Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Gaya Hidup Muslim

Empat Pilar Amalan Mengisi Waktu lebih Berkah [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 3 Januari 2016 07:51 7:51 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 3 Januari 2016 06:54
Bagikan
Hasan Al-Bashri berkata, “Waktu, paling berharga untuk kujaga. Dan, kulihat begit mudah untuk hilang.”
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Ilham Kadir

Ketiga. Saling menasihati dalam kebenaran (al-haq). Terminologi benar dalam konteks keindonesiaan tidak selalu berarti al-haq, namun sebaliknya setiap al-haq pasti benar jika tinjau secara filosofis. Misalnya, seorang guru menasehati muridnya agar konsisten menunaikan shalat fardhu lima waktu padahal guru tersebut mengajar ilmu sains dan dalam job disciption dia tidak memiliki wewenang menasehati muridnya untuk rajin beribadah. Dan, negara juga tidak menekankan agar setiap guru sains bersinergi dengan guru agama dan anak didik hanya dinilai dari hasil ujiannya di akhir semister dan sedikit penilain prilaku ketika berada di kelas.

Dalam sistem pendidikan sekuler seperti yang terjadi di negara kita,  para guru sains adalah bagian terpisahkan dengan guru agama, sesaleh apa pun seorang murid, setaat apa pun ia pada orang tuanya, serajin apa pun beribadah, mengaji, puasa, dst., tapi nilai ujiannya tidak memenuhi standar, maka tidak boleh diluluskan, bahkan seorang murid yang jujur tidak menyontek namun tidak mendapatkan hasil ujian yang sesuai standar tetap tidak diluluskan. Padahal begitu banyak yang menyontek dan menadapat nilai yang tinggi keluar sebagai juara. Ini semua bermula dari absennya wa tawashau bil haq dalam berbagai dimensi kehidupan terutama dalam dunia pendidikan.

Keempat. Saling menasihat dalam kesabaran. Di era penuh fitnah ini (‘ahdul fitan), sabar adalah pilar terpenting untuk menghindari kerugian. Dimulai dengan menegakkan kesabaran dalam menjalankan segenap perintah Allah Subhanahu Wata’aladan konsisten menjauhi larangan-Nya. Dalam konteks ini, makna sabar bukan sebagai musibah tapi lebih kepada nikmat, sebab tidak mutlak sabar selalu berhubungan dengan musibah.

Baca Juga

Gaya Hidup Minimalis: Kunci Kesehatan Mental di Tengah Hidup Serba Cepat
Sya’ban Tangga Penting Sukses Ramadhan
Teladan Rasulullah untuk Para Suami
Tawakkal dalam Bekerja
Awasi Makananmu, Selamat Hidupmu!

Orang-orang yang sabar di jalan Allah Subhanahu Wata’alaadalah mereka yang diberi nikmat oleh Allah, jadi kesabaran itu sendiri sudah menjadi bagian dari nikmat. Namun, puncak segala kesabaran adalah ketika ditimpa musibah, namun tetap konsisten beribadah, tidak berburuk sangka pada Allah, dan mengembalikan segala urusannya kepada Allah Subhanahu Wata’alayang Maha Adil. Dalam konteks ini, Nabi Ayyub ‘alaihissalam adalah contoh nyata, ketika harta, keluarga, dan kesehatannya dicabut oleh Allah Subhanahu Wata’aladalam tenpo yang singkat, namun ia tetap bersabar dan berbaik sangka kepada Allah. Begitulah kemuliaan ajaran Islam, dengan bersabar dalam menunaikan perintah Allah, menjauhi larangan syariat, sabar dalam menghadapi ragam musibah adalah ladang pahala dan sumber amal saleh. Bahkan pada level tertentu kesabaran menjadi daya energi untuk menuntaskan sebuah pekerjaan, as-shabru yu’inu ‘ala kulli amalin, begitu kata Ahli Hikmah.

Demikianlah, empat pilar yang harus dijadikan amalan dalam mengisi waktu yang telah diberikan kepada segenap manusia yang ada di jagad raya ini. Tanpa optimalisasi waktu sesuai tuntunan syariat, maka kita hanya hidup sia-sia dan kelak akan sengsara. Waktu dan prilaku kita yang akan mengubah segalanya, sebab tanpa usaha apa-apa dari manusia, waktu berlalu tanpa makna dan jika waktu hidup kita telah selesai, saat itulah baru terasa cepatnya waktu berlalu dan tak ada lagi waktu untuk kembali.

Bahkah saat itu, orang-orang yang memilik harta sangat ingin ditangguhkan ajalnya, agar ada waktu baginya untuk berinfak, katanya, Ya Tuhanku, mengapa Engkau tidak menangguhkan kematianku walaupun sesaat, agar aku dapat bersedekah dan termasuk orang-orang yang salih? Namun, Allah Subhanahu Wata’alasekali-kali tidak akan menangguhkan ajal seseorang apabila telah datang waktu kematiannya, (QS. Al-Munafiqun [63]: 10-11).

Begitulah mahalnya waktu saat kita dalam sekarat, mumpun masih ada waktu, mari mengisi waktu-waktu kita untuk berbuat kebajikan sesuai kapasitas dan kemampuan, semoga tahun 2016 Miladiyah ini dapat dioptimalkan dalam meningkatkan amal saleh dan menumpas amal salah. Selamat Tahun Baru, 2016 Miladiyah.*/Enrekang, 1 Januari 2016 M.*

Kandidat Doktor Pendidikan Islam Fakultas Pascasarjana Universitas Ibn Khaldun (UIKA)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amalwaktu
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Banda Aceh Melawan Tatanan Dunia Baru
Tulisan selanjutnya Dorong Perekonomian Indonesia, Bank Syariah Mandiri Gelar Santripreneur Award 2015

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Berita
2 Juni 2026 19:00
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran

Terbaru

  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza

Mungkin Anda Juga Suka

Gaya Hidup Muslim

Hati-Hati dalam Timbangan dan Takaran

16 November 2022 11:58
Gaya Hidup Muslim

Beginilah Islam Memuliakan Pembantu

7 November 2022 13:30
Gaya Hidup Muslim

Sibuk Mengoreksi Diri Sendiri

18 Oktober 2022 09:00
Gaya Hidup Muslim

Berapa Kali Kita Mengkhatamkan Al-Quran?

9 Oktober 2022 08:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?