Hidayatullah.com – Perang Badar menjadi bukti penting bahwa kekuatan pasukan dan jumlah petempur tidak berarti apa-apa dibandingkan keimanan dan keyakinan kepada Allah SWT. Pertempuran ajaib yang berlangsung di bulan suci Ramadhan itu menjadi sejarah penting umat Islam.
Berikut kami rangkum 10 fakta penting Perang Badar:
1. Terjadi di Bulan Ramadhan
Perang Badar menjadi salah satu peristiwa penting umat Islam yang terjadi di bulan Ramadhan. Pertempuran tersebut terjadi pada 17 Ramadhan 2 Hijriah atau 624 Masehi dan terjadi 2 tahun setelah Nabi Muhammad SAW hijrah dari Makkah ke Madinah.
2. Perang Pertama umat Islam
Perang Badar adalah perang besar pertama umat Islam melawan musuh selama kehidupan Rasulullah SAW. Bagaimanapun juga, tak banyak orang yang mengetahui bahwa terjadi 8 pertempuran yang dilakukan umat Islam sebelum Perang Badar.
3. Badar adalah Nama Sebuah Tempat
Badar terletak di sebelah barat daya Madinah. Daerah tersebut biasa digunakan sebagai titik pertemuan orang-orang yang datang dari Madinah dan kafilah menuju Makkah dari Suriah.
Badar, pada masa itu, digunakan sebagai tempat singgah dan pemberhentian kafilah agar unta mereka dapat minum air. Bahkan setiap tahunnya di Badar juga terdapat sebuah pasar.
4. Penyerangan Kafilah Quraisy
Setelah 13 tahun mengalami penindasan dari kaum Quraisy, Nabi Muhammad ﷺ dan kaum Muslimin hijrah dari Makkah ke Madinah.
Ketika kaum muslimin meninggalkan rumah mereka, kaum Quraisy mengambil semua harta benda yang ditinggalkan.
Abū Sufyān, salah satu pemimpin Quraisy, membawa harta tersebut ke Suriah. Dia membeli senjata dan barang-barang lainnya, yang ia rencanakan untuk menyerang kaum Muslimin.
Saat kaum Muslimin mendengar kabar kembali kafilah tersebut. Nabi Muhammad meminta kedua sahabatnya untuk mencari tahu informasi tentang kafilah Quraisy tersebut.
Kedua sahabat tersebut mengikuti instruksi dan sampai di sebuah lokasi bernama Alhawra. Ketika mereka melihat kafilah telah tiba di bawah pimpinan Abu Sufyan ibnu Harb, mereka bergegas kembali ke Madinah untuk memberitahukan kabar tersebut kepada Nabi Muhammad.
Ketika Nabi Muhammad akan berangkat ke Perang Badar, beliau singgah sebentar di Masjid Suqya dan menunaikan shalat setelah berwudhu dari sumur Suqya.
Baca juga: Strategi Bisnis Abdurrahman bin Auf, Crazy Rich Makkah
5. Umat Islam Kalah Jumlah
Nabi Muhammad SAW meminta umat Islam untuk mencegat kafilah tersebut. Pasukan umat Islam berjumlah 300 orang (angka perkiraannya antara 313 dan 317 orang). Ini adalah fakta yang patut dicatat bahwa dalam Perang Badar, umat Islam hanya memiliki 2 kuda dan 70 unta. Pasukan tersebut terdiri dari orang-orang dari kaum Muhajirin dan Anshar.
Kaum Muhajirin berjumlah 86 orang, sementara sisanya adalah pendukung dari suku-suku bernama Awas dan Khazraj.
6. Umat Islam Tak Siap Perang
Ini juga merupakan fakta yang kurang diketahui tentang perang Badar bahwa umat Islam tidak siap untuk berperang. Mereka akan menyerang kafilah dagang Quraisy yang tidak membutuhkan pasukan yang besar.
Pasukan Muslim dibagi menjadi dua oleh Nabi Muhammad. Kelompok pertama adalah kaum Muhajirin yang dipimpin oleh Hazrat Ali RA dan kelompok kedua adalah para pendukung yang dipimpin oleh Saad bin Muadh.
Kedua kelompok tersebut berangkat dari Madinah dan sampai di Safra. Nabi Muhammad mengutus dua orang sahabatnya untuk mencari informasi tentang musuh. Namun, Abu Sufyan mencapai Makkah dengan selamat bersama kafilahnya.
Dia telah mengubah rute dan meminta bantuan ke Makkah. Suku Quraisy, atas panggilan Abu Sufyan, menyiapkan pasukan yang terdiri dari 1300 orang, 100 kuda, dan sejumlah besar unta. Abu Jahal memimpin pasukan tersebut.
7. Abu Jahal Jadi Pemimpin Pasukan Quraisy
Fakta lain yang kurang diketahui tentang Perang Badar adalah bahwa bahkan kaum Quraisy tidak ingin berperang. Abu Sufyan mengirim pesan bahwa kafilahnya telah kembali dengan selamat, namun Abu Jahal tidak mengajak pasukannya kembali.
Suku Bani Zahrah menolak untuk mematuhinya dan 300 orang dari suku tersebut pergi. Sisanya, 1000 orang, termotivasi untuk berperang.
Suku Bani Hasyim ingin kembali karena mereka tidak ingin menjadi bagian dari perang yang tidak perlu, namun mereka tidak diberi izin oleh Abu Jahal dan tetap bersama pasukan Quraisy.
Pasukan tersebut sampai di bukit Adwa’. Bukit ini berbatasan dengan Lembah Badar.
8. Berita Kemenangan dari Allah
Banyak Muslim tidak mengetahui fakta bahwa Allah SWT mewahyukan kepada Nabi Muhammad bahwa kaum Muslimin akan muncul sebagai pemenang dalam Perang Badar.
Hal ini memberikan kekuatan kepada pasukan Muslim yang jumlahnya sedikit. Kemudian Nabi Muhammad menyampaikan berita bahwa Allah telah menjanjikan kemenangan bagi mereka.
Ketika suku Quraisy datang dengan pasukan yang besar, Allah SWT meyakinkan Nabi Muhammad bahwa hati orang-orang kafir akan dipenuhi rasa takut dan Allah akan menolong kaum Muslimin dengan mengirimkan ribuan malaikat.
9. Duel
Perang memanas ketika kaum Quraisy kalah dalam duel pedang. Tiga orang bangsawan Quraisy yang bernama Utbah bin Rabiah, Shaibah dan Al Walib bin Utbah kalah dalam duel pedang di tangan Hamzah RA, Ali RA, dan Ubaidah bin Harits RA.
10. Kemenangan Umat Islam
Pasukan Quraisy yang berjumlah 1000 orang tidak mampu mengalahkan pasukan Muslimin berjumlah 300 orang. Ini semua karena pertolongan Allah. Pasukan malaikat, iman yang kuat dan tahun-tahun yang penuh kesulitan membuka jalan menuju kemenangan.
Sekitar 70 pejuang Quraisy terbaik termasuk Abu Jahal, Umayyah bin Khalaf, Al-As bin Al-Mughira dan Abu Albahtari bin Hisyam terbunuh dalam perang tersebut.
70 orang lainnya dibawa oleh Muslim sebagai tawanan perang. 14 orang dari kaum Muslimin Syahid dalam perang tersebut. Kaum Muslimin keluar sebagai pemenang dalam perang yang merupakan sebuah keajaiban.
Ke-14 Sahabat Rasulullah SAW tersebut ialah:
-Umar bin Abi Waqas
-Safwan bin Wahb
-Dhu-Shimalayn bin ‘Abdi
-Mihja bin Salih
-Aqil bin al-Bukayr
-Ubaydah bin al-Harith
-Sa’ad bin Khaythama
-Mubashir bin Abdul Mundhir
-Harithat bin Suraqah
-Rafi bin Mu’ala
-Umayr bin Humam
-Yazid bin al-Harith
-Mu’awidh bin al-Harith
-Awf bin Al-Harith
Baca juga: Syeikh Ramadhan Al-Buthi: Ramadhan adalah Bulan Al-Quran