Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

5 Alasan Mengapa Perlu Mengantar Anak ke Pondok Pesantren

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 September 2024 12:44 12:44 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 19 September 2024 22:27
Bagikan
Bagikan

Di Pondok Pesantren/Dayah anak-anak latihan disiplin dan bangun Subuh, hal sangat penting bagi generasi muda Islam saat ini

oleh: Dr. Teuku Zulkhairi

Hidayatullah.com | MARAKNYA berbagai kasus sosial yang mencemaskan para orang tua selama 10 tahun terakhir ini telah menjadikan saya memastikan bahwa pendidikan terbaik saat ini adalah pondok pesantren. Terlepas masih ada pondok pesantren yang punya kasus-kasus kurang baik akhir-akhir ini.

Alasan Pertama

Karena kita harus menanamkan akidah dan akhlak yang kuat kepada mereka. Serta ilmu syari’ah agar mereka bisa beribadah secara betul.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Akidah yang kuat, akhlak yang terpuji dan pengetahuan yang memadai tentang ilmu syari’ah itu akan menjadi modal yang paling mereka butuhkan dalam hidup mereka ke depan, sebelum mereka menjadi pengusaha, dokter, politisi, petani, nelayan, pedagang atau profesi apapun lainnya.

Jadi kurang tepat kalau ada yang beralasan tidak bawa anak ke Pondok Pesantren/Dayah karena mau dididik anaknya jadi pengusaha, pedagang, dokter dan profesi lainnya agar bisa punya uang untuk bantu perjuangan Islam, sedekah ke ulama, masjid, pesantren dan sebagainya.

Belajar di Pondok Pesantren/Dayah adalah kebutuhan asasi, mendasar bagi seorang anak muslim.
Karena apa yang diajarkan di Pondok Pesantren/Dayah adalah dasar-dasar kebutuhannya sebagai muslim sebelum dia menjadi seseorang dalam profesi apapun, sebelum ia menjadi politisi, pedagang, pengusaha dan sebagainya.

Kalau kemudian dia jadi pengusaha, politisi, pegawai, advokat dan sebagainya, maka harapannya profesi-profesi itu bisa mengantarkannya kepada sukses di dunia hingga akhirat. Bukan hanya sukses dunia saja ya.

Itu sebenarnya tujuan utama belajar di Pondok Pesantren/Dayah. Kalau ada yang kemudian menjadi ulama maka itu adalah bonus, suatu bonus yang juga sebagai sebuah tuntutan dan harapan.

Maksudnya, belajar di Pondok Pesantren/Dayah itu dibutuhkan oleh setiap anak muslim. Jadi ulama memang tidak mungkin bisa semua, tergantung takdir Allah, do’a orang tua dan guru-guru-nya.

Alasan Kedua

Kita semua belum tentu sanggup 24 jam mendidik mereka. Di rumah kita punya keterbatasan waktu untuk mendidik di tengah berbagai kesibukan.

Jadi membawa anak ke Pondok Pesantren/Dayah adalah pilihan terbaik.

Alasan Ketiga

Kita perlu menanamkan kedisiplinan kepada anak-anak kita. Dan di Pondok Pesantren/Dayah setiap santri akan diajarkan kedisiplinan tingkat sangat tinggi.

Ia akan diatur waktunya setiap menitnya menjadi berguna untuk dunia dan akhirat. Setiap menit di Pondok Pesantren/Dayah itu adalah waktu-waktu emas dalam kehidupan seorang santri.

Mereka diatur ketat waktu shalatnya, waktu istirahatnya, waktu belajarnya dan termasuk waktu untuk main-main atau olahraga. Kedisiplinan ini adalah modal penting lainnya dalam bagaimana seorang santri bisa sukses hidupnya di masa depan.

Tidak mungkin sukses seorang anak yang malas bangun tidur. Kata Ibu saya dulu yang walaupun dengan bahasa agak kasar: “Meunyo Aneuk meutuwah Hana susah bak ga jaga. Meunyo Aneuk paleh, bak ji eh han item jaga”. (Kalau anak baik/sholih maka nggak sulit dijaga. Kalau anak nggak baik, sulit bangun Subuh).

Maksudnya anak yang bakal gagal di masa depannya itu akan ditandai ketika ia malas bangun sebelum Subuh. Kalau bangun Subuh malas maka ia tentu akan Subuh kesiangan atau bahkan tidak shalat Subuh.

Kalau bangun kesiangan maka : “raseuki ka di kireuh le manok” (Kalau telat bangun pagi maka rizki kita akan diambil ayam) kata Ibu saya dulu.

Jadi, latihan kedisiplinan di Pondok Pesantren/Dayah itu, seperti latihan bangun sebelum Subuh itu sangat perlu bagi seorang generasi muda Islam.

Anda jangan berharap itu bisa sukses sepenuhnya dilakukan di rumah kita masing-masing. Syukurlah jika Anda adalah ayah yang sering jama’ah ke masjid dan mau membangunkan anak anda untuk sama-sama pergi shalat Subuh ke masjid.

Tapi yang umumnya terjadi tidak begitu. Seorang ayah sekalipun akan sulit sukses mengerjakan pekerjaan ini. Buktinya ya lihat saja sendiri beberapa banyak yang mau melakukan pekerjaan penting tersebut dalam mendidik kedisiplinan ini, bangun sebelum Subuh.

Di Pondok Pesantren/Dayah anak kita akan dididik untuk bangun sebelum Subuh dan hal itu diharapkan akan menjadi kebiasaan di masa depan mereka.

Alasan Keempat

Kita perlu arahkan anak-anak kita untuk mencintai ilmu. Imam Syafi’i mengatakan: “Siapa yang ingin bahagia di dunia, maka dengan ilmu. Siapa yang ingin bahagia di akhirat, maka dengan ilmu. Dan siapa yang ingin bahagia di dunia dan akhirat, maka (juga) dengan ilmu.”

Dengan belajar di Pondok Pesantren/Dayah, selain mereka akan berada dalam perjuangan menuntut ilmu sebagai suatu posisi yang sangat mulia dalam Islam, sangat mulai disisi Allah dan RasulNya, para santri/anak-anak kita juga akan memahami keagungan dan kekayaan warisan Turast peninggalan kejayaan Islam di masa lampau.

Jadi…

Selain Mereka akan lebih akrab dengan Al-Qur’an dan hadits, mereka juga akan mengenal dan memahami warisan Turast dalam sejarah Islam yang sangat bernilai.

Mereka akan memahami bagaimana para ulama terdahulu merawat tradisi ilmu dalam turast yang menjadi fondasi kejayaan umat Islam di masa silam.

Alasan Kelima

Mencegah anak-anak kita dari kecanduan Android dan serta menjauhkan mereka dari ancaman sabu-sabu dan obat terlarang lainnya. Banyak sekali anak-anak remaja Aceh hancur oleh dua racun ini; Hp dan sabu-sabu/Narkoba.

Lihat sendiri sekarang banyak anak-anak remaja yang jadi korban sabu-sabu. Bahkan yang sudah pada nyantri juga ada yang kena. Apalagi jika tidak nyantri.

Banyak juga anak-anak dan remaja di Aceh yang jadi korban sabu-sabu/Narkoba. Jadi anggota gank motor dan sebagainya.*

Penulis ayah dari enam anak, tinggal di Aceh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:bangun subuhDayahgenerasi muda IslamHeadlinemondokPilihan RedaksiPondok Pesantrensantri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hacker Bocorkan Data Pribadi Menkominfo, Presiden Jokowi Minta Pejabat segera Evaluasi
Tulisan selanjutnya 4 Negara Ini Terseret Kasus Ledakan Pager di Lebanon

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir

Berita
2 Juli 2026 21:51
Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
Teladan Jusuf Wibisono : Pejabat Masyumi yang Berintegritas Tinggi
Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
Jeritan Seorang Homoseksual dan Solusi Drs. Faruq Nasution

Terbaru

  • Kloter Terakhir Jamaah Indonesia Tiba di Tanah Air, Operasional Haji 2026 Berakhir
  • Hamas Berharap Pasukan Internasional Jadi Penghalang Pelanggaran ‘Israel’ di Gaza
  • Aksi-Aksi Suporter Bola Dukung Palestina di Piala Dunia 2026
  • Akui Gagal Gulingkan Hamas, Netanyahu Siapkan “Migrasi Sukarela” bagi Penduduk Gaza
  • Rusia Sempat Dituduh, Pipa Gas Nord Stream Ternyata Disabotase Tentara Ukraina
  • Helikopter Mendarat Darurat di Laut Arab Satu Tentara Amerika Hilang
  • Membangun Peradaban dari Rumah: Ketahanan Keluarga sebagai Jalan Kebangkitan Umat
  • Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
  • MUI Perjuangkan Akses Hunian Layak bagi Dai dan Guru Ngaji
  • Tangis Perempuan Guangzhou: Ketika Pasar Jodoh China jadi Cermin Krisis Sosial

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Di Bawah Teduh Tauhid Rahamutiyah: Sebuah Obituari

24 Mei 2026 12:12
Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

20 Mei 2026 15:30
Artikel

Tolak Penyembelihan Dam Haji di Indonesia, Begini Fatwa MUI

14 Mei 2026 05:00
Artikel

Mengelola Ikhtilaf: Menjaga Ukhuwah di Tengah Perbedaan

13 Mei 2026 11:22
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?