Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Muslim AS Sering Dipandang sebagai Orang Luar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 11 September 2009 12:12 12:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 11 September 2009 12:12
Bagikan
Bagikan

Oleh: Jen’nan Ghazal Read

Memasuki bulan September ini, saat orang Amerika menyadari bahwa Muslim hidup di negeri mereka. Mungkin Anda sudah membaca berita-berita yang menyoroti bulan suci umat Islam, Ramadhan, yang dimulai tanggal 21 Agustus dan akan berakhir pada tanggal 19 September. Tak lama kemudian kita juga akan mendengar dan membaca cerita “apa yang terjadi dengan Muslim”, karena sebentar lagi perayaan peringatan serangan 11 September.

Menurut saya ada semacam kemajuan yang aneh, melihat banyak orang Amerika kembali tidak memperdulikan orang Muslim dan mereka tidak lagi khawatir memikirkan, apakah mereka mungkin akan dibunuh oleh orang-orang Muslim. Ketakutan dan prasangka orang Amerika terhadap Muslim Amerika akibat serangan itu sudah agak surut berangsur-angsur.

Jadi sekarang, saat komunitas ini kembali sedang mendapat sorotan, adalah saat yang tepat untuk bertanya kepada diri kita sendiri, seberapa jauh Muslim Amerika sebenarnya memiliki kehidupan sosial dan ekonomi yang sama seperti orang Amerika lainnya. Jawaban singkatnya adalah: banyak.

Banyak sekali penelitian yang menunjukkan bahwa mereka memiliki derajat pendidikan dan pendapatan yang cukup tinggi, dan mereka peduli mengenai masalah ekonomi, reformasi kesehatan, dan isu-isu lain yang sedang hangat sekarang ini, sama halnya dengan orang Amerika lainnya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Sebagai seorang yang mempelajari populasi Muslim Amerika, saya sangat terkesan dengan meningkatnya kemajuan atas pertanyaan-pertanyaan yang saya dapat dari para wartawan dan pihak lainnya, khususnya dalam tahun ini. Saya mendengar ada kemajuan dalam tingkat pemahaman terhadap keyakinan agama Muslim dan praktik keagamaan mereka, dan bagaimana orang Islam berupaya menyesuaikan diri dengan kehidupan dalam negeri mereka. Dibandingkan beberapa tahun lalu, pertanyaan-pertanyaan yang muncul kebanyakan seputar stereotipe Muslim sebagai penindas wanita yang beringas, hanya memikirkan dirinya sendiri, dan tidak rasional.

Namun, saya masih sulit membayangkan jika para cendekiawan yang mempelajari Kristen Amerika mendapat banyak telepon menanyakan tentang hari raya keagamaan mereka, seperti Natal, misalnya dari wartawan yang bertanya, “Hey, bagaimana dengan orang-orang Kristen?” Meskipun saya bisa memahami dan menaruh minat terhadap maksud di balik pertanyaan seperti itu, dan berharap agar dialog bisa membantu mendidik masyarakat, saya masih melihat adanya implikasi yang menyatakan bahwa Muslim adalah “orang lain.” Mereka dilihat sebagai bagian di luar dari kehidupan masyarakat Amerika pada umumnya, meskipun fakta membuktikan sebaliknya.

Dengan kata lain, saya bertanya-tanya, apakah kemajuan yang ada sekarang ini superfisial, tidak sebenarnya. Jika ada lagi serangan teroris, seberapa cepat orang Amerika akan kembali pada sikap ketakutan mereka dan menolak mengakui bahwa Muslim Amerika sebenarnya sama seperti mereka, yaitu pekerja keras yang memiliki keluarga, tanggungan rumah, tempat ibadah, dan beberapa di antaranya juga melakukan perbuatan sangat buruk?

Ramadhan adalah hari-hari suci keagamaan, sama seperti hari suci dalam tradisi agama lainnya. Perbedaan yang mencolok dengan hari suci agama lain adalah, waktunya yang menggunakan perhitungan hari berdasarkan penanggalan bulan. Oleh karena dalam beberapa pekan ini kita akan banyak mendengar tentang itu, saya berharap masyarakat Amerika akan menghargai semangat yang terkandung di dalam bulan tersebut, dan bisa menerima bahwa Muslim adalah bagian integral dari keluarga besar negeri ini–dan negeri kita lebih baik karena memilikinya.

Ketika Presiden Obama berbicara di depan para mahasiswa di Mesir awal musim panas, ia membuat banyak orang tercengang dengan mengatakan, “Sejak berdirinya negara kami, Muslim Amerika telah memperkaya Amerika Serikat. Mereka ikut bertempur dalam peperangan kami, berbakti dalam pemerintahan, berdiri membela hak-hak rakyat, melakukan bisnis, mengajar di universitas-unversitas kami, berprestasi di arena olahraga kami, memenangkan penghargaan Nobel, membangun bangunan-bangunan tertinggi kami, dan menyalakan api Olimpiade.”

Pesan Obama bahwa “Islam merupakan bagian dari Amerika” perlu diulang-ulang terus di dalam negeri kita (Amerika), tidak hanya selama beberapa pekan ini. Saya yakin hal itu akan didengar jika saya juga mendapat kesempatan untuk diwawancarai media dalam 11 bulan lainnya di satu tahun.

Penulis adalah profesor bidang sosiologi dan kesehatan global di Duke University, pakar tentang Muslim Amerika dan masalah pilpres Amerika 2008. Tulisan ini dimuat di Philadelphia Inquirer

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Doa Tarawih Tak Boleh Untuk Bola
Tulisan selanjutnya Buku Terbitan Yale Akan Memuat Kartun Nabi Muhammad?

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?