Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Gaya Robert Morey

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 30 September 2010 15:12
Bagikan
Bagikan

NAMA Robert A. Morey tidak asing lagi bagi masyarakat Indonesia. Bukunya, yang berjudul Islamic Invasion telah banyak ditanggapi. Buku ini banyak memuat pelecehan terhadap Islam. Buku Islamic Invasion ini diam-diam beredar di Indonesia, sama dengan buku Islam Revealed karya Dr. Anis A. Shorrosh yang diterjemahkan dengan judul “Kebenaran Diungkapkan: Pandangan Seorang Arab Kristen tentang Islam”. Ditulis dalam edisi Indonesianya: “Bacaan Umat Kristen”. Penerbitnya: Yayasan Pusat Penginjilan Alkitabiyah, PO Bos 1663/JKP Jakarta 10016.

Buku Islamic Invision dapat difahami dari dua sisi. Pertama, ia adalah cermin dari rasa permusuhan kalangan Kristen terhadap Islam yang tidak pernah berhenti. Kedua, ia adalah by-product dari frame-work kajian para Orientalis terhadap Islam.

Sebenarnya akar permusuhan terhadap Islam terletak pada hal yang sangat mendasar, yakni karena penolakan al-Qur’an secara tegas tentang penyaliban Nabi Isa dan konsep Trinitas. Penolakan ini berarti juga penafian terhadap keyakinan yang selama ini dipegang erat oleh kaum Kristiani. Jadi akarnya terdapat di dalam al-Qur’an. Para ulama terdahulu menulis karya-karya yang mengkritik keyakinan Kristen tersebut. Al-Ghazali misalnya menulis Kitab al-Radd al-Jamil Li Ilahiati Isa bi Sarih al-Injil, Ibn Taymiyyah juga menulis Kitab al-Jawabal-Sahih liman man Baddala Din al-Masih.

Robert Morey, Anish Shorrosh dan sebagainya, melakukan serangan terhadap Islam dengan cara yang kasar dan mudah dipahami kaum Muslim. Sebagian kalangan orientalis Yahudi dan Kristen mengambil cara yang lebih halus. Tujuannya sama saja, yakni memunculkan keraguan terhadap kaum Muslim atas agamanya sendiri. Cara kedua ini justru lebih berbahaya, sebab banyak memakan korban di kalangan cendekiawan Muslim.

Sebagai contoh, kita rujuk pernyataan Montgomery Watt, seorang Orientalis Inggeris yang juga menjadi salah satu rujukan Robert Morey. Ia dengan halus mengkritik dan meracuni pemikiran umat Islam dengan menyatakan bahwa jika umat Islam ingin maju dan memiliki posisi penting dalam dunia kontemporer maka mereka perlu mengadakan rekonstruksi intelektual yang berdasarkan pada pandangan hidup Islam dengan menghilangkan elemen-elemen yang salah dalam agama Islam. Untuk itu, sarannya, umat Islam perlu menggunakan metode historis dan literer, meskipun dengan itu mereka harus meninggalkan beberapa poin kepercayaan tradisional yang tidak penting dan sekunder.

Kepercayaan tradisional yang dimaksud Watt adalah penolakan al-Qur’an terhadap keyakinan Kristen bahwa Nabi Isa AS disiksa dan mati di tiang salib (QS an-Nisa:157). (lihat Islamic Fundamentalism and Modernity, London dan New York: Routledge, 1988, 88). Pandangan Watt jelas sekali menunjukkan suatu kesadaran yang sangat cerdas bahwa untuk mempertahankan kepercayaan penyaliban Nabi Isa AS dari serangan al-Quran ia menyuarakan penggunaan metode historis kepada umat Islam, agar al-Qur’an dapat diotak-atik sehingga menjadi berarti yang sebaliknya.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Memang upaya orientalis untuk merespon dan mematahkan pernyataan-pernyataan dari al-Quran ini terencana, “ilmiyah”, dan terus menerus. Tapi bagaimanapun ilmiyahnya, para orientalis itu berpijak pada pre-supposisi Barat. Artinya, prinsip dasar kajian mereka adalah penolakan terhadap kenabian Muhammad saw sebagai rahmat untuk seluruh umat manusia. Ini bisa dipahami, sebab dengan mengakui kerasulan Nabi Muhammad berarti mereka mengakui Islam sebagai agama terakhir.

Demikian pula dengan al-Quran. Mereka tidak mengakui al-Quran sebagai firman Allah, karena al-Quran memuat banyak kecaman terhadap doktrin-doktrin agama Yahudi dan Nasrani. Kandungan al-Quran yang mengkritik ajaran Yahudi dan Kristen seperti itu telah menuai reaksi balik sepanjang masa. Seorang Kaisar Bizantin, Leo III (717-741 M.), misalnya, telah menuduh al-Hajjaj ibn Yusuf al-Tsaqafi, seorang Gubernur di zaman kekhalifahan Abdul Malik ibn Marwan (684-704 M) telah mengubah al-Qur’an (Lihat Arthur Jeffery, “Ghevond’s Text of the Correspondence between Umar II and Leo III”, Harvard Theological Review, 269-332).

Peter, pendeta di Maimuma, pada tahun 743 menyebut Rasululllah saw sebagai nabi palsu. Yahya al-Dimasyqi atau dikenal juga sebagai John of Damascus (m. 750) juga menulis dalam bahasa Yunani kuno kepada kalangan Kristen ortodoks bahwa Islam mengajarkan anti-Kristus. John of Damascus berpendapat bahwa Muhammad adalah seorang penipu kepada orang Arab yang bodoh. Ia juga mengatakan Nabi Muhammad mengawini Khadijah agar mendapat kekayaan dan kesenangan. Ia juga menuduh Nabi Muhammad menyembunyikan penyakit epilepsinya ketika menerima wahyu dari Jibril. Bahkan Nabi Muhammad dianggap memiliki hobi perang karena nafsu seksnya tidak tersalurkan. (Daniel J. Sahas, John of Damascus on Islam: “The Heresy of the Ishmaelites” (Leiden: E. J. Brill, 1972, hlm. 67-95).

Seirama dengan John of Damascus, Pastor Bede dari Inggris yang hidup pada tahun 673-735 M berpendapat bahwa Muhammad adalah seorang manusia padang pasir yang liar (a wild man of desert). Bede menggambarkan Muhammad sebagai kasar, cinta perang dan biadab, buta huruf, status sosial yang rendah, bodoh tentang dogma Kristen, dan tamak kuasa, sehingga ia menjadi penguasa dan mengklaim sebagai seorang nabi. Apa-apa yang ditulis oleh Arthur Jeffery inilah yang menjadi rujukan Robert Morey.

Sikap menghina Nabi Muhammad saw berlanjut pada zaman pertengahan Barat. Pada saat itu, Rasulullah saw disebut sebagai Mahound, atau juga Mahoun, Mahun, Mahomet, di dalam bahasa Perancis Mahon, di dalam bahasa Jerman Machmet, yang sinonim dengan setan, berhala. Jadi, Muhammad bukan hanya sebagai seorang nabi palsu. Lebih dari itu, Ia merupakan seorang penyembah berhala yang disembah oleh orang Arab yang bodoh.

Pada zaman kelahiran kembali (Renaissance) Barat dan zaman Reformasi (Reformation) Barat, imej buruk terus berlanjut. Marlowes Tamburlaine menuduh al-Quran sebagai karya setan. Martin Luther menganggap Muhammad sebagai orang Jahat dan mengutuknya sebagai anak setan. Pada zaman Pencerahan Barat, Voltaire menganggap Muhammad sebagai fanatik, ekstrimis dan pendusta yang paling canggih. Biografi Rasulullah saw beserta al-Quran terus menjadi target. Snouck Hurgronje mengatakan: “Pada zaman skeptik kita ini, sangat sedikit sekali yang lepas dari kritik, dan suatu hari nanti kita mungkin mengharapkan untuk mendengar bahwa Muhammad tidak pernah ada (In our skeptical times there is very little that is above criticism, and one day or other we may expect to hear that Muhammad never existed).

Harapan Hurgronje ini selanjutnya terealisasikan dalam pemikiran Klimovich, yang menulis sebuah artikel diterbitkan pada tahun 1930 dengan berjudul “Did Muhammad Exist?” Dalam artikel tersebut, Klimovich menyimpulkan bahwa semua sumber informasi tentang kehidupan Muhammad adalah buat-buatan. Muhammad adalah fiksi yang wajib karena selalu adanya asumsi bahwa setiap agama harus mempunyai pendiri.

Penulis Direktur INSTSIS dan penulis kolom di hidayatullah.com

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Komodo, Mobil Penjelajah untuk Para Dai Pedalaman
Tulisan selanjutnya Usai Berdamai, Tarakan Kembali Normal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet

Berita
8 Juni 2026 18:30
Polisi ‘Israel’ Rekrut Aktivis Zionis untuk Perkuat Kehadiran Yahudi Masjidil Aqsha
Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
Suriah Buru Pelaku Kejahatan Perang, Eks Komandan Assad Ditangkap
MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola

Terbaru

  • Kemendikdasmen Siapkan Kurikulum PAUD untuk Dukung Program Wajib Belajar 13 Tahun
  • MUI Kembali Dorong Undang-Undang Ketahanan Keluarga untuk Perkuat Fondasi Bangsa
  • Jenderal ‘Israel’ Naik Pangkat Usai Bunuh Anak Palestina, Kini Dipecat karena Skandal Moral
  • Haedar Nashir: Reformasi Pendidikan Harus Bertumpu pada Tradisi Ilmu dan Kebijakan yang Berkelanjutan
  • Timur Tengah Kian Memanas, Iran Tutup Wilayah Udara usai Serangan ke ‘Israel’
  • BPJPH Dorong Pelaku Usaha Urus Sertifikat Halal Jelang Wajib Halal 2026
  • Emil Salim Dorong MUI Perluas Dakwah Ekologis ke Kalangan Menteri Kabinet
  • Turki: Insya Allah Kita akan Saksikan Pembebasan Baitul Maqdis
  • MUI: Kasus Hukum di BGN Harus Jadi Momentum Perbaikan Tata Kelola dan Integritas Pengelola
  • Penjajah ‘Israel’ Lancarkan Serangan di Berbagai Wilayah Gaza, 10 Orang Syahid

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?