Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Apakah Hizbullah Membela Palestina?

Nashirul Haq
Terakhir diupdate: 29 November 2024 17:10 5:10 pm
Nashirul Haq
Dipublikasikan 30 November 2024 05:05
Bagikan
Bendera Hizbullah Palestina
Bagikan

oleh Motasem A Dalloul

Hidayatullah.com – Setelah 53 hari serangan ‘Israel’ di Lebanon untuk menghancurkan kemampuan militer Hizbullah, gencatan senjata yang ditengahi Amerika Serikat dan negara-negara lain mulai berlaku pada pukul 4 pagi waktu setempat (02:00 GMT) kemarin.

Hizbullah, kelompok bersenjata Lebanon yang didukung Iran, terlibat dalam aksi perlawanan bersama dengan kelompok perjuangan Palestina di Jalur Gaza sejak awal genosida ‘Israel’ yang hingga kini masih berlangsung.

Akibat serangan Hizbullah, puluhan ribu pemukim ‘Israel’ dievakuasi dari permukiman Yahudi di ‘Israel’ utara. Para pemukim ini telah menyebabkan masalah bagi Perdana Menteri Benjamin Netanyahu, yang baru-baru ini memperbarui tujuan perangnya yang sedang berlangsung dengan mengembalikan para pemukim di utara ke pemukiman mereka.

Sejak awal keterlibatannya dalam aksi perlawanan, Hizbullah telah mengklaim bahwa keikutsertaannya dalam perlawanan terhadap pendudukan ‘Israel’ merupakan bagian dari aksi persatuan yang melibatkan kelompok-kelompok perlawanan Palestina di Gaza dan kelompok-kelompok perlawanan lainnya di wilayah tersebut, yang disebut sebagai poros perlawanan di kawasan.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Perlawanan di kawasan Timur Tengah terdiri dari Hizbullah di Lebanon selatan, Houthi di Yaman dan kelompok perlawanan di Irak selain perlawanan Palestina di Gaza. Semua perlawanan kecuali perlawanan Palestina adalah Muslim Syiah dan merupakan proksi Iran.

Iran dan semua proksinya berkali-kali menegaskan bahwa mereka akan terus memerangi pendudukan ‘Israel’ hingga mereka mengakhiri serangannya terhadap Gaza dan menarik pasukannya dari daerah kantong tersebut, dan menambahkan bahwa perlawanan Palestina-lah yang memimpin pertempuran melawan pendudukan.

Selama pertempuran, Hizbullah mengalami kerugian besar, dengan para ahli menyatakan bahwa membutuhkan waktu puluhan tahun untuk kembali membangun kekuatan kelompok tersebut. Meskipun begitu, Hizbullah terus menekankan bahwa nasibnya sangat terkait dengan nasib Gaza, dan bahwa mereka tidak akan meletakkan senjata sebelum pendudukan ‘Israel’ menghentikan agresinya dan mengakhiri pendudukan Gaza.

Hingga sehari sebelum gencatan senjata diumumkan, Hizbullah telah mengutuk semua upaya ‘Israel’ untuk menjauhkannya dari Gaza, dan membantah semua laporan yang mengatakan bahwa mereka akan mengakhiri aksi perlawanannya sebelum cobaan Gaza berakhir.

Namun, mereka menyetujui gencatan senjata yang menyatakan bahwa pasukannya akan mundur beberapa kilometer dari perbatasan Lebanon dengan ‘Israel’, yang memungkinkan tentara Lebanon dan pasukan penjaga perdamaian PBB untuk mengambil alih wilayah tersebut, sementara pasukan pendudukan ‘Israel’ akan mundur dari wilayah tersebut dalam waktu 60 hari.

Sebagai orang Palestina, saya ingin berterima kasih kepada Hizbullah dan semua pihak yang telah mengerahkan upaya untuk mendukung perjuangan kami, tetapi saya pikir Hizbullah telah mengecewakan perlawanan Palestina di Gaza. Ia tidak memenuhi janjinya. Perlawanannya berakhir sebelum agresi ‘Israel’ ke Gaza dihentikan.

Sebagai penduduk Gaza, saya tidak mempercayai Hizbullah karena mereka terlibat dalam serangan-serangan terhadap ‘Israel’. Bahkan setelah ‘Israel’ melakukan serangan pager dan membunuh pemimpin kelompok Hassan Nasrallah, Hizbullah hanya menyebabkan sedikit kerusakan pada negara pendudukan. Hizbullah hanya mengubah basis targetnya pada putaran terakhir serangan sebelum pengumuman perjanjian gencatan senjata yang bertepatan dengan peningkatan serangan ‘Israel’.

Saya merasa itu semua adalah rekayasa yang dibuat antara Hizbullah, Iran, Israel dan perantara mereka, yaitu Amerika Serikat. Bahkan serangan balasan Iran sepenuhnya direkayasa oleh AS karena tidak ada satupun yang menyebabkan kerugian serius bagi ‘Israel’.

Saya juga percaya bahwa Iran menjual almarhum pemimpin Hamas Ismail Haniyeh kepada ‘Israel’. Iran dan proksi-prokasinya memberikan ‘Israel’ dalih untuk melanjutkan perang brutalnya terhadap perlawanan Palestina di Gaza.

‘Israel’ mendapatkan apa yang dibutuhkannya, propaganda bahwa mereka sedang berperang dengan kekuatan besar yang mengelilinginya dan diberi waktu untuk melakukan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.

Sebagian dunia mendukung ‘Israel’ dengan dalih bahwa mereka sedang berperang dan menyatakan bahwa mereka bertindak untuk “membela diri”. Gaza dihapus sebagai fokus utama, dan perhatian dunia beralih ke Lebanon, Yaman, dan Suriah.

Kini, Gaza berdiri sendiri. Perdana Menteri ‘Israel’ Benjamin Netanyahu mungkin akan memperlambat perang dan mengupayakan kesepakatan pertukaran tawanan. Dunia kemudian tidak akan berfokus pada penjajahan ‘Israel’ dan penghancuran Gaza, tetapi akan bertanya tentang pengiriman bantuan dan bagaimana “memperbaiki” kehidupan lebih dari dua juta orang yang mengungsi, merehabilitasi rumah sakit, sekolah, dan rumah, membuka kembali penyeberangan Rafah untuk pasien dan isu-isu semacam itu.

Dalam beberapa bulan, dunia akan melupakan Gaza dan ‘Israel’ akan mempertahankan status quo -pemerintahan militer atas Gaza dan pengakuan global secara de facto atas penindasannya terhadap Palestina di Jalur Gaza, seperti yang telah kita lihat di Tepi Barat yang diduduki.*

Redaktur: Nashirul Haq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:gencatan senjataGencatan Senjata LebanonHeadlineHizbullahLebanonpalestinaPerang Palestina-IsraelProksi Iransyiah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sebanyak 1.160 Mahasiswa Indonesia Diwisuda dari Universitas Al-Azhar Mesir
Tulisan selanjutnya Kabel Bawah Laut di Baltik Putus Diduga Ulah Kapal China

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

ASN Jabar Bisa Dipecat Jika Terbukti Jadi Bagian Kelompok LGBT, Wagub Erwan Tegaskan Sanksi Terberat

Berita
13 Juli 2026 06:04
Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
Korban di Gaza Capai 73.223, Barghouthi: Penjajah Jalankan Perang Pembersihan Etnis
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?