Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Banda Aceh Melawan Tatanan Dunia Baru

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 4 Januari 2016 08:13 8:13 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2016 06:50
Bagikan
Aparat merazia sebuah karaoke sebelum Tahun Baru
Bagikan

Oleh: Teuku Zulkhairi

TATANAN dunia baru (The New World Order) adalah sebuah model dunia dan sistemnya  yang dirancang para pengikut dajjal dari kalangan zionis Yahudi, jaringan Freemason dan organisasi rahasia Iluminati.

Mereka menyiapkan tatanan dunia baru dengan Dajjal sebagai bos besarnya, Yahudi sebagai pembantu utamanya dan para syaitan serta jin kafir sebagai tentara mereka.  Maka jangan heran jika dewasa ini kita bisa melihat simbol mata satu ada dimana-mana. Dimunculkannya berbagai simbol mata satu ini merupakan persiapan mereka menyambut datangnya Dajjal yang dalam berbagai hadis disebut oleh Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wassallam sebagai fitnah terbesar bagi umat Islam di akhir zaman.

Tatanan dunia baru ini anti terhadap nilai-nilai apapun selain dari nilai yang mereka bangun. Untuk itu semua agama dirusak, dan Islam menjadi agama Samawi yang tidak bisa dirusak oleh sebab kemurnian Alquran dijaga oleh Allah Subhanahu Wata’alavia para para penghafal Al-Qur’an (Huffazh, semoga Allah Subhanahu Wata’alameridhai mereka).

Untuk terwujudnya tatanan dunia baru ini, mereka menawarkan dan atau bahkan memaksakan berbagai macam ideologi mereka seperti kapitalisme, Sosialisme, Liberalisme, demokrasi yang bablas, dan Pluralisme kepada masyarakat dunia sebagai jawaban berbagai persoalan hidup yang dialami manusia, ideologi-ideologi ini dikesankan seolah sebagai jalan hidup yang akan memberi keselamatan dan kebahagiaan. Dan pembohongan ini semakin mudah dilaksanakan via jaringan media besar dunia yang dikuasai Yahudi.  Segala yang bertentangan dengan nilai-nilai ini akan digambarkan sebagai sesuatu yang buruk sekali sehingga tidaklah mengherankan jika banyak yang tertipu. Mereka cukup intens mempropagandakan imej negative bagi nilai-nilai Islam.Padahal, tidak diragukan lagi bahwa mereka sebenanya dengan ideologi ini mereka sedang membohongi umat manusia.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Kenapa mereka perlu menawarkan atau memaksakan ideologi-ideologi atau nilai-nilai yang mereka bangun kepada manusia? Karena kepenguasaan dajjal  atas manusia akan ditandai dengan kepenguasaan terhadap sistem kehidupan yang dianut manusia, dimana lewat sistem ini manusia ditipu secara besar-besaran. Perhatikan ayat Allah Subhanahu Wata’alaberikut ini: “Iblis berkata : wahai rabbku oleh karena engkau telah telah sesatkan aku, aku akan menghiasi (kejahatan) bagi mereka di muka bumi dan aku akan sesatkan mereka semuanya, kecuali orang-orang mukhlash (yang ikhlas) di antara mereka.” (Q.s al-Hijr 39-40 ).

Aceh dibully
Salah satu bentuk melecehkan Syariat Islam di Aceh

Dan kenapa misalnya setiap nilai-nilai yang berasal dari Islam, ideologi atau model kehidupan Islami akan selalu dikesankan sebagai buruk sekali? Karena implementasi nilai-nilai ajaran Islam oleh umat Islam di satu sisi akan mematahkan hegemoni sistem dajjal yang bermakna kegagalan syaitan memperdaya manusia. Sementara di sisi lain, implementasi nilai-nilai ajaran Islam akan mendatangkan keberkahan Allah Subhanahu Wata’ala kepada manusia, baik dari langit dan juga dari bumi. Jadi, di situlah pentingnya sebagai muslim kita berjuang merealisasikan ajaran Islam sekuat tenaga yang kita miliki, semaksimalnya.

Beberapa sistem Islam bahkan diakui keungggulannya oleh non Muslim, seperti sistem ekonomi Islam yang anti ribawi. Jadi, sekali lagi, implementasi ajaran Islam akan mendatangkan keberkahan dari Allah, baik keberkahan dari langit maupun dari bumi. Ini janji Allah.

Kenapa Aceh Dihina?

Lalu apa kaitannnya dengan Banda Aceh?  Kenapa Banda Aceh kita sebut versus tatanan dunia baru? Ya, kita sebut versus tatanan dunia baru karena beberapa nilai yang diterapkan di sini berbenturan dengan nilai-nilai tatanan dunia baru tersebut. Oleh sebab itu, ketika kita berbeda dari nilai-nilai dan atau ideologi tatanan dunia baru ini, janganlah heran menyaksikan banyak cibiran menerpa.  Kenapa? Karena kita sedang berbeda dari nilai mainstream penduduk bumi umumnya yang terpedaya dengan tatanan dunia baru ini.

Ketika misalnya Banda Aceh tidak merayakan tahun baru masehi yang mana perayaan ini merupakan salah satu gaya hidup dalam tatanan dunia baru (memalingkan manusia dari mengingat kematian), tidaklah mengherankan jika kita akan dicaci dan dihina seperti yang dilakukan Ketut Agus Riadi, seorang Faceboker luar Aceh yang komentarnya ini sudah tersebar luas di media sosial. Dalam komentarnya yang di screenshot ini, si Ketut mengatakan: “Pergantian tahun masehi atau perayaan tahun baru dirayakan oleh seluruh umat manusia di semua lapisan dunia, ini Aceh mengharamkan, daerah penuh nista dan nggak pernah sadar…. dan seterusnya”.

Penghinaan seperti ini sebenarnya sudah sering terjadi di media sosial. Setiap kali media mengangkat isu pelaksanaan syari’at Islam di Aceh, berbagai komentar hinaan dan cibiran di media sosial akan berdatangan, baik oleh orang dalam Aceh maupun dari luar.

Jika kita membaca jalan pikiran si Ketut ini, Aceh disebut nista karena tidak ikut perayaan tahun baru yang mana ini sekali lagi perayaan tahun baru ini tidak diragukan merupakan nilai-nilai dalam tatanan dunia baru. Sebuah nilai yang tentu saja rusak dalam perspektif Islam yang kita yakini. Bagaimana tidak rusak, bukankah pergantian tahun adalah pertanda semakin berkurangnya jatah umur kita, dan bahwa kita semakin dekat dengan kematian? Lalu, apakah mungkin kita tertawa gembira dan berhura-hura menjelang kematian, sementara amal-amal kita sudah jelas masih sedikit? Orang-orang yang shalih saja selalu menangis jika mengingat kematian, padahal mereka selalu beramal baik. Apalagi kita, seharusnya lebih banyak lagi menangis.

Dan begitu juga, jangan heran jika setiap kali kita mendukung upaya penegakan syari’at Islam di Aceh, maka kita akan dihina dan dicaci. Kenapa dihina dan dicaci? Kenapa kita dihina hanya karena kita pemerintah kita  melarang perayaan tahun baru? Karena mereka tidak paham dengan nilai-nilai peradaban kita, alias bahwa mereka sedang silau dengan nilai-nilai dalam tatanan dunia baru yang telah menyelimuti pikiran mereka. Kita dihina karena kita dianggap berani berbeda dari kehidupan yang kosmopolit yang diciptakan dan diseru dalam tatanan dunia baru. Kepada umat Islam mereka menipu kita dengan seruan untuk menghormati perbedaan nilai-nilai, tapi mereka sendiri sedang tidak bisa menghormati model kehidupan umat Islam.

“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kamu kepada Allah Subhanahu Wata’aladan katakanlah perkataan yang benar, niscaya Allah Subhanahu Wata’alamemperbaiki bagimu amalan-amalanmu dan mengampuni dosa-dosamu. Dan barangsiapa mentaati Allah Subhanahu Wata’aladan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar.”(Al-ahzab  33 : 70-71).*

Sekretaris Umum PW Badan Koordinasi Mubaligh se Indonesia (BAKOMUBIN) Aceh. Direktur Aceh Forum for Study of Islamic Civilization (AFSIC)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Acehhinaansyariat Islamtahun baru
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Empat Pilar Amalan Mengisi Waktu lebih Berkah [1]
Tulisan selanjutnya Empat Pilar Amalan Mengisi Waktu lebih Berkah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya

Berita
31 Agustus 2026 22:46
Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?
600 Aktivis Wahdah Islamiyah Ikuti Standardisasi Dai MUI

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?