Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Subliminal Message Di Balik Iklan Rokok

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 21 Agustus 2015 14:12 2:12 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 21 Agustus 2015 14:12
Bagikan
Visualisasi sebuah iklan rokok di TV [Ilustrasi].
Bagikan

 

Oleh: Novi Arian

MESKI Standar Program Siaran (SPS), siaran iklan dilarang memperagakan wujud rokok juga dilarang tayang di luar pukul 21.30-05.00, di beberapa stasiun televisi, masih ada iklan rokok.

Iklan rokok masih menjadi magnet media massa untuk meraup iklan. Bahkan menurut AC Nielsen Media Research, belanja iklan rokok di negeri kita menduduki peringkat (rating) kedua sebesar Rp 100 triliun (2012), naik berlipat ganda dibanding 2007 sebesar Rp 1,5 triliun. Iklan rokok di televisi kita saat ini terbilang cukup signifikan, yakni mencapai 5 persen dari total belanja iklan, terutama free to air (FTA) TV. Bayangkan, dari 10 TV FTA di Indonesia pada 2014, belanja iklan mencapai Rp 15 triliun. Porsi iklan rokok yang mencapai 5 persen dari total belanja iklan itu berarti sekitar Rp 750 miliar.

Riset Media Partners Asia Database (2014-2015) mengestimasi belanja iklan bersih di Indonesia tahun ini mencapai US$ 3 miliar atau Rp 39 triliun (di semua jenis media), dengan iklan rokok memberikan kontribusi sekitar 4,6 persen. [tempo.co, Larangan Iklan Rokok di Televisi, Kamis, 28 MEI 2015]

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Baru-baru ini, secara tidak sengaja  saya melihat iklan rokok. Secara teknis, sebenarnya materi iklan kurang berhasil membangkitkan awareness buat saya yang bukan perokok.

Kalau kebanyakan audience seperti saya yang lupa merek tapi ingat narasi. Apakah berarti iklan tadi tidak berhasil atau justru  sebaliknya?

Dalam dunia advertising ada istilah yang disebut dengan “subliminal message”.  Iklan rokok memang tidak menampilkan bentuk batang rokok yang menggoda, kemasan rokok, atau penampakan pria maskulin yang merem-melek menikmati gurihnya nikotin, bahkan nama merek saja tidak mendapatkan penekanan berarti dalam tayangan sekitar 30 detik itu.

Team product development mereka tahu betul, bahwa jualan rokok sebenarnya bukan hanya soal rasa atau bentuk. It’s more about value!

Nah, value inilah yang coba disampaikan merasuk ke dalam alam bawah sadar melalui teknik yang disebut subliminal message tadi. Konon efeknya lebih efektif dan permanen, apalagi kalau dilihat secara berulang-ulang.

Misalnya dalam iklan disampaikan kalimat  seperti ini; “Jangan biarkan dunia mengaturmu, hidupmu terlalu berharga untuk mengikuti alur orang lain.”

Visualisasinya begini: Sekumpulan  anak muda bergotong-royong melakukan kegiatan yang tak masuk akal, seperti memindahkan rumah atau gunung.  Kalau diperhatikan, value yang yang mereka ajak sebenarnya mudah ditebak “kebebasan dan perlawanan secara bersungguh-sungguh”.

Lalu kenapa produsen rokok perlu menyampaikan value itu?

Memang  tantangan terbesar industri rokok saat ini adalah masivenya kampanye anti rokok  seiring dengan meningkatnya kesadaran masyarakat akan pentingnya kesehatan. Itulah kompetisi sesungguhnya buat mereka. Value “perlawanan dan kebebasan”  adalah bentuk anti-campaign yang disampaikan secara halus dan tersembunyi kemudian coba dimasukan melalui alam bawah sadar kita. Sebagian bahkan merasa iklan rokok pesannya lebih baik daripada iklan produk lain yang dianggap kurang mendidik.

Padahal, value kebersamaan dan perlawanan dalam iklan rokok adalah bentuk abstrak dari kalimat “Merokoklah atau tetaplah merokok,  Jangan mau diatur, jangan mau ikut-ikutan!”

Itulah tujuan pesan sebenarnya dari iklan rokok yang kebetulan saya lupa namanya.

Sebuah artikel ilmiah mengklasifikasikan industri rokok di negara maju sebagai bagian dari kategori “Sin Industry” seperti layaknya industri prostitusi atau pornografi. Alasannya ada, setelah melakukan survey kepada sejumlah perokok, peneliti menemukan bahwa para perokok di sana merasa hidup dalam kesendirian, asosial, semacam terisolasi dari lingkungan.

Survey sejenis juga menunjukan bahwa bahkan mereka para perokok punya rasa malu meskipun dengan sesama perokok sendiri ketika mereka merokok di depan umum.

Itulah mengapa advertiser rokok di sana lebih menekankan value “ketenangan dan bangga dalam kesendirian”. Perhatikan deh iklan rokok Marlboro, “Kamu tetap keren walaupun kesepian” itu pesannya.

Ini berbeda dengan gaya iklan rokok di sini, sebagian produsen malah vulgar menekankan value “kebersamaan”.

Kalau di sana orang yang malu merokok dibangkitkan kebanggaannya, di sini (di Indonesia) orang malah diajak ramai-ramai melawan rasa malu.

Selain iklan yang saya ceritakan di atas, masih ingat kan,  tagline produk rokok yang bunyinya, “Asyiknya rame-rame” ? Nah, kurang lebih value yang ditawarkan sama:

“Yuk, kita bersama-sama melawan (kampanye anti rokok)”!

Jadi, selama iklan rokok ada, jangan heran kalau industri rokok di sini akan tetap tumbuh subur, karena value yang dibentuk (lewat iklan) telah secara empiris terbukti merubah sikap dan perilaku manusia dimana dampaknya bisa lebih kuat dari rasa malu bahkan akal sehat sekalipun.*

Penulis pemerhati marketing, mahasiswa pascasarjana UI tinggal di Depok

 

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:iklan rokokmerokok
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya anggaran permendikbudristek 30 Gelombang 1 Sudah Berangkat, Urusan Visa Belum Tuntas
Tulisan selanjutnya Ulama Dalam Kemerdekaan dan Pembangunan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Feature

Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Feature
13 Juli 2026 06:38
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?