Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Memilih Guru Tepat Agar Tidak Ikut Aliran Sesat [1]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 22 Januari 2016 06:24 6:24 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 22 Januari 2016 06:24
Bagikan
[Ilustrasi] Guru membaca al-Qur'an di sela-sela mengawas ujian di sebuah SMP Islam di Jakarta saat bulan Ramadhan.
Bagikan

Oleh: Ahmad Kholili Hasib

DI ZAMAN teknologi yang semakin canggih, khususnya teknologi informasi, memudahkan manusia mengakses info, berita dan ilmu pengetahuan. Saat ini, setiap individu tidak sulit mencari tahu apa saja dengan cepat melalui internet. Di satu sisi, modernisasi teknologi informasi membantu manusia menyelesaikan pekerjaanya dengan efisien. Tetapi di sisi lain, menusia mencari apa saja tanpa batas, baik pengetahuan yang benar maupun pengetahuan yang keliru bisa membahayakan.

Ada gejala umum di masyarakat modern saat ini, mencari tahu pengetahuan agama melalui internet, tanpa melalui guru. Peran guru dimarginalkan, bahkan dinafikan. Bertanya hukum kepada google bukan kepada Syaikh. Bagaimana mungkin bisa memastikan mana hukum yang tepat dan hukum yang keliru tanpa petunjuk dan bimbingan seorang guru.

Teknologi informasi dan media sosial yang mengakses info secara cepat itu, mencipta manusia-manusia yang malas. Mereka mencukupkan diri belajar agama melalui internet, majalah dan selebaran-selebaran terbatas. Keyakinan bahwa internet menggantikan guru mulai menggejala pada masa ini.

Baru-baru ini, cukup banyak gejala seseorang yang memiliki riwayat dunia akademik yang bagus, begitu mudahnya mengikuti aliran keagamaan yang menyimpang. Ajaran-ajaran keagamaan yang aneh pun tidak membuat mereka berpikir kritis dan cerdas. Padahal dengan tingkat pendidikan tinggi yang baik, keanehan sebuah aliran semestinya difilter dengan baik. Menjamurnya pengikut aliran sesat dari orang terpelajar, disebabkan salah satunya karena salah memilih guru.

Baca Juga

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman
Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia
Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

Padahal dalam Islam, mencari ilmu dan guru itu harus hati-hati. Ibnu Sirin meriwatkan: “Sesungguhnya ilmu -agama- ini adalah agama, maka hati-hatilah kalian dari manakah kalian mengambil agama kalian.” (HR Muslim).

Hadis tersebut memberi peringatakan agar dalam menimba ilmu agama harus memiliki sanad (transmisi) dari guru agama yang kompeten. Sanad inilah yang menjaga ilmu dan agama. Karena itu Ibnu Mubarak mengatakan: “Sanad adalah bagian dari agama, jika bukan karena sanad maka setiap orang benar-benar akan berkata -tentang urusan agama- apapun sesuai yang ia inginkan”.

Sanad adalah mata rantai orang-orang yang membawa sebuah disiplin ilmu (Silsilah ar-Rijâl). Mata rantai ini terus bersambung satu sama lainnya hingga kepada pembawa awal ilmu-ilmu itu sendiri; yaitu Rasulullah. Integritas sanad dengan ilmu-ilmu Islam tidak dapat terpisahkan. Sanad dengan ilmu-ilmu keislaman laksana paket yang merupakan satu kesatuan. Seluruh disiplin ilmu-ilmu Islam dipastikan memiliki sanad. Dan Sanad inilah yang menjamin keberlangsungan dan kemurnian ajaran-ajaran dan ilmu-ilmu Islam sesuai dengan yang dimaksud oleh pembuat syari’at itu sendiri; Allah dan Rasul-Nya.

Belajar kepada guru yang memiliki sanad yang terhubung dengan para ulama terdahulu merupakan salah satu jalan mengamankan belajar kita. Guru lah yang akan menerangkan maksud satu ayat atau hadis, sesuai dengan penjelasan para ulama terdahulu. Kita hari ini tidak pernah bertatap muka dengan Imam Syafi’i, Imam Nawawi, Imam al-Ghazali dan lain-lainnya. Akan tetapi, dengan sanad itu, kita bisa mengetahui penjelasan-penjelasan para imam teresebut terhadap satu masalah melalui guru. Jika ada pemahaman kita yang tidak tepat terhadap suatu pendapat imam, maka gurulah yang akan meluruskan.

Ketika kita belajar kepada guru, maka kita mengamanahkan suatu amanah yang cukup besar kepada guru itu. Allah Swt memerintahkan untuk menyerahkan amanah kepada ahlinya (QS. Al-Nisa:58 ). Para ulama dahulu mengajarkan, sebelum talaqqi kepada seorang guru, diteliti dahulu kredibilitas, otoritas dan kualitasnya.* [BERSAMBUNG]

Penulis adalah peneliti InPAS Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliran sesatbelajargururadikalsanad
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Pemerintah Diminta Jujur dan Obyektif dalam Minimalkan Terorisme
Tulisan selanjutnya MUI Sidoarjo Tolak Upaya Pembangunan Tempat Hiburan Karaoke

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Putin Tawarkan Pembebasan Utang Bagi yang Mau Gabung Tentara
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Kementerian Kesehatan Gaza: 33 Orang Syahid Ditembak Israel saat Libur Idul Adha
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Terbaru

  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Opini

Zohran Mamdani dan Paranoia Primitif di Jantung Amerika

11 November 2025 16:00
Opini

Ketika Bertanya Dianggap Bersalah: Membaca Logika Polisi atas Kasus Roy Suryo Cs

10 November 2025 10:19
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?