Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Childfree, Sebuah Sikap Menyimpang!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 26 Agustus 2021 11:29 11:29 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 26 Agustus 2021 11:29
Bagikan
Bagikan

Oleh: M. Anwar Djaelani

Hidayatullah.com | DI sekitar paro akhir Agustus 2021, masyarakat (terutama seperti yang terbaca lewat percakapan di media sosial) ramai membincang tentang Childfree. Istilah yang disebut terakhir itu mengacu kepada pasangan suami-istri yang memiliki sikap untuk tidak punya anak dalam kehidupan perkawinan mereka.

Lihat, misalnya, judul berita ini: Apa Itu Childfree? Ramai Dibicarakan setelah Gita Savitri Bahas Pilihannya Tak Punya Anak (https://m.tribunnews.com 20 Agustus 2021).

Kita ikuti petikan berita itu. Bahwa, topik Childfree ramai dibicarakan setelah YouTuber Gita Savitri secara terbuka mengungkapkan pilihannya untuk tidak punya anak. Di Instagram Story-nya, dia menjawab pertanyaan dari warganet soal pilihan hidupnya untuk Childfree. “IMO (menurut pendapat saya) lebih gampang ga punya anak daripada punya anak,” kata Gita.

Siapa Penyuara

Baca Juga

Perjanjian Abraham Tawarkan Normalisasi, Pakta Mekkah Tawarkan Keamanan
Jangan Jadikan Lomba dan Karnaval HUT RI Ajang Promosi LGBT dan Judi
Board of Peace, Melayani Kepentingan Siapa? Israel atau Palestina?
Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai

Meski sebenarnya Childfree sudah lama dipraktikkan dan dibicarakan banyak orang, pilihan hidup Gita perlu kita kritisi. Hal ini penting, sebab jika kita biarkan, dikhawatirkan akan mempengaruhi sikap-terutama-kalangan muda umat Islam. Hal ini terkait dengan posisi Gita. Siapa dia?

Gita Savitri Devi, nama lengkapnya. Dia punya banyak aktivitas sekaligus predikat. Wanita berjilbab ini antara lain dikenal sebagai konten kreator video YouTube, penulis blog, penulis buku, dan influencer di media sosial.

Gita Savitri lahir di Palembang, 27 Juli 1992. Gita menetap di Jerman sejak umur 18 tahun saat memulai kuliah di sana, pada jurusan Kimia Murni di Freie Universitat – Berlin.

Gita Savitri mulai serius sebagai konten kreator untuk channel YouTube miliknya sejak tahun 2016. Di antara kontennya, video blog (vlog), travel vlog, video tentang Jerman, video soal kecantikan, Question and Answer (Q&A), meng-cover lagu, dan lainnya.

Pada 2017, Gita Savitri merilis novel pertamanya, ”Rentang Kisah”. Di tahun yang sama, ia juga merilis lagunya sendiri yang berjudul “Seandainya”.

Gita menikah pada tahun 2018. Penyanyi yang pernah mengisi acara Muslim Travelers di salah sebuah stasiun televisi itu tak mau ambil pusing dengan pendapat orang lain yang berbeda pandangan dengannya, yang tidak ingin memiliki anak (https://www.tabloidbintang.com edisi 16 Agustus 2021).

Anak; Sang Dambaan

Untuk apa menikah? Agar mendapatkan “Apa yang telah ditetapkan Allah untukmu” yaitu keturunan. Cermatilah ayat ini: “Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu” (QS Al-Baqarah [2]: 187).

Selanjutnya, dalam Islam, naluri orangtua untuk suka dan cinta kepada anak ditegaskan lewat ayat ini: “Dijadikan indah pada (pandangan) manusia kecintaan kepada apa-apa yang diingini yaitu wanita-wanita, anak-anak, harta yang banyak dari jenis emas, perak, kuda pilihan, binatang-binatang ternak dan sawah ladang. Itulah kesenangan hidup di dunia, dan di sisi Allah-lah tempat kembali yang baik (surga)” (QS Ali ‘Imraan [3]: 14).

Terkait penegasan di ayat itu, soal fitrah para orangtua, maka sungguh mengherankan jika ada orang berkeluarga tapi tak menghendaki hadirnya anak-anak sebagai buah kasih dan sayang mereka. Kita perlu mempertanyakan, karena sikap tak ingin punya anak bisa dibilang sebagai melawan sifat asli bawaan manusia pada umumnya.

Sungguh, para orangtua adalah pendamba anak-anak. Mereka cinta kepada anak-anak yang dikaruniakan Allah kepada mereka. Di titik ini, terutama pasangan suami-istri yang baru berkeluarga, akan tak putus berdoa agar Allah berkenan mengaruniai mereka anak-anak (yang shalih). Doa yang sama juga akan terus dipanjatkan oleh pasangan suami-istri yang belum kunjung dikaruniai anak meski telah lama menikah.

Doa-Doa Itu

Lihatlah, Nabi Zakaria As berdoa memohon dikaruniai anak: “Ia (Nabi Zakaria As) berkata, ‘Yaa Tuhanku, sesungguhnya tulangku telah lemah dan kepalaku telah ditumbuhi uban dan aku belum pernah kecewa dalam berdoa kepada Engkau, yaa Tuhanku. Dan sesungguhnya aku khawatir terhadap mawaliku sepeninggalku, sedang isteriku adalah seorang yang mandul, maka anugerahilah aku dari sisi Engkau seorang putera, yang akan mewarisi aku dan mewarisi sebahagian keluarga Ya’qub; dan jadikanlah ia, yaa Tuhanku, seorang yang diridhai’.” (QS Maryam [19]: 4-6).

Perhatikanlah, Nabi Ibrahim As berdoa, memohon diberi anak yang shalih:  “Yaa Tuhanku, anugerahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih” (QS Ash-Shaaffaat [37]: 100).

Bahkan, mereka yang masih mencari jodoh, diberi petunjuk agar berdoa semoga diberi pasangan dan-kelak setelah menikah-diberi pula anak-anak yang bisa menjadi qurrota a’yun (penghibur di kala melihatnya). Berikut ini doa yang dimaksud: “Yaa Tuhan kami, anugerahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa” (QS Al-Furqaan [25]: 74).

Terang dan Jelas

Dari kajian ringkas di atas, maka pilihan untuk Childfree (tidak punya anak) tak memiliki tempat dalam Islam. Kita, berkeluarga, terutama untuk menyiapkan lahirnya generasi penerus sebagai hamba Allah. Dengan berkeluarga kita punya amanah untuk melahirkan generasi pelanjut yang punya kapasitas sebagai “Khalifah di muka bumi”. []

Penulis buku “Keluarga Sakinah Perindu Jannah”

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Childfreeperkawinansuami istri
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Warga Belanda Protes Penampungan Pengungsi Afghanistan
Tulisan selanjutnya Taliban Ajak Turki dan Dunia Internasional Rekonstruksi Afghanistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Board of Peace Sebut Hamas dan Kelompok Perlawanan Palestina Lain Setuju Serahkan Senjata

Berita
28 Agustus 2026 11:26
Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Ahwa Mufakat Pilih Gus Kikin, Cicit Pendiri NU dari Tebuireng Jadi Ketum PBNU
Mengapa Kolombia Ingin Pulihkan Hubungan dengan ‘Israel’?

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI

24 April 2026 20:20
Opini

Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi

13 April 2026 18:00
ArtikelOpini

Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

18 Maret 2026 09:00
Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?