Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Back To Basics

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 12 April 2021 22:27 10:27 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 12 April 2021 22:27
Bagikan
Bagikan

Oleh: Daniel Mohammad Rosyid

Hidayatullah.com | MERENUNGKAN sikon umat Islam saat ini, para aktifis gerakan dan dakwah Islam sebaiknya mulai memikirkan untuk back to basics and fundamentals. Inna illahi wa inna ilayhi raaji’uun.

Yahudi radikal tidak lagi menggunakan Ksatria Templar Perang Salib untuk mengalahkan Islam, tapi menggunakan cara lain yang lebih canggih, yaitu kadzdzaba wa tawalla (96:13). Langkah pertama mereka adalah menciptakan body of knowledge islamisme dengan memasukkan kerangka epistemologi platonik untuk memahami al Qur’an.

Langkah ini disusupkan dalam kerangka pikir Ghazalian yang berkembang ke Timur. Ini disebut Al Qur’an sebagai proyek kadzdzaba (2:79) yaitu yaktubuun al kitaab bi aydiihim tsumma yaquluuna haadza min ‘indi Allah liyastaruu bihi tsamanan qaliilan.

Menulis teori buatan sendiri lalu mengatakannya sebagai berasal dari Allah sekedar untuk memperoleh uang recehan. Penyelewengan ini telah dikenali oleh Iqbal 90 tahun silam dalam The Reconstruction of Religious Thoughts in Islam (1930).

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Langkah kedua adalah memperkenalkan kerangka epistemologi aristotelian untuk mencuri subtansi kandungan Al Qur’an sambil mengubur al-Qur’an dalam semua wacananya. Hal ini disusupkan ke dalam kerangka pikir Ibnu Rusydian yang dikembangkan di Barat melalui Roger Bacon yang menghadiri kuliah Ibnu Rusyd di Cordoba. Kedua agenda itu dinamakan Al-Qur’an sebagai proyek tawalla (2:42) yaitu talbisuunal haq bil baathil wa takmuunal haq wa antum ta’lamuun.

Kedua proyek itu menjungkirbalikkan pemahaman Al-Qur’an sekaligus memporakporandakan Rukun Iman dan sekaligus Rukun Islam (4:46). Ini disebut juga proyek menjauhkan Al-Qur’an dari kesadaran manusia yang telah dikhawatirkan Rasulullah ﷺ (25:30). Tidak menjauhkan mushaf al qur’an dari para pembelajar Al-Qur’an, tapi memutar balikkan maknanya.

Perlu diingat bahwa Yahudi radikal mengenal Muhammad Rasulullah ﷺ seperti mengenal anak mereka sendiri (2:146).  Bagitulah addiin al Islam diartikan sebagai agama Islam dalam makna sekuler dimana politik dan ekonomi dibersihkan dari agama.

Pada saat iman dipahami hanya soal kepercayaan atau keyakinan tentang adanya Allah, malaikat, rasul, kitab suci, qiyamat dan taqdir, maka syahadah pun dimaknai sekedar mengucap dua kalimah syahadat, sholat sebagai sembahyang, shaum sebagai puasa, zakat sebagai pekerjaan kegiatan karitatif sementara hidup dalam riba, dan haji sebagai tamasya spiritual. Alam pikir inilah yang menyebabkan kenyataan pahit kehidupan ummat Islam hari ini yang banyak dalam jumlah, tapi sedikit dan terbelakang dalam peran. Bak buih di laut karena cinta dunia dan takut mati.

Padahal addin al Islam adalah rancangan sistem tatanan hidup dengan asy syahadah sebagai subsistem pembinaan pendidikan, ash sholat (dan nikah) sebagai subsistem pembinaan diri, dan keluarga muslim, ash shaum sebagai subsistem pembinaan pertahanan, az zakat sebagai subsistem pembinaa ekonomi, dan al haj sebagai subsistem pembinaan politik dan hubungan antar-bangsa. Pembinaan masyarakat muslim dipusatkan melalui institusi masjid, bukan petugas partai politik di  istana, untuk membentuk sebuah madiinah yang masyarakatnya  majemuk.

Perubahan dari sistem jahiliy ke sistem madiinaty memerlukan kepemimpinan, nilai, sumberdaya, mekanisme kerja dan struktur yang diorganisasikan dengan tujuan yang jelas dan  dikelola oleh personil yang kompeten (jujur, peduli, cerdas dab amanah).

Sayyidina Ali mengatakan bahwa kebathilan yang diorganisasikan dapat mengalahkan kebenaran yang kocar-kacir. Jika Tjokroaminoto telah belajar dari Diponegoro tentang politik Islam, ada baiknya kita belajar lagi ke pangeran Yogya itu.*/Labuanbajo, 12/4/2021

Pendiri Rasyid Colllege of Art

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:back to basicGerakan Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia dan Singapura Umumkan Mulai Berpuasa Selasa 13 April
Tulisan selanjutnya Muslim Bangsamoro Ramadhan Muslim Bangsamoro Akan Mulai Berpuasa Ramadhan pada 13 April

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Audiensi antara Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) RI bersama Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) RI dalam membahas potensi dan tata kelola pelaksanaan dam Haji di Indonesia, termasuk peluang pemanfaatan daging dam bagi masyarakat yang membutuhkan di Jakarta, Rabu (292026). ANTARAHO-Baznas RI
Berita

Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air

Berita
3 September 2026 15:08
Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
UEA Bantah Laporan Serangan di Pangkalan Udara Al Minhad
Laporan: 370 Anak-Anak Palestina Masih Ditahan di Penjara ‘Israel’
Pelacur Thailand akan Kedatangan Pelanggan Potensial 5 Ribu Tentara Amerika

Terbaru

  • Nasib Pelajar Palestina di Wilayah Penjajahan, Dipaksa Ikuti Kurikulum ‘Israel’
  • Menteri ‘Israel’ Akui Terus Godok Rencana Pengusiran Warga Palestina dari Gaza
  • Temui Kemenhaj, Baznas Upayakan Dam Haji 2027 Jamaah Indonesia Dilaksanakan di Tanah Air
  • Trump Akui Perangi Iran demi Lindungi ‘Israel’ dan Barat
  • 70 Guru Palestina Tak Diberi Izin, Seluruh Sekolah Kristen di Yerusalem Hentikan Pembelajaran
  • Geng Kriminal Dukungan ‘Israel’ Culik Petinggi Hamas
  • Sertifikasi Halal Restoran Bisa Dimulai dari Outlet yang Siap
  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?