Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Bagaimana India Bergeser dari Demokrasi Terbesar ke Kemunafikan Terbesar!

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Februari 2022 16:02 4:02 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 23 Februari 2022 16:02
Bagikan
Bagikan

Oleh: Imam Syamsi Ali

Hidayatullah.com | INDIA dikenal sebagai negara berpenduduk terbesar kedua di dunia, kedua setelah Cina, diikuti oleh AS dan kemudian Indonesia. India juga dikenal dengan rempah-rempah yang ingin ditemukan Columbus sebelum dia menemukan daratan baru yang sekarang dikenal sebagai Amerika.

Selain itu, India juga dikenal sebagai negeri Mahatma Gandhi. Seperti Martin Luther King Jr, Gandhi terkenal sebagai pejuang tanpa kekerasan untuk (yang seharusnya) kesetaraan manusia dan martabat manusia. Orang India di seluruh dunia biasanya bangga dengan Gandhi sebagai pahlawan India yang tidak melakukan kekerasan.

Dengan kepercayaan Hindu, salah satu agama tertua yang diketahui dalam sejarah umat manusia, India telah menjadi salah satu pusat kebudayaan dan peradaban. India telah sangat dikagumi oleh banyak orang sepanjang sejarah.

Sejak lama, India juga dikenal dengan keragaman dan toleransi beragamanya. Islam pernah berkuasa di wilayah itu. Tetapi karena sifatnya yang toleran terhadap orang lain, agama Hindu tetap menjadi kepercayaan mayoritas di negara ini hingga saat ini. Hindu, Muslim, Sikh, Kristen dan agama lain telah hidup berdampingan dengan rasa hormat dan kebebasan.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Tetapi apa yang juga terkenal dan populer tentang India adalah kenyataan bahwa India adalah salah satu dari tiga negara demokrasi terbesar di dunia. Dengan lebih dari satu miliar penduduk, negara ini dikenal sebagai negara demokrasi terbesar di dunia, diikuti oleh AS dan Indonesia.

Sayangnya sejak Modi dan ideologi politiknya yang berbasis radikal, BJP, mengambil alih kekuasaan, India telah berubah secara dramatis. Dari bersikap toleran dan menghormati minoritas hingga menjadi represif dan intoleran terhadap semua minoritas, khususnya kepada minoritas terbesar, komunitas Muslim.

Semua yang telah kita lihat dalam beberapa tahun terakhir sejak BJP berkuasa hingga sekarang, semua urusan adalah tentang diskriminasi, kekerasan, dan serangan brutal, terutama pada komunitas Muslim di negara itu. Modi dan rencana BJP-nya berencana untuk melenyapkan semua minoritas, khususnya Muslim, untuk menjadikan India sebagai negara Hindu murni.

Saya mungkin tidak berlebihan untuk mengatakan bahwa sejak Modi dengan ideologi politik radikalnya berkuasa, negara ini telah merombak semua hal yang membuat India menjadi hebat. Faktanya, saya dapat mengatakan bahwa India telah berubah dari demokrasi terbesar menjadi kemunafikan terbesar di dunia.

Modi India mengklaim bahwa mereka menghormati kebebasan beragama. Tapi BJP mendukung Hindu radikal yang menghancurkan masjid Ayodhia yang bersejarah beberapa tahun lalu. Dan sekarang ingin melarang saudara kita memakai hijab ketika masuk sekolah dan universitas.

India Modi mengklaim menganut demokrasi. Tapi partai yang berkuasa menciptakan “undang-undang kewarganegaraan” yang fasis, rasis, dan diskriminatif yang secara khusus menargetkan umat Islam di negara ini.

India Modi mengklaim sebagai pengikut jalan non-kekerasan Gandhi. Tapi pemerintah inilah yang mendukung orang Hindu fanatik membunuh Muslim hanya karena Muslim memakan daging sapi.

Yang lebih munafik adalah fakta bahwa India adalah salah satu negara pengekspor sapi terbesar di dunia, termasuk ke AS untuk restoran McDonalds.

Akhirnya, saat Modi India mengklaim menghormati hak dan kehormatan perempuan, India memiliki jumlah serangan terbesar terhadap perempuan (pemerkosaan) di dunia. Dan banyak dari serangan itu adalah pemerkosaan massal dan serangan kekerasan terhadap wanita.

Denganberdasarkan semua fakta itu dan masih banyak lagi, saya dapat mengatakan dengan penuh keyakinan bahwa India di bawah rezim fasis radikal ini telah bergeser dari demokrasi terbesar menjadi “demo-crazy” dan “hypocrazy” terbesar di dunia.*

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:demokrasiHinduIndialarangan hijab
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya wayang khalid basalamah Banyak Menerima Kritik, Dalang Pagelaran ‘Wayang Khalid Basalamah’ Minta Maaf
Tulisan selanjutnya Al-Shabab Dikabarkan Belanja Senjata $24 Juta Pada 2021

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Berita
15 Juli 2026 21:25
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza

Terbaru

  • Fasilitas Kesehatan Belum Pulih, Cacar Air Mewabah di Gaza
  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?