Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Mimbar

Apakah Keromantisan Perlu Dipamerkan?

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 2 Februari 2016 13:58 1:58 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 2 Februari 2016 13:47
Bagikan
[Ilustrasi]
Bagikan

SABTU (30/01/2015) malam, saya diajak makan oleh seseorang di sebuah warung di Malang, Jawa Timur. Warung ini menawarkan berbagai olahan daging kambing sebagai menu andalan.

Dalam warung tersebut, saya sempat melihat pasangan muda-mudi yang sedang bermesraan. Tampaknya, mereka sedang membangun asa, merajut cinta, dan menyulam kasih. Saya perkirakan usia mereka kisaran 25 tahun.

Menu pesanan mereka sepertinya ikan mujair bakar. Dua ekor untuk dua orang. Mereka makan dari dua piring berbeda. Yang agak menggelikan, keduanya minum dari satu gelas yang sama.

Melihat fenomena ini, saya senyum-senyum dalam hati. Lucu saja. Mengapa jus jeruk itu hanya satu gelas. Mungkin mereka ingin lebih romantis minum segelas berdua. Tapi, mengapa nggak sekalian dengan makan sepiring berdua? Kan, nanggung! Yah, urusan merekalah….

Saya sendiri, sejak “pacaran” hingga beranak-pinak, rasa-rasanya belum pernah makan dengan istri kecuali sepiring berdua.

Baca Juga

Pesan Khutbah Jum’at H. Agus Salim Tahun 1928: Persatuan Lahir dan Batin
Jabatan Tambah Tinggi Justru Ditangisi
Bahkan Kita Harus Mendidik Anak sebelum Kelahirannya
OKI, Hujan yang Berhenti, & Pemimpin Dunia yang Dinanti
50 Menit, Menjaga Syiar Islam di Tana Toraja

Bahkan, di rumah mertua saya di Kalimantan, dan di rumah orangtua saya di Sulawesi, kami juga makan sepiring berdua. Karena tahu kami demikian, orang-orang di rumah akhirnya memilih mendahulukan kami ketika waktu makan. Hehehe….

Eits, sebentar! “Pacaran” saya jangan disalahartikan. Saya pacaran dengan pacar yang halal. Bukan seperti pacaran yang didefinisikan kebanyakan orang. Pacar yang halal itu kalau sudah diakadkan oleh wali si wanita dalam pernikahan. Lalu disahkan oleh para saksi yang ada. Dan dicatat oleh KUA dalam surat nikah (kecuali yang nikah siri. Red).

Mengumbar Cinta?

Sejatinya, romantisisme, dari sudut pandang saya sebagai seorang pria, tidak perlu diumbar dan dipertontonkan kepada khalayak. Cinta yang kita berikan, kemesraan yang kita jalin, tidak harus diketahui orang kebanyakan.

Cukup menjadi konsumsi pribadi. Tontonan kemesraan di khalayak justru memperlihatkan bahwa itu palsu dan dibuat-buat.

Menurut saya, sebenarnya, hal yang lumrah kalau seseorang berbagi kebahagiaan –termasuk kemesraan– dengan orang lain. Saya sendiri, di awal-awal “pacaran”, biasa gandengan tangan kalau sedang jalan. Kalau sekarang, masing-masing kami malah gendong anak. Hehehe….

Tapi, kemesraan yang orang lain boleh untuk mereka ketahui tentu tak semuanya. Saya rasa, bergandengan tangan dengan pacar halal cukuplah. Tetap jaga adab-adab syar’i, budaya lokal, dan falsafah hidup setempat. Yang lain-lain, bukan untuk publik!

Apakah romantisisme perlu diumbar? Perlukah orang lain perlu tahu bahwa kita mesra lagi romantis kepada pasangan kita?

Romantisisme itu bukan hanya bergandengan tangan saat jalan atau makan sepiring berdua. Romantis itu juga, kalau kita sanggup berbagi tugas menjaga anak, tak malu dan sungkan nyeboki anak, atau membawakan keranjang belanja ketika di supermarket, dan lain-lain.

Jadi, kalau masih mau mengumbar kemesraan Anda hanya dengan sepiring berdua atau segelas berdua, itu pilihan. Harapannya, semoga itu bukan kemesraan palsu atau supaya ada bahan cerita di facebook dan instagram.

Oh, iya. Kalau kemesraan itu dengan kekasih yang belum halal, segera temui walinya. Sebab itu hanya kemesraan semu yang melenakan. Bagi laki-laki, jangan mainkan perasaan wanita. Bagi wanita, jangan hanya mau jadi permainan laki-laki.

Selamat menikmati kemesraan masing-masing dalam kehalalan. Semoga esok kita bisa bermesraan dengan pekerjaan kita sesuai amanah masing-masing dengan romantis.

Salam romantis dari Malang!*/ Abdul Aziz, guru dengan satu istri dan dua anak. Pembaca bisa mengirimkan tulisannya mengenai permasalahan umat ke email: [email protected]

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gaya hiduphubungan sekspergaulanpernikahanromantisismerumah tangga bahagia
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Turki Ingin Perdagangan Manusia Dianggap Tindak Kriminal Terorisme
Tulisan selanjutnya Sel ISIS/IS dari 9 Negara Beroperasi di Saudi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Mimbar

Problem Pendidikan Islam

28 Desember 2022 11:20
Mimbar

Tujuan Kita Tak Sekadar Madinah sebagai Kawasan, Tapi Peradaban di Dalamnya

28 Desember 2022 11:00
Mimbar

Ustad Aris Munandar yang Saya Kenal

26 Desember 2022 11:45
Mimbar

Non-Muslim Pun Merasa Nyaman Bersyariah, Lalu Mengapa Kita Ragu?

14 Desember 2022 21:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?