Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Tolikara dan Sejauh Mana Bertoleransi

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 24 Juli 2015 08:22 8:22 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 24 Juli 2015 08:30
Bagikan
Sejumlah kios dan satu masjid yang hangus terbakar
Bagikan

oleh: Deden Fathurrahman

KELOMPOK, ras termasuk agama apapun, takkan bisa dan takkan suka digeneralisasi gara-gara adanya oknum yang meresahkan ataupun berbuat hal yang amat memalukan. Tapi, ada saja orang-orang yang sukanya memblow up oknum agama tertentu (dalam hal ini Islam). Apalagi kalau ada orang Islam yang berbuat kesalahan, pasti berhari-hari akan jadi bulan-bulanan media umum.

Masih hangat dalam ingatan kita, sebuah masjid di Kabupaten Tolikara, Papua dibakar. Tepat di hari raya paling mulia bagi umat islam di seluruh dunia. Pelakunya oknum dari agama yang minoritas di negeri ini, tapi menjadi mayoritas di Papua sana. Insiden memilukan kemarin, memang dilakukan oleh “oknum-oknum” gereja yang ternyata punya kerja sama dengan Zionis-Israel. MoU atau Perjanjian ini terkonfirmasi secara jelas di dalam website resmi GIDI Indonesia.

Ramai-ramai beberapa media media umim memihak kalangan Gereja. Terjadilah pengaburan dan penyesatan opini. Yang nyatanya dibakar itu masjid, dibilang musholla bahkan cuma sebuah kios. Yang menjadi korban adalah muslim Tolikara, dibilang ada sebagian pihak pembakar masjid yang mengalami luka tembak. Celakanya lagi, Imam masjid tersebut dicap Wahabi oleh Gusdurian, hanya gara-gara bahu membahu berdakwah dengan dai Hidayatullah. Namun investagi menunkkan, imam Masjid Baitul Muttaqien Tolikara justru warga Nahdhiyyin alias NU, sungguh memalukan.

Sekilas mungkin kedengaran fair-fair saja, mayoritas mendominasi yang minoritas. Normal. Tapi kalau dicermati lebih lanjut, jelas ini tidak fair.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Mendominasi, harusnya bukan berarti menzalimi. Coba lihat muslim Papua dan muslim Rohingya, mereka sama-sama minoritas, mereka tidak dominan dan mereka dizalimi, dianiaya sampai sebegitunya. Bahkan Palestina yang mayoritas pun, bisa diusir dari tempat tinggalnya karena kebrutalan Zionis.

Belum lagi kalau membicarakan muslim di Eropa yang jangankan dapat jatah libur hari raya dan kesempatan beribadah mingguan, hak untuk berhijab pun, seperti tak punya. Sudah tak terhitung berapa kali sahabat saya yang berhijab ditatap dengan wajah sinis dari kepala hingga ke kaki dalam perjalanannya ke Jenewa-swiss beberapa bulan lalu.

Kembali ke topik utama. Muslim sudah biasa jadi bulan-bulanan media sekuler. Islam lah yang selalu dianggap menebarkan teror, padahal ‘mereka’ lah yang meledakkan gedung WTC-nya sendiri. Padahal mereka lah yang menciptakan dan membiayai “teroris” dari al-Qaidah, Boko haram hingga ISIS.

Islam lah yang simbol-simbolnya dilecehkan dalam media-media, padahal tak ada yang tahu betapa menyakitkannya itu bagi kami. Lantas mana wujud toleransi untuk kami? Kami hanya butuh toleransi yang sederhana sekali. Yakni haknya untuk menjalankan keyakinannya, tanpa dihakimi, apalagi dizalimi seperti di Kabupaten Tolikara.

Tak usah berkoar-koar tentang ide toleransi dihadapan Kami. Toh kami sudah diajari sedari dulu tentang apa dan sejauh mana toleransi beragama itu. Yaitu Lakum diinukum wa liya diin: Bagimu agamamu, bagiku agamaku.

Sekedar perbandingan antara Pak Harto dan bapak Jokowi. Dikutip dari status facebook Mas Ipan (fadh ahmad arifan). Pada tahun 1995 saat Muslim bosnia dizalimi militer Serbia, Pak Harto kirim dana dan senjata. Adapun tahun 2015 saat Muslim Tolikara dizalimi oleh Gereja injili, Jokowi entah kemana. Sekali lagi, kami minta aparat kepolisian segera menangkap pelaku pembakaran masjid, tegakkan hukum!. Jangan karena oknum dari pihak gereja injili dibekingi Zionis Israel lantas aparat jadi segan kepadanya.*

Penulis Wirausahawan di bidang Desain Komunikasi Visual, alumnus ITS Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gerejaPapuatoleransitolikara
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Tokoh Sulawesi Selatan Minta Pemerintah Kaji Keberadaan GIDI
Tulisan selanjutnya Bicarakan Kematian Bisa Buat Hidup Lebih Bahagia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo
Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?