Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

5 Momen Penting Redaksi Majalah Suara Hidayatullah yang Dipamerkan di Milad ke-37

Dalam rangkaian Milad ke-37 yang digelar di Kantor Redaksi Surabaya, panitia memamerkan sejumlah momen penting dalam sejarah redaksi, termasuk saat didatangi oleh perwakilan Kedubes Amerika Serikat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 31 Mei 2025 17:50 5:50 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2025 18:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com – Tiga dekade lebih bukanlah perjalanan pendek bagi sebuah media dakwah. Sejak pertama kali terbit pada Mei 1988, Majalah Suara Hidayatullah terus bertahan sebagai salah satu media dakwah umat Islam di Indonesia.

Dalam rangkaian Milad ke-37 yang digelar di Kantor Redaksi Surabaya, panitia turut menyoroti sejumlah momen penting dalam sejarah redaksi. Perjalanan ini tidak hanya mencerminkan dinamika dakwah media, tetapi juga ketekunan dalam menjaga idealisme di tengah tantangan zaman.

Berikut lima momen penting redaksi Majalah Sahid selama 37 tahun perjalanan:

  1. Komputer Desktop Pertama Majalah Suara Hidayatullah (Akhir 1988)

Masih menggunakan sistem operasi DOS, MS Word, dan Lotus 123—lengkap dengan disket keplek dan bunyi kriyek-kriyek khasnya. Foto Dzikrullah WP dan BM Wibowo diambil di Kamar 3—bekas kamar tidur santri-mahasiswa yang diubah menjadi ruang kerja satu-satunya yang ber-AC. Di sinilah para redaksi “ngadem” sepulang kuliah atau tugas luar. Lokasinya: Markaz Pesantren Hidayatullah yang masih mengontrak di Jl. Gebang Lor No. 49, Sukolilo, dekat ITS. Rumah perjuangan para aktivis mahasiswa perintis Hidayatullah Surabaya, yang kelak menyebarkan dakwah hingga ke Jawa, Bali, Nusa Tenggara, dan Timor Timur.

  1. Wartawan Suara Hidayatullah Ditembak Tentara Zionis di Mavi Marmara (2010)

Surya Fachrizal, wartawan Suara Hidayatullah, menjadi korban dalam insiden penyerangan kapal aktivis Mavi Marmara oleh tentara “Israel” di Laut Tengah, 31 Mei 2010. Ia ditembak di bagian perut dan kehilangan banyak darah. Surya harus menjalani operasi besar, namun akhirnya berhasil diselamatkan. Ia bergabung dalam misi kemanusiaan ke Gaza bersama ratusan relawan dari berbagai negara, termasuk 12 warga negara Indonesia.

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  1. Berkali-kali Menolak Undangan Kedubes Amerika ke Negeri Mereka (2012)

Majalah Hidayatullah dua kali didatangi Sekretaris Pertama Kedutaan Besar Amerika Serikat yang membawa undangan resmi untuk berkunjung ke negeri mereka. Kunjungan dalam foto di atas terjadi pada Februari 2012, di tengah maraknya kasus penistaan terhadap al-Qur’an di AS. Saat itu, redaksi menyatakan akan mempertimbangkan undangan tersebut hanya jika pemerintah AS menghukum pelaku penistaan itu. Tentu, mereka menolak—dengan alasan kebebasan berekspresi. Maka kami pun menolak hadir memenuhi undangan tersebut.

4. Hidayatullah.com, Pelopor Media Islam Digital di Indonesia (1996)

Majalah Suara Hidayatullah menjadi media Islam Indonesia pertama yang memiliki situs web, www.hidayatullah.com, sejak 7 September 1996. Website ini dibangun lewat kolaborasi unik antara Purnomo (bagian keuangan Sahid) dan Fitto Alamsyah, mahasiswa IT di Universitas Newcastle, Inggris. Hidayatullah.com menjadi pelopor media online Indonesia—bahkan hadir lebih awal dari Detik.com yang baru muncul tahun 1998.

5. Jurnalis Indonesia Pertama yang Berhasil Wawancarai Pemimpin Tertinggi Hamas (2006)

Pada September 2006, wartawan dan kontributor Majalah Hidayatullah, Dzikrullah W Pramudya, bersama istrinya, Santi W Soekanto—saat itu Pemimpin Redaksi Majalah Alia—berhasil mewawancarai Khalid Misyal, pemimpin tertinggi Hamas pasca Syaikh Ahmad Yassin dan Dr Abdul Aziz ar-Rantisi. “Kami wartawan pertama dari Indonesia yang mewawancarainya,” ujar Dzikru. Wawancara ini baru terwujud setelah tiga pekan dan proses screening ketat oleh pengawal pribadi Khalid. Mengingat Khalid adalah target utama penjajah “Israel”, upaya ini tentu bukan perkara mudah.

Selain lima momen di atas, pameran juga menampilkan cover-cover monumental, infografis perjalanan redaksi, foto-foto lawas, serta kaleidoskop sejarah Majalah yang kerap disebut “Sahid” ini.

Majalah Suara Hidayatullah hadir pertama kali pada Mei 1988 dan kini memasuki usia ke-37. Ia tetap eksis sebagai bacaan alternatif umat—tidak hanya bertahan, tetapi terus melanjutkan sejarah dakwah dan jurnalisme Islam di Indonesia.

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMajalah Suara HidayatullahMilad 37 Suara HidayatullahPilihan RedaksiSahidSuara Hidayatullah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya 10 Cover Ikonik Majalah Suara Hidayatullah yang Dipamerkan di Milad ke-37
Tulisan selanjutnya Terus Tangguhkan Rute dari dan ke ‘Israel’, Maskapai Ryanair: Kesabaran Kami Habis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya

Berita
17 Juli 2026 15:23
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?