Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Darimana Akar Asli Budaya Indonesia?

Ahmad
Terakhir diupdate: 28 November 2024 08:09 8:09 am
Ahmad
Dipublikasikan 28 November 2024 08:30
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Apakah orang Indonesia juga merupakan keturunan Nabi Adam atau hominid?  Yang pasti,  kata “asli” itu pun bukan “asli Indonesia”, tapi kosa kata impor dari Arab

Oleh: Dr. Adian Husaini

Hidayatullah.com | PENDETA Eka Darmaputera, dalam bukunya, Pancasila: Identitas dan Modernitas (Jakarta: Badan Penerbit Kristen Gunung Mulia, 1997), menyebut ada tiga lapis budaya di Indonesia, yaitu Indonesia asli, India, dan Islam. Tentang lapis budaya asli Indoenesia, Eka menyimpulkan:

“Lapisan asli Indonesia merupakan sesuatu yang amat sulit, bila tidak dapat dikatakan mustahil, untuk dijabarkan dengan lengkap dan pasti. Kesepakatan yang ada ialah, bahwa sebelum datangnya peradaban India ke Indonesia, ia telah mencapai tingkat kebudayaan yang relatif tinggi dan berakar cukup dalam. Secara umum, lapisan ini dapat digambarkan sebagai berikut: dasar peradabannya adalah pertanian (sawah dan ladang); struktur sosialnya adalah desa; kepercayaan agamaniahnya adalah animisme; …” 

Teori tentang lapis budaya diungkapkan oleh sebagian kalangan untuk mengklaim bahwa ada suatu budaya asli Indonesia yang tinggi, sebelum kedatangan agama-agama ”impor”, seperti Hindu, Budha, Islam, Kristen Protestan, Katolik, dan Konghucu. 

Sebagian yang mengaku pengikut agama lokal, menggugat: mengapa yang diakui di Indonesia, adalah agama impor semua!

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Ada juga yang mengklaim, bahwa Pancasila adalah produk asli Indonesia, karena digali dari bumi Indonesia sendiri. Sebelum datangnya Hindu, Budha, Islam, Kristen dan lain-lain, katanya, di Indonesia, sudah ada peradaban tersendiri. Apa itu peradaban asli Indonesia? Wallahu a’lam.

Upaya untuk mencari yang asli Indonesia tidaklah mudah. Bahkan, patut dipertanyakan, apakah orang Indonesia itu asli hasil penyempurnaan makhluk sejenis kera asli Indonesia (hominid).

Atau,  apakah orang Indonesia juga merupakan keturunan Nabi Adam?  Yang pasti,  kata “asli” itu pun bukan “asli Indonesia”; melainkan kosa kata impor dari bahasa Arab. Jadi, siapa dan apa yang asli Indonesia?

Pujangga dan filosof Sutan Takdir Alisyahbana (STA), dalam artikelnya yang  bertajuk ”Menuju Masyarakat dan Kebudayaan Baru”, di Majalah Pujangga Baru (1935), mengajak masyarakat untuk meninggalkan zaman prae-Indonesia yang disebutnya sebagai ”zaman jahiliyah Indonesia”. 

”Indonesia yang dicita-citakan oleh generasi baru bukan sambungan Mataram, bukan sambungan kerajaan Banten, bukan kerajaan Minangkabau atau Banjarmasin. Menurut susunan pikiran ini, maka kebudayaan Indonesia pun tiadalah mungkin sambungan kebudayaan Jawa, sambungan kebudayaan Melayu, sambungan kebudayaan Sunda atau kebudayaan yang lain. Pekerjaan Indonesia muda bukanlah restaureeren Borobudur dan Prambanan...” (Sutan Takdir Alisyahbana, Majalah Pujangga Baru)

Menurut STA, Indonesia baru harus sejajar dengan negeri-negeri terkemuka di dunia. ”Bukan Indonesia musium barang kuno,” tegasnya. Untuk itu ia berseru: ”Dan sekarang ini tiba waktunya kita mengarahkan mata kita ke Barat,” imbau STA. (Lihat buku Polemik Kebudayaan, (Jakarta: Pustaka Jaya, 1977).

Tentu saja ajakan STA mendapatkan tanggapan kritis dari berbagai pihak. Sebab, peradaban Barat kini terbukti menemui jalan buntu dan menuju pada kematian. John Mohawk, dalam buku ringkasnya, A Basic Call to Consciousness: Indigenous People’s Address to the Western World, (Penang: Citizens International, 2002), menulis:  “Today the species of Man is facing a question of the very survival of the species. The way of life known as Western Civilization is on a death path on which their own culture has no viable answers.”

Tapi, apa pun ceritanya, Indonesia kini menjadi negeri muslim terbesar di dunia. Pembukaan UUD 1945 menegaskan, Tuhan yang diakui telah menganugerahkan kemerdekaan kepada bangsa Indonesia adalah Allah, nama Tuhan yang resmi disebut dalam Al-Quran (QS 20:14). Kemanusiaan yang dicitakan adalah yang adil dan beradab; rakyat dipimpin hikmah; bukan dipimpin suara terbanyak. Cita-citanya mulia: terwujudnya keadilan sosial (al-adalah al-ijtima’iyyah).

UUD 1945 pasal 31 mencitakan terwujudnya manusia Indonesia yang beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Dan semua kata penting itu —  rahmat, Allah, adil, adab, hikmah, musyawarah, perwakilan, iman, taqwa, dan akhlak — asli dari Allah, yang diwahyukan kepada Nabi Muhammad ﷺ.

Maka, tidak ada pilihan, jika Indonesia mau menjadi negara besar, kuat, dan hebat, jangan tanggung-tanggung jadi orang “Indonesia asli”! Yakni, asli sebagai manusia, sebagai khalifatullah, sebagai hamba Allah, sebagai manusia beriman, bertaqwa, dan berakhlak mulia. Itulah orang Indonesia asli! Asli hamba Allah, bukan hamba setan.

Dan patutlah kita simak ungkapan indah dari penyair besar Pakistan, Dr. Mohammad Iqbal: “Biarlah cinta membakar semua ragu dan syak wasangka. Hanyalah kepada yang Esa kau tunduk, agar kau menjadi singa.”*

Penulis pendiri Attaqwa College, Depok, Jawa Barat. Artikel telah dimuat di Majalah Hidayatullah

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:akar IndonesiaArabbudaya asli indonesiaHeadlinehominidIndonesia asliNabi AdamPilihan Redaksi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Penelitian:  Tidak Ada Kadar Aman Konsumsi Alkohol bagi Kesehatan Otak  
Tulisan selanjutnya Kebal Surat Perintah ICC, Prancis Berdalih Tidak Bisa Tangkap Benjamin Netanyahu

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik

Berita
18 Juli 2026 10:26
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Laporan Pesawat Kepresidenan AS Hadiah Qatar Bermasalah Berujung Pemanggilan Jurnalis New York Times
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?