Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Dua Kenikmatan dalam Dakwah: Merintis dan Menyaksikan Hasil

Ahmad
Terakhir diupdate: 26 Maret 2026 07:11 7:11 am
Ahmad
Dipublikasikan 26 Maret 2026 09:03
Bagikan
Dakwah di pedalaman Halmahera
Bagikan

Dakwah bukan soal hasil cepat atau lambat, melainkan keteguhan hati menjaga keikhlasan dalam setiap fase—baik saat sepi merintis maupun ramai oleh keberhasilan.

Oleh:Ahmad Firdaus

Hidayatullah.com | DAKWAH bukan sekadar perjalanan menyampaikan kebenaran. Ia adalah perjalanan rasa—yang hanya dipahami oleh mereka yang menjalaninya. Di antara sekian banyak rasa itu, ada dua yang paling kontras namun sama-sama indah: kenikmatan merintis dan kenikmatan menyaksikan keberhasilan.

TIDAKsemua da’i merasakan keduanya. Bahkan, tidak sedikit yang berhenti di tengah jalan karena tidak kuat menanggung fase pertama.

Merintis dakwah adalah fase paling sepi. Seorang da’i ditugaskan di tempat baru, dikenal pun belum. Mengajak orang sering ditolak. Kegiatan yang dihidupkan belum diminati. Bahkan, yang datang terkadang hanya anak-anak yang masih belajar adab—ribut, keluar masuk, dan belum memahami kesungguhan majelis ilmu.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Muhammadiyah dan Maulid Sekaten: Ketika Dakwah Kultural Masuk ke Jantung Keraton
Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi

Namun justru di situlah letak kenikmatannya. Ada rasa yang sulit dijelaskan ketika seseorang tetap datang, tetap mengajak, dan tetap berharap—meski belum melihat hasil. Rasa itu adalah perpaduan antara sabar, tawakal, dan ikhlas.

Di fase ini, seorang da’i tidak memiliki apa-apa untuk dibanggakan. Tidak ada keramaian, tidak ada pujian, tidak ada pengakuan. Yang ada hanyalah keyakinan bahwa Allah melihat setiap langkahnya.

Allah SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لَا يُضِيعُ أَجْرَ الْمُحْسِنِينَ

“Sesungguhnya Allah tidak menyia-nyiakan pahala orang-orang yang berbuat baik.” (QS. At-Taubah: 120)

Para ulama telah lama mengingatkan bahwa nilai sebuah amal bukan pada besarnya hasil, tetapi pada lurusnya niat. Amal yang dilakukan dalam kesunyian, jauh dari sorotan manusia, sering kali lebih dekat kepada kejujuran hati.

Merintis dakwah ibarat menanam di tanah kering. Tidak ada jaminan akan tumbuh, tetapi tetap ditanam. Justru dalam proses itulah hati menemukan ketenangan.

Ramainya Keberhasilan, Besarnya Ujian

Berbeda dengan merintis, keberhasilan menghadirkan suasana yang ramai. Pendukung mulai berdatangan. Kegiatan perlahan hidup. Anak-anak yang dahulu belum tertib kini mulai duduk tenang. Wajah-wajah baru bermunculan. Bahkan, nama seorang da’i mulai dikenal.

Di titik ini, kebahagiaan hadir dalam bentuk yang nyata. Ada rasa haru melihat perubahan, dan syukur atas buah kesabaran panjang.

Namun di balik itu, tersimpan ujian yang jauh lebih halus. Jika pada fase merintis seorang da’i diuji dengan kesabaran, maka pada fase keberhasilan ia diuji dengan keikhlasan.

Riya bisa masuk tanpa terasa. Ujub dapat tumbuh perlahan. Hati mulai tergoda untuk merasa bahwa semua ini adalah hasil usaha diri, bukan semata karunia Allah.

Rasulullah ﷺ bersabda:

مَنْ سَمَّعَ سَمَّعَ اللَّهُ بِهِ، وَمَنْ يُرَائِي يُرَائِي اللَّهُ بِهِ

“Barang siapa beramal agar didengar orang lain, Allah akan memperdengarkan (aibnya). Dan barang siapa beramal karena riya, Allah akan menampakkan (niatnya).” (HR. Bukhari dan Muslim)

Di sinilah banyak yang tergelincir. Tidak sedikit yang kuat di awal, tetapi melemah ketika berhasil—bukan karena kurang ilmu, melainkan karena tidak siap menghadapi “ramainya hasil”.

Dua Nikmat, Dua Jalan Menuju Allah

Merintis dan berhasil bukanlah dua hal yang bertentangan. Keduanya adalah bagian dari satu perjalanan yang sama.

Merintis mengajarkan kita untuk:

  • Bergantung kepada Allah
  • Bersabar tanpa hasil
  • Ikhlas tanpa pujian

Sementara keberhasilan mengajarkan kita untuk:

  • Bersyukur tanpa kesombongan
  • Tetap rendah hati
  • Menjaga niat di tengah keramaian

Yang berbahaya bukanlah tidak berhasil, tetapi kehilangan Allah di salah satu fase tersebut.

Tidak Semua Menyaksikan Hasil

Ada satu kenyataan yang sering dilupakan: tidak semua yang menanam akan melihat panen. Sejarah dakwah para nabi membuktikan hal itu. Ada yang berdakwah ratusan tahun dengan pengikut yang sedikit. Ada pula yang hasil dakwahnya baru terlihat setelah ia tiada.

Allah SWT berfirman:

فَإِنَّمَا عَلَيْكَ الْبَلَاغُ وَعَلَيْنَا الْحِسَابُ

“Sesungguhnya kewajibanmu hanyalah menyampaikan, dan Kamilah yang akan menghisab.” (QS. Ar-Ra’d: 40)

Hal itu tidak mengurangi nilai perjuangan mereka sedikit pun. Karena dalam dakwah, yang dinilai bukanlah hasil, melainkan kesetiaan dalam berjalan.

Lebih Baik Sepi Bersama Allah

Pada akhirnya, seorang da’i harus jujur kepada dirinya sendiri: apakah ia berdakwah untuk melihat hasil, atau untuk memenuhi panggilan Allah?

Jika harus memilih, maka lebih baik berjalan di jalan sepi bersama Allah, daripada berjalan di jalan ramai namun kehilangan-Nya.

Namun, jika Allah menganugerahkan keduanya—proses merintis yang ikhlas dan keberhasilan yang disyukuri—maka itulah nikmat yang sempurna. Dakwah bukan tentang cepat atau lambatnya hasil, tetapi tentang tetap berjalan—dalam sepi maupun ramai.*

Pimpinan BAZNAS Kabupaten Bulukumba 2017–2022. Paoteko, 25 Maret 2026

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:dakwahHeadlinemerintis dakwah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya
Tulisan selanjutnya 13 Negara Masih Batasi atau Larang Pemegang Paspor Israel hingga 2026

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya

Berita
29 September 2026 20:51
LPH Hidayatullah Perkuat Kemitraan dengan Maybank, Fasilitasi 1.000 Sertifikat Halal untuk UMK Indonesia
Saudi Jatuhkan 2 Drone dan 2 Misil Houthi
Pipa Minyak Sharara ke Zawiya Mati Libya Rugi $75 Juta
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Terbaru

  • Ubah Tradisi, Rektor UNIDA Gontor Ajak Dosen Jadi Magnet Keilmuan Mahasiswa karena Kepakarannya
  • UNIDA Gontor Kukuhkan 4 Guru Besar Baru, Dorong Tradisi Kepakaran Keilmuan
  • Jadi Beban dan Masalah, Malaysia Repatriasi Ribuan Pengungsi dan Migran Myanmar
  • Negara Bagian California Tetapkan Idul Fitri dan Idul Adha sebagai Hari Libur Resmi
  • Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
  • Teladan Umar bin Khattab Ra. dalam Mengatasi Problem Gratifikasi
  • Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100
  • Timnas Irlandia Tolak Jabat Tangan dengan ‘Israel’ sebelum Libas Tiga Gol Tanpa Balas
  • Iran Klaim Tangkap Drone Bawah Laut Amerika di Selat Hormuz
  • Warga Maroko di Belasan Kota Gelar Demo Tolak Normalisasi Pemerintahnya dengan ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

Ghazwul Fikr

SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!

6 Agustus 2026 12:51
Opini

Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

5 Agustus 2026 19:00
Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?