Hidayatullah.com – Pakar geopolitik Timur Tengah, Pizaro Gozali Idrus, mengatakan tuntutan Deklarasi New York agar Hamas melucuti senjata merupakan tuntutan yang paradoks di tengah genosida Gaza.
“Jika Hamas diminta menurunkan senjata, pertanyaannya: tuntutan apa yang pantas ditujukan kepada Israel—penjajah yang sejak Oktober 2023 telah membunuh lebih dari 60.100 warga Gaza?” ujar Pizaro yang merupakan Direktur Eksekutif Baitul Maqdis Institute dalam pernyataan kepada Hidayatullah.com.
Pizaro menyebut deklarasi, yang diikuti oleh negara-negara Arab dan Eropa di New York, itu mengingatkan pada kegagalan Perjanjian Oslo tahun 1993. Ketika itu Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) bersedia menghentikan perlawanan senjata dan mengakui eksistensi Israel dengan imbalan penarikan pasukan penjajah dari wilayah pendudukan dan negosiasi isu penting Palestina.
“Namun bagaimana kenyataannya? Janji-janji tersebut tidak pernah dipenuhi penjajah. Hingga Netanyahu berkuasa, Israel justru terus memperluas permukiman ilegal dan melanjutkan serangan terhadap rakyat Palestina,” kata Pizaro.
Menurut Pizaro, deklarasi dua negara berisiko hanya menjadi pengulangan dari kegagalan yang sama: ilusi politik yang menenangkan opini publik Barat, tapi tak menyentuh akar penjajahan. “Tanpa tekanan nyata seperti blokade militer, ekonomi, dan sanksi kepada Israel dan tanpa perlakuan adil terhadap hak-hak Palestina, deklarasi semacam ini hanya akan mengulang kegagalan-kegagalan serupa di masa lalu,” imbuhnya.
Ia menyebut pengakuan sejumlah negara terhadap Palestina sudah sepatutnya diapresiasi, tetapi hal itu hanyalah langkah simbolik jika tidak disertai dengan tindakan strategis. Menurutnya, faksi-faksi perlawanan Palestina akan dengan sendirinya melucuti senjata, jika pendudukan dan penjajahan Baitul Maqdis hilang sepenuhnya.
“Kini dunia harus memilih: terus bermain dalam diplomasi di atas kertas atau bertindak tegas melawan pendudukan. Sebab jika genosida masih terus eksis dan merajalela, jangan salahkan bangsa Palestina untuk terus melawan,” tegasnya.*




