mesti jika ada korupsi di BUMD lantas Gubernur dianggap pasti tahu. Apakah juga sama jika terjadi korupsi di BUMN, lalu pasti Menteri BUMN ikut terlibat? Tidak juga, kan.

Menarik Gubernur Anies Baswedan pada persoalan korupsi di Perumda Sarana Jaya, itu terlalu jauh. Di atas Direksi ada Komisaris. Dan di atas Komisaris ada BP BUMD, lalu Sekda, dan baru Gubernur.

Bahkan korupsi yang dimainkan oleh Direktur Utama Perumda Sarana Jaya, Yoori C. Pinontoan (non aktif), bisa jadi tidak diketahui pihak Komisaris apalagi pihak-pihak di atasnya.

Sekali lagi, saran buat Pak Prasetyo Edi Marsudi, bersikaplah yang tenang dan tidak mengumbar pernyataan yang tidak semestinya, apalagi menggeret-geret pihak eksekutif, itu jika memang sebagai Ketua Banggar DPRD tidak terlibat.

KPK tidak mungkin salah menetapkan tersangka, pastilah sedikitnya dua alat bukti dipunya. Dan jika nantinya KPK memeriksa Pak Anies Baswedan, itu pun hal biasa, tentu belum tentu yang bersangkutan terlibat. Bisa jadi untuk mengulik informasi lebih dalam lagi. Biarkan semuanya mengalir lewat temuan-temuan KPK, dan yang terlibat korupsi pastilah akan tertekuk. (*)

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Baca Opini Ady Amar lainnya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Anies BawedanKorupsi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemalsuan Buku Nikah Waspada Pemalsuan Buku Nikah, Ini Cara Mengenali Yang Asli
Tulisan selanjutnya masjid vaksinasi covid-19 Punya Halaman Luas Jusuf Kalla Sarankan Masjid Jadi Tempat Vaksinasi Covid-19 Tingkat RT/RW

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Berita
3 Juni 2026 09:20
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?