Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Sejarah Ringkas Pendidikan Islam di Banten tahun 1945-1975

Ahmad
Terakhir diupdate: 5 September 2025 18:08 6:08 pm
Ahmad
Dipublikasikan 5 September 2025 18:06
Bagikan
Bagikan

Periode 1945–1975 menandai transformasi penting pendidikan Islam di Banten, di mana pesantren dan madrasah beradaptasi dengan modernisasi serta kebijakan negara, meskipun masih ada kesenjangan penelitian yang perlu diisi

Oleh: Jemmy Ibnu Suardi

Hidayatullah.com | PADA Periode 1945-1975 merupakan fase penting dalam perkembangan pendidikan Islam di Banten, terutama pasca-kemerdekaan Indonesia. Pada masa ini, lembaga pendidikan Islam tradisional seperti pesantren mengalami transformasi signifikan akibat dinamika politik nasional dan lokal (Djumhur & Danasasmita, 1983). Kebijakan pemerintah pusat tentang pendidikan agama, termasuk Undang-Undang Pendidikan No. 4 Tahun 1950, turut memengaruhi struktur kurikulum madrasah di Banten (Noor, 2015).

Beberapa pesantren tua seperti Pesantren Caringin dan Pesantren Cadasari memainkan peran sentral dalam mempertahankan tradisi keilmuan Islam sambil mengadopsi elemen modernisasi (Zamakhsyari, 1982).

Studi kasus menunjukkan bahwa madrasah-madrasah di Serang dan Pandeglang mulai memperkenalkan mata pelajaran umum sejak akhir 1950-an sebagai respons terhadap tuntutan zaman (Fadilah, 2018).

Baca Juga

Hubungan Agama dan Sains
Al-Qur’an, Ulama, dan Lembaga Pendidikan Islam: Kompas Peradaban di Tengah Disrupsi Zaman
Amerika dan Perang Salib Baru?
Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran

Pendidikan Islam di Banten periode ini tidak terlepas dari konteks budaya Sunda-Banten yang khas. Penelitian mengungkapkan bagaimana tarekat Qadiriyah wa Naqsyabandiyah berpengaruh terhadap model pengajaran di beberapa pesantren (Ricklefs, 2007).

Namun, terdapat kesenjangan penelitian mengenai peran perempuan dalam pendidikan Islam Banten era ini, di mana sumber-sumber primer masih terbatas (Smith, 2020).

Dokumen arsip menunjukkan bahwa periode 1960-an merupakan masa sulit bagi pendidikan Islam di Banten akibat ketidakstabilan politik (Arifin, 2009). Namun, justru pada masa Orde Baru awal (akhir 1960-an hingga 1975) terjadi institutionalisasi madrasah melalui kebijakan standardisasi yang dipromotori Kementerian Agama (Hefner, 2009).

Studi-studi yang ada cenderung terfokus pada aspek institusional tanpa banyak mengungkap praktik pedagogis sehari-hari di ruang kelas. Selain itu, sumber-sumber lokal seperti dokumen pesantren atau catatan murid dari periode ini masih belum banyak dieksplorasi (Abdullah, 2016). Tren penelitian terbaru mulai beralih ke pendekatan sejarah lisan untuk mengisi kesenjangan ini (Bruinessen, 2013).*

Peminat Sejarah dan Kebudayaan Banten

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:pendidikan islamPesantren BantenPondok Pesantrentransformasi pesantren
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ulama yang menghadiri Konferensi Gaza 200 Ulama dan Cendekiawan Muslim Internasional Dukung Perlawanan Bersenjata Palestina
Tulisan selanjutnya Djed Spence pemain timnas Inggris muslim pertama Timnas Inggris Sambut Djed Spence, Pemain Muslim Pertama di Skuad Tiga Singa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap

Berita
14 Juli 2026 19:51
Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
Iran Lancarkan Serangan Balasan ke Pangkalan Militer AS di Timur Tengah, Ketegangan Regional Memanas
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Relawan Bantuan di Gaza Syahid Dibom ‘Israel’ usai Gelar Nobar Piala Dunia

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul FikrKajian

Krisis Makna di Era Modern dan Jalan Kembali kepada Wahyu

26 Juni 2026 11:30
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Opini

Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

25 Juni 2026 17:06
Artikel

Khalwat Digital, Fenomena Pacaran Era Media Sosial

16 Juni 2026 16:34
Artikel

‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

3 Juni 2026 05:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?