Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Pemerintah Baru Lengah dengan Komunis?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2015 06:44 6:44 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2015 06:44
Bagikan
Masyarakat Jember - Jawa Timur dihebohkan dengan maraknya simbol-simbol PKI
Bagikan

Oleh: Munir Sokheh

AKHIR-AKHIR ini banyak fenomena terjadi berkaitan dengan munculnya simbol-simbol Partai Komunis Indonesia (PKI) dan usaha-usaha rekonsiliasi padanya.

Belum lama ini, bertebaran simbol ““Palu Arit”” yang terpampang di salah satu tempat di kota Jember juga di kota Bangkalan Madura dalam suatu acara perayaan.

Pemakaian lambang “Palu Arit” oleh sebagian selebritis dan kaum muda, Bahkan Luhut Panjaitan dengan entengnya menanggapi maraknya gambar “Palu Arit” dengan perkataannya: “Kemunculan simbol “Palu Arit” bukan hal yang aneh”.

Munculnya film-film yang berbau toleran atau pembelaan terhadap faham komunis, seperti film yang berjudul “Senyap” yang menggambarkan PKI sebagai korban dan ABRI serta rakyat berada di pihak yang salah.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Juga penerbitan buku yang berjudul: “Aku Bangga Jadi Anak PKI” karangan politikus PDIP Ribka tjitaning yang sempat menimbulkan kontroversi karena diberi kata pengantar mendiang Gus Dur.

Padahal dulu itu Wapres Hamzah Haz meminta kepada Kejaksaan Agung (Kejagung) untuk menyita buku ini, karena dianggap menyebarkan paham komunis ke masyarakat.

Selanjutnya adanya upaya sistematis penghapusan penghapusan Tap. MPRS No. XXV/1966 tentang peraturan pelarangan Komunis. Tak cukup itu saja, sejarah pengkhianatan PKI dalam kurikulum sekolah mulai dieliminasi.

Di sekolah SD yang tadinya ada sejarah G 30 S/PKI sekarang raib sehingga anak-anak kita tidak mengenal PKI itu seperti apa. Juga penghentian pemutaran film G 30 S/PKI dari TVRI membuat masyarakat jadi lupa akan masa lalu PKI.

Sungguh aneh di era Joko Widodo (Jokowi) usaha-usaha membangkitkan PKI dan ide-ide komunis dilakukan semakin masif dan gencar. Kerja sama bilateral antara Indonesia dan China semakin kuat. Bantuan ekonomi kepada Indonesia oleh China cukup banyak. Ribuan orang China akan didatangkan ke Indonesia dengan sangat mudah.

Begitu hebatnya tekanan-tekanan komunisme melalui para pemimpin dan pejabat bangsa Indonesia. Sadar atau tidak sadar mereka telah berkomplot dengan asing komunis untuk menghancurkan ideologi bangsanya sendiri di Indonesia yang berdasar Pancasila untuk menjadi negara “tak bertuhan”.

Wacana rekonsiliasi terhadap sesama anak bangsa dengan keluarga PKI yang semakin gencar disuarakan oleh JK menambah keruhnya situasi. Dan wacana rekonsiliasi ternyata tidak hanya datang dari elit-elit negara, akan tetapi juga datang dari elit Ormas NU yang dipelopori oleh Dr Said Agil Sirad. Saat ini dia getol menyuarakan pentingnya rekonsiliasi sesama anak bangsa bersama keluarga PKI.

Dalam perkataannya di salah satu  media TV yang membahas komunisme, dia mengatakan:  “Yang sudah ya sudah. Sekarang mari kita rekonsiliasi bersama anak bangsa.”

Bangsa dan umat Islam Indonesia akan diajak untuk melupakan PKI. Sejarah gelap dan aksi PKI pada tahun1948 dan1965 terhadap bangsa dan umat Islam Indonesia sudah sangat jelas. Sejarah adalah pelajaran berharga. Kita tidak boleh terseret arus faham-faham dan pemikiran sesat dan menyesatkan yang ditiupkan oleh sebagian pengkhianat-pengkhianat agama dan bangsa dari kalangan pejabat negara atau pejabat agama.

Mereka telah mabuk dengan gemerlapnya harta dan tahta. Sudah tidak ada lagi rasa cinta tanah air dan ghirah membela Islam dalam jiwa dan lubuk hati. Yang ada hanya kerakusan kepada dunia. Tidak peduli Islam dan bangsa ini hancur dalam kekuasaan kaum kafir. Umat Islam dan bangsa Indonesia harus bersatu melawan rencana busuk ini. Mereka tidak boleh diberikan peluang sedikitpun untuk merusak NKRI bersama para musuh. Melawan segala penciptaan opini publik yang seakan-akan PKI bukanlah suatu kejahatan melainkan korban dari kejahatan, sehingga TNI dan umat Islam adalah pihak yang harus disalahkan.

Bahaya laten PKI harus terus diwaspadai oleh bangsa dan umat Islam Indonesia. Tidak boleh ada toleransi dan pembiaran sama sekali  terhadap gerakan-gerakan kebangkitan komunis di Indonesia sekalipun banyak tokoh dan pimpinan bangsa Indonesia mulai bergeser moralnya menjadi pengikut loyalis yang mengabdi pada kepentingan bangsa asing. Semoga bangsa dan negara Indonesia diselamatkan oleh Allah swt dari segala upaya yang mengancam NKRI kita tercinta. Amin.*

Penulis adalah pengajar di Pesantren Darul Ihya’, Bangil, Jawa Timur

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Partai Komunis IndonesiapemerintahPKI
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Anggota DPR Duga Keterkaitan Munculnya Simbol Palu-Arit dengan Niat Pemerintah Maafkan PKI
Tulisan selanjutnya Jomblo Bertambah, Saudi Tentukan Batas Mahar Wanita 50.000 Riyal

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Matinya Lindsey Graham, Senator AS Paling Vokal Bela ‘Israel’

Berita
13 Juli 2026 18:00
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
INDEF: Bank Emas Berpotensi Besar Dorong Keuangan Syariah, Indonesia Masih Belum Tergarap
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?