Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Tantangan Ibadah TKW/BMI Muslim di Hong Kong

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Mei 2013 08:09 8:09 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Mei 2013 08:09
Bagikan
Bagikan

Oleh: Mimi Jamilah Mahya

IMPIAN untuk mengais rizki di Hong Kong adalah dambaan setiap Buruh Migran Indonesia (BMI) atau Tenaga Kerja Wanita (TKW )Indonesia, karena di negeri inilah mereka mendapatkan udara bebas berlibur dan mengekspresikan gaya hidup modern di kota metropolitan.

Impian ini mereka bayangkan saat melihat teman-teman mereka yang pulang kampung, yang telah menyerap budaya Hong Kong dengan pakaian yang serba fashionable, seperti berpakaian ketat dan mini, berambut pirang, berjaket kulit dan berkaca mata hitam.

Sesampainya di Hong Kong rupanya impian tak semulus kenyataan yang mereka alami. Selain menunggu masa training di PT selama berbulan-bulan, setelah di Hong Kong pun mereka harus beradaptasi dengan majikan yang baru. Beradaptasi dengan karakter majikan, dengan bahasa, dan budaya, serta yang paling penting mereka beradaptasi dengan sulitnya melaksanakan ibadah.

Untuk berwudhu di kamar mandi saja, mereka dipantau oleh majikan. Mereka tidak boleh sering bolak-balik ke toilet. Karena mereka menganggap bahwa bayar airnya mahal. Dan juga karena salah satu budaya mereka adalah beristinja dengan tissu, bukan dengan menggunakan air. Maka penggunaan air sangat dibatasi. Begitulah penuturan beberapa pengalaman teman-teman BMI, yang sering curhat dan bercerita kepada kami.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Selain sulitnya berwudhu, mereka juga tidak dibolehkan melaksanakan shalat. Selain mereka mengganggap takut membuang waktu, majikan mereka juga beralasan takut kalau Tuhan yang mereka sembah akan bertengkar dengan Tuhan yang kita sembah.

Ditambah lagi umumnya orang Hong Kong takut kalau melihat pakaian serba putih, seperti mukena. Karena pakaian putih identik dengan kematian. Bahkan pernah ada satu cerita, saking takutnya seorang bobo (nenek) melihat pembantunya memakai mungkena, maka sang bobo (nenek) tersebut langsung meninggal karena terkejut.

Kesulitan lain yang juga mereka hadapi adalah berpuasa di bulan Ramadhan. Alasan orang Hong Kong melarang pembantunya berpuasa karena takut kalau mereka tidak bertenaga dan tidak bisa bekerja, takut jatuh sakit atau bahkan takut kalau mereka meninggal karena tidak makan. Jika pembantu sakit itu akan merepotkan mereka. Jika mereka meninggal, mereka takut disalahkan atau dituduh.

Kendala lain adalah jilbab. Meski jilbab telah berkibar di hari Ahad di beberapa tempat sekitar Hong Kong, namun masih ada para BMI yang juga tidak diperbolehkan mengenakan jilbab saat ingin keluar rumah.

Biasanya mereka membawa baju muslimah dari rumah, dan kemudian memakainya di dalam toilet masjid. Begitupun saat pulang mereka akan menggantinya lagi dengan pakaian pendek.

Untuk menangani kesulitan ibadah seperti ini, biasanya teman-teman mencuri-curi waktu, bahkan melaksanakan shalat di toilet, atau mereka biasanya merapel shalatnya di waktu tengah malam, saat pekerjaan rumah telah selesai.

Kami sendiri senantiasa berusaha memotivasi mereka untuk dapat melaksanakan shalatnya dengan cara menjamaknya, jika tidak, melaksanakan shalat dalam keadaan dharurat atau terdesak, dengan segala kemungkinan yang mereka dapat usahakan.

Adapun untuk berpuasa, KJRI dan Islamic Union (IU) telah bekerja sama untuk membuat surat keterangan tentang pentingnya puasa Ramadhan bagi kaum Muslim untuk dapat disosialisasikan kepada pihak majikan masing-masing. Itulah di antara tantangan yang dihadapi oleh TKW Muslim di Hong Kong saat ini.

Menurut data, jumlah TKI Indonesia di Hongkong tahun ini sekitar 146.000 orang. Jumlah tersebut menjadi tenaga kerja asing terbanyak di Hongkong, disusul Filipina dengan 130.000 orang. Yang menarik, mayoritas TKW beragama Islam. Nah, ditunggu peran pemerintah dan lembaga-lembaga keagamaan seperti MUI, Muhammadiyah, NU dan Ormas lain ikut berperan dalam urusan ibadah ini.*

Penulis adalah pekerja da’wah, kini mengajar dan memberikan pelayanan konsultasi agama di Masjid Ammar Wanchai & Islamic Union of Hong Kong

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Perempuan Lebih Tinggi Resiko Kematian akibat Rokok dan Alkohol
Tulisan selanjutnya Mensos Pulangkan 354 Eks WTS, Berharap Tutup Dolly Tahun Ini

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Berita
18 Juli 2026 11:26
Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
Hukuman Mati In Absentia Bagi Pemimpin RSF Mohamed Hamdan Daglo

Terbaru

  • SPI Himpun Lembaga Dakwah Perkuat Bela Palestina
  • Belgia Resmi Larang Impor Barang dari Permukiman Ilegal ‘Israel’
  • Obituari: Zeyd Baktir, Penggerak Sunyi di Jalan Dakwah
  • Masjid Jadi Sasaran, Pemukim ‘Israel’ Lanjutkan Aksi Pembakaran di Tepi Barat
  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?