Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Artikel

Tragedi San Diego & Hipokrisi Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 20 Mei 2026 15:04 3:04 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 20 Mei 2026 15:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Ali Mustofa Akbar

Daftar isi
  • Hipokrisi Barat dalam Term Terorisme
  • Bukti Kegagalan Kapitalisme
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Baru saja, dunia kembali menyaksikan tragedi yang menyayat hati. Tiga Muslim gugur syahid dalam penembakan di San Diego, tepatnya di Islamic Center of San Diego, salah satu masjid terbesar di wilayah tersebut. Di antara para korban terdapat seorang petugas keamanan bernama Amin Abdullah, yang dengan heroik menghadang pelaku dan menyelamatkan banyak anak yang berada di kompleks masjid. MasyaAllah!

Beberapa hari lalu, Amin sempat membuat status di Facebooknya:

“Apa itu kesuksesan?. Bagi banyak orang, kesuksesan berarti kestabilan finansial, reputasi yang baik (di mata manusia), kecantikan, dan berbagai pencapaian duniawi lainnya. Adapun bagi saya, demi Allah, demi Allah sekali lagi, kesuksesan sejati adalah kembali kepada Allah, Sang Khaliq kita, dengan membawa jiwa yang tetap suci sebagaimana Dia titipkan kepada saya sejak lahir. Kesuksesan adalah ketika para malaikat Allah Ta‘ala berkata: “Janganlah kamu takut dan janganlah bersedih hati. Bergembiralah dengan surga yang telah dijanjikan kepadamu oleh Allah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Semoga Allah Ta‘ala menganugerahkan kepada kita semua husnul khatimah. Aamiin”

Padahal, mereka tidak membawa senjata untuk menyerang siapa pun. Mereka sedang berada di rumah Allah, pada hari-hari mulia bulan Dzulhijjah. Namun, Islamofobia yang dipelihara oleh propaganda dan hipokrisi merenggut nyawa mereka.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Transformasi Ekonomi Pesisir Berbasis Syariah: Dari Diversifikasi Olahan Bandeng hingga Hilirisasi Produk melalui Marketplace
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
SPI: Membenturkan Islam dengan Budaya Nusantara itu Absurd!
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?

Hipokrisi Barat dalam Term Terorisme

Peristiwa ini sekali lagi memperlihatkan standar ganda yang telah lama mengakar dalam wacana global. Bukan hanya di San Diego, tapi juga di beberapa tempat lain di Barat.

Ketika pelaku kekerasan adalah seorang Muslim, istilah “terorisme” segera mendominasi tajuk berita. Identitas agama diangkat ke permukaan, komunitas muslim dipaksa menjelaskan diri, dan Islam sebagai ajaran ikut dicurigai.

Namun ketika korbannya adalah muslim dan pelakunya didorong oleh kebencian anti-Islam, media dan elite politik sering memilih istilah yang lebih lunak: “lone wolf”, “disturbed teenager,” atau, “hate incident.”

Ini bukan sekadar persoalan penggunaan istilah. Ini adalah persoalan struktur kekuasaan dan bias peradaban. Definisi terorisme ternyata tidak selalu ditentukan oleh tindakan, melainkan oleh siapa yang menjadi pelaku dan siapa yang menjadi korban.

Padahal secara objektif, menembaki jamaah di tempat ibadah karena identitas agama mereka adalah terorisme dalam bentuk paling nyata.

Peradaban modern Barat sering membanggakan pluralisme, hak asasi manusia, dan toleransi. Namun realitas menunjukkan sebaliknya.

Penyerangan masjid, muslim diserang, perempuan berhijab dilecehkan. Simbol-simbol Islam dijadikan sasaran kebencian. Pada saat yang sama, dunia diminta percaya bahwa sistem ini adalah puncak kemajuan manusia.

Bukti Kegagalan Kapitalisme

Tragedi di San Diego menunjukkan bahwa toleransi yang dibanggakan itu kerap rapuh. Ia mudah runtuh ketika propaganda, politik identitas, dan dehumanisasi terhadap Muslim dibiarkan atas nama kebebasan individu.

Namun ironisnya, dunia sering menuduh Islam tidak kompatibel dengan pluralitas. Padahal tuduhan ini bertolak belakang dengan fakta.

Selama berabad-abad, peradaban Islam menaungi masyarakat multiagama dan multi-etnis. Kaum Yahudi, Nasrani, dan kelompok lain hidup berdampingan di bawah pemerintahan Islam. Mereka memiliki hak beribadah, perlindungan jiwa, harta, dan kehormatan.

Sebagai contoh, Convivencia di Andalusia bagaimana komunitas Muslim, Yahudi, dan Kristen berkembang bersama dalam lingkungan intelektual dan sosial yang relatif stabil. Jerusalem di bawah pemerintahan Islam juga memberikan jaminan keamanan bagi pemeluk agama yang berbeda.

Bahkan pada masa kini, banyak negeri mayoritas muslim, meskipun belum menerapkan Islam secara sempurna sebagai sistem peradaban namun Islam tetap di emban oleh individu-individilu, menunjukkan pola kehidupan sosial yang relatif toleran di tengah kemajemukam. Rumah ibadah berdiri berdampingan, dan komunitas minoritas hidup sebagai bagian dari masyarakat.

Syuhada yang Mengungkap Wajah Dunia

Tiga muslim yang gugur di San Diego tidak hanya menjadi korban kebencian. Mereka menjadi saksi hidup, dan kini saksi di hadapan Allah, atas kontradiksi dunia modern.

Mereka memperlihatkan bahwa; muslim masih menjadi sasaran kebencian global. Retorika toleransi tidak selalu diikuti keadilan nyata. Tuduhan bahwa Islam mengancam kemajemukan justru dipatahkan oleh fakta.

Tragedi ini seharusnya mendorong refleksi mendalam bahwa kemajemukan tidak cukup dijaga oleh slogan belaka. Ia membutuhkan sistem yang kokoh. Islam telah membuktikan, baik secara normatif maupun historis, bahwa masyarakat majemuk dapat hidup dalam keadilan ketika hukum ditegakkan dengan baik.

Semoga Allah menerima ketiga saudara kita sebagai syuhada, melapangkan kubur mereka, dan menempatkan mereka di surga terbaik.*

Penulis adalah dosen dan pembelajar sejarah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Amerika SerikatHeadlinekapitalismepenembakan masjidPilihan Redaksisan diego
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya NCM Saudi Prediksi Cuaca Panas dan Berdebu selama Haji 2026
Tulisan selanjutnya Butuh Minyak Inggris Diam-diam Longgarkan Sanksi Atas Rusia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

pengungsi rohingya
Berita

Nasib Pengungsi Rohingya, Mau Pulang Harus Minta Izin Pemerintah Myanmar

Berita
18 Agustus 2026 05:00
Jubir Parlemen Iran Berkunjung ke Baghdad, Iraq Minta Diperbolehkan Melewati Selat Hormuz
Sentuhan AI vs ‘Rasa’ Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image?
Tidak Becus Tandai Kecurangan NTU Hentikan Penggunaan Detektor AI
Usia Belum Tua, tapi Sering Merasa Tua? Hati-Hati Bisa Sebabkan Imsonia dan Gangguan Kesehatan

Terbaru

  • Nurul Hidayati K: BMIWI Dorong Sikap Proporsional Hadapi Fenomena Homoseksual
  • Roberto Carlos Bantah Jadi Mualaf, tapi Akui sedang Mempelajari Islam
  • Sentuhan AI vs ‘Rasa’ Manusia: Mengapa Fotografer Profesional Kurang Menyarankan AI Generated Image?
  • Al Muzzammil Yusuf: Perjuangan Kemerdekaan Palestina Butuh Kerja Bersama Dunia Internasional
  • Presidium BMIWI Tegaskan Sikap Penolakan terhadap Gerakan LGBT
  • BMIWI Gelar Seminar Kemerdekaan, Angkat Isu Ketahanan Keluarga dan Solidaritas Palestina-Sudan
  • Iran Bidik Aset AS di Eropa Jika Trump Perluas Konflik
  • Kemenhaj Usulkan BPIH 2027 Sebesar Rp107,34 Juta per Jamaah
  • 1.300 Dapur MBG Ditutup, DPR Tegaskan Keselamatan Anak Jangan Pernah Jadi Kompromi
  • LBH Hidayatullah Berikan Edukasi Hukum di Lapas Kembang Kuning Nusakambangan

Mungkin Anda Juga Suka

Artikel

Membangun Integritas di Tengah Budaya Manipulasi

2 Agustus 2026 19:33
Artikel

Menghidupkan Kembali Budaya Membaca di Kalangan Umat Islam

1 Agustus 2026 11:24
Pustaka

Al-Rushafi dan Catatan Kritis Seputar Sirah Nabi Muhammad

31 Juli 2026 20:21
Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi
Artikel

Menjaga Warisan Ulama di Era Disrupsi Informasi

24 Juli 2026 16:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?