Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Kasus “Tolitoli” dan Kepedulian Dakwah Remaja

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 18 April 2013 08:54 8:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 18 April 2013 08:54
Bagikan
Bagikan

Oleh: Burhan Sodiq

DUNIA gempar, masyarakat kaget bukan kepalang, saat beberapa anak muda Tolitoli bergurau dengan cara melecehkan gerakan shalat. Beberapa remaja putri di sebuah SMU di Tolitoli telah melakukan tarian tidak senonoh dan dinillai ‘melecehkan’ shalat. Mereka melakukan gerakan ala harleem shake dengan menggunakan bacaan-bacaan shalat diiringi musik disco dan joget. Kontan saja video yang mereka unggah di internet menimbulkan reaksi keras. Bahkan pihak sekolah mengeluarkannya dan yang bersangkutan tak bisa ikut ujian UN. Sungguh kasihan, siapa mengira, hanya sebuah gurauan yang sesungguhnya tidaklah lucu, justru berujung masa depan dan musibah bagi keluarga mereka.

Ketua Persaudaraan Dai Indonesia (Pos Dai) Shohibul Anwar menyebutkan Kepolisian dan Kemendiknas harus memberi teguran pada pihak sekolah agar kasus seperti ini tidak berulang, dan hal-hal berkaitan dengan agama tidak jadi senda-gurau.

Hal ini diamini pihak sekolah dengan mengeluarkan kelima siswi itu tanpa ampun. Mereka tidak bisa mengikuti UN yang seharusnya menjadi pintu gerbang kelulusan mereka. Bahkan kepolisian sudah memberkaskan mereka dengan ancaman 5 tahun penjara.

Ada Apa Dengan Remaja Kita?

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Mungkin ada banyak tanya di benak kita, kenapa kelima remaja itu sangat berani mengolok olok ajaran agama?

Secara umum remaja memang suka meniru. Tren harlem shake memang sedang ramai dibicarakan. Dikenalkan lewat media internet yang di negeri ini sangat luar biasa bebas. Atas nama salah satu pilar demokrasi, maka kebebasan pendapat diartikan dengan kebebasan mengakses seluruh konten internet. Termasuk salah satunya adalah kebebasan mengunduh video video tidak mendidik bagi kesehatan mental mereka.

Maka sangat mudah bagi remaja untuk melakukan tiruan tiruan. Diperkuat lagi dengan sikap megalomania, yaitu akan merasa hebat dan percaya diri kalau berada di tengah tengah kelompoknya. Seorang anak mungkin akan berpikir seribu kali melakukan pelecehan shalat seperti itu. Tetapi ketika dia berada di kelompoknya, mendapat sorak sorai dari teman temannya dia akan semangat untuk melakukan candaan yang berbahaya itu.

Di sisi yang lain, anak muda sekarang terlalu banyak dibanjiri oleh fasilitas hiburan daripada fasilitas pendidikan. Apa daya pendidikan agama yang hanya diajarkan sepekan sekali selama dua jam? Apakah sangat imbang dengan hiburan yang menyapa mereka dalam waktu 24 jam.

Mereka bisa mendapat hiburan dari beraneka macam cara. Tetapi untuk asupan rohani mereka dapat darimana? Hanya dari pelajaran agama di sekolah saja. Di televisi tidak ada pengajian khusus buat remaja. Di masjid acara acara remaja juga tidak ada yang berkembang.

Perusahaan riset Nielsen menyatakan potensi besar pelanggan telekomunikasi pada remaja usia 15-19 tahun, karena pertumbuhan pengguna seluler pada usia itu mencapai 70%. Proyeksi Nielsen itu berdasarkan penelitian yang dilakukan di sembilan kota yaitu Jakarta, Semarang, Surabaya, Yogyakarta, Medan, Palembang, Makassar, dan Denpasar.

Berdasarkan penelitian tersebut, tingkat penetrasi pengguna ponsel pada 2010 mencapai 54% atau naik dibandingkan dengan tahun sebelumnya sebanyak 48%. Total penduduk di sembilan kota tersebut sebanyak 45 juta orang sehingga dengan penetrasi pengguna ponsel di wilayah itu sebesar 54%, maka penduduk yang telah memiliki ponsel sebanyak 24,3 juta orang. Associate Director-Client Leadership Telecom Practice The Nielsen Company Viraj Juthani mengatakan penetrasi pengguna ponsel sebesar 54% tersebut merupakan rata-rata dari sembilan kota. Dia menjelaskan pertumbuhan peengguna ponsel pada usia remaja yang paling besar dalam 5 tahun terakhir dibandingkan dengan golongan usia lainnya.

Mereka lah yang selama ini menjadi pengguna sejati layanan data yang mondar mandir di selular mereka. Mereka biasa SMS, telepon, dan bertukar foto serta film. Maka tidak jarang yang kemudian salah menggunakan teknologi ini. Terlalu bebas membuat mereka hilang ingatan dan tidak bisa menggunakannya secara bertanggungjawab.

Perhatikan Remaja Lebih Intens Lagi

Kasus Tolitoli ini menampar muka kita. Sudah seharusnya kita mulai melihat lagi sejauh apa perhatian kita kepada para remaja. Saatnya menghidupkan program remaja di masjid masjid kita. Mengenalkan dan mempererat hubungan remaja dengan islam dan kegiatannya. Mereka boleh jadi bukan sebagai inisiatornya, tetapi mereka bisa menjadi penggiatnya, pemakmurnya.

Mengusulkan kepada lembaga dakwah remaja untuk berperan aktif di media televisi merancang program dakwah remaja yang menarik. Sehingga mereka bisa tertarik dengan Islam di awal awal persentuhan mereka dengan program itu. Begitu banyak lembaga dakwah remaja dan pelajar. Bagaimana mereka tidak bersikap ekslusif tetapi mau bersikap inclusif.

Kemudian mengusulkan kepada pemerintah untuk melihat kembali kebebasan arus informasi di Indonesia atas nama kebebasan berekspresi dan berpendapat. Terutama melakukan sensor ketat terhadap informasi sampah yang hanya akan memperkeruh pendidikan karakter bangsa ini. Karena pengaruh audio visual lebih kuat kesannya daripada media yang lainnya.

Sekaligus yang terakhir, merekomendasikan kepada pihak yang terkait untuk menambah jam pelajaran agama. Meskipun tidak selalu dengan pemberian materi pelajaran, tetapi bisa dengan materi penunjang kesalihan mereka. Karena kalau hiburan tidak dibendung dan tidak diimbangi maka proses perusakan moral ini akan terus berlangsung.*

Penulis Buku Remaja Islami

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Miss World = Mis-akidah?
Tulisan selanjutnya Anggota DPR Sesalkan Kasus Video Permainkan Gerakan Shalat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Berita
4 Juni 2026 08:06
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?