Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Anonymous dan Prox War Ancam Geopolitik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 10 Juni 2017 13:59 1:59 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 10 Juni 2017 13:59
Bagikan
Bagikan

Oleh:   H. Abdul Chair Ramadhan

 

SEBAGAIMANA diberitakan, pihak Kepolisian mengatakan bahwa penyebar konten chat seks antara Habib Rizieq Shihab (HRS( dan Firza Hussein (FH) berasal dari kelompok peretas atau hacker yang mengatasnamakan diri sebagai anonymous.

Berdasarkan hasil penelusuran penyidik diketahui bahwa domisili penyebar awal konten mesum itu di Amerika Serikat. Penyebaran konten hoax chat seks oleh kelompok peretas yang berlangsung secara masif dan ofensif ini merupakan salah satu bentuk perang asimetris (proxy war) yang dilakukan oleh nonstate actor.

Perlu diketahui, bawah kemunculan ancaman-ancaman yang bersifat asimetris telah menggeser paradigma pertahanan negara dengan menggunakan kekuatan  militer (hard power) atau peperangan simetris menjadi peperangan yang bersifat asimetris yang tidak menggunakan metode serangan secara frontal, melainkan dapat melakukan serangan dengan menggunakan isu-isu ideologis, politik, hukum, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi informasi.

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Ditinjau dari pendekatan ancaman nirmiliter, proxy war tergolong mengancam Ketahanan Nasional Indonesia. Risiko yang ditimbulkan dari ancaman nir-militer dapat berimplikasi mengganggu stabilitas nasional. Terganggunya stabilitas nasional tidak saja menghambat pembangunan nasional, tetapi lambat-laun dapat berkembang menjadi permasalahan yang mengancam persatuan dan kesatuan bangsa. Ancaman nir-militer pada hakikatnya adalah ancaman yang menggunakan faktor-faktor nir-militer yang dinilai mempunyai kemampuan yang membahayakan keutuhan negara, kedaulatan wilayah negara, termasuk didalamnya keselamatan segenap bangsa.

Baca:  Panglima TNI: Menguasai Media Salah Satu “Proxy War”

Seiring dengan pesatnya infomasi dan telekomunikasi di era globalisasi ini, telah memunculkan pula suatu kondisi yang paradoks, mempengaruhi pola pikir anak bangsa dalam memandang kehidupan berbangsa dan bernegara.

Kondisi saat ini memperlihatkan adanya krisis kebangsaan yang cukup serius ditandai dengan munculnya kelompok-kelompok eklusivisme berdasarkan pada sentimen primordial sehingga pada gilirannya berbagai konflik yang besifat horisontal sering dan cenderung mudah terjadi di seluruh Indonesia.

Pada saat yang sama, upaya penegakan hukum terhadap adanya dugaan konten chat seks HRS dan FH, pihak penyidik telah menetapkan keduanya sebagai tersangka, padahal keberadaan pihak yang pertama kali melakukan penyebarluasaan belum diketahui.  Di sisi lain, masyarakat telah terpolarisasi sedemikian rupa akibat pemberitaan anonymous yang provokatif. Sesama anak bangsa sudah mulai saling tidak percaya satu sama lain.

Penegakan hukum terhadap HRS dengan pendekatan positivistik – yang hanya mengedepankan aspek prosedural – secara langsung maupun tidak langsung berkontribusi terciptanya polarisasi di masyarakat. Kondisi demikian tentu sangat mengkhawatirkan bagi kelangsungan hidup berbangsa dan bernegara.

Baca:  Ditangkap Terkait “Makar”, Firza Husein Banyak Dicecar Pertanyaan di Luar Konteks Tuduhan

Sepertinya kita terjebak dengan paradigma positivistik dalam cara berhukum, tanpa melihat adanya ancaman yang lebih besar yakni kepentingan geopolitik negara asing. Di sini kita dituntut untuk memahami geopolitik. Ketika kita mengabaikan geopolitik,  maka sejatinya kita sedang membuka pintu yang seluasnya kepada berbagai kepentingan asing.

Keterlibatan pihak asing untuk menciptakan proxy war dalam bentuk  menciptakan hasutan dan konflik tanpa perlu terlibat langsung di dalamnya. Proxy war  senantiasa bertujuan menciptakan agitasi melalui propaganda sistematis yang pada akhirnya menciptakan konflik, perang dan berkuasanya rezim baru yang dipengaruhi pihak asing.

Pemenang proxy war kemudian akan menguasai pengelolaan sumber daya alam yang diperuntukkan untuk kepentingan negara asing, dan kita tetap dalam posisi sebagai pelayan, tidak lebih. Proxy war telah merebak dimana-mana di sejumlah negara, sehingga banyak kalangan memprediksi proxy war ini menjadi pemicu pecahnya Perang Dunia Ketiga.*

Ahli Hukum dan Pengurus Komisi Kumdang MUI Pusat

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:"chat seks"Abdul Chair RamadhananonymousFirza HusseinGeopolitikHabib Rizieq ShihabhackerperetasProx War
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sisi Lain Krisis Diplomasi Qatar versus Saudi dan UEA
Tulisan selanjutnya “Bus Wisatawan ‘Madinah Siap Antar Jamaah ke 11 Situs Bersejarah

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Kecam Serangan Bandara King Khalid Saudi, Dewan Dakwah: Tidak Dapat Dibenarkan

Berita
12 Oktober 2026 23:35
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Serangan Drone Paramiliter Sudan Tewaskan 41 Orang Dekat Perbatasan Ethiopia
Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
Wakaf Al-Qur’an: Menghadirkan Cahaya Qur’an bagi Santri di Tolitoli

Terbaru

  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
  • Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
  • Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
  • Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat
  • IPB Kembangkan Kampung Ramah Keluarga Lewat Kolaborasi Riset dengan Dua Universitas Jepang
  • Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?