Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Iptekes

China Laporkan 7.000 Kasus Infeksi Virus Chikungunya

Ama Farah
Terakhir diupdate: 5 Agustus 2025 17:53 5:53 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 5 Agustus 2025 17:53
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Lebih dari 7.000 kasus infeksi virus chikungunya yang dibawa nyamuk dilaporkan terjadi di berbagai daerah di Provinsi Guangdong, China, sejak bulan Juli, sehingga pemerintah setempat memberlakukan kebijakan seperti pada masa pandemi Covid-19.

Di kota Foshan, di mana jumlah kasus paling banyak, pasien chikungunya diharuskan dirawat di rumah sakit, di mana tempat tidur mereka diberi perlindungan kelambu anti nyamuk. Mereka diperbolehkan pulang jika sudah dinyatakan negatif atau setelah dirawat selama satu pekan penuh.

Sedikitnya 12 kota lain di Guangdong melaporkan adanya infeksi virus yang sama. Hampir 3.000 kasus dilaporkan pada pekan lalu saja, lansir BBC.

Hari Senin (4/8/2025), Hong Kong melaporkan kasus pertama chikungunya, yang dialami seorang anak lelaki berusia 12 tahun yang mengalami demam, ruam kulit dan sakit persendian setelah bepergian ke kota Foshan pada bulan Juli.

Aparat terkait mengatakan semua kasus yang dilaporkan sejauh ini masih ringan, dengan 95% pasien bisa dipulangkan dari rumah sakit setelah dirawat selama tujuh hari.

Baca Juga

Perang Abadi Sistem Imun di Balik Keindahan Tato
UNICEF: Anak-Anak Gunakan AI 3 Kali Lipat Lebih Banyak Dibanding Orang Dewasa
Pakar Bilang Suplemen Harian Lebih Banyak Bahaya Dibandingkan Manfaat
Ketika Gelar Sarjana Tak Lagi Menjamin Masa Depan: Gen Z Mulai Ragu Nilai Kuliah
Jumlah Kasus Penyakit Menular Seksual di Eropa Pada 2024 Mencatat Rekor

Pemerintah Guangdong mendesak masyarakat yang mengalami gejalanya, seperti demam, sakit persendian atau ruam pada kulit untuk segera mengunjungi rumah sakit terdekat upaya diperiksa apakah terjangkit virus.

Pihak berwenang menginstruksikan masyarakat untuk menghilangkan air tergenang di rumah mereka, seperti di dalam pot, mesin pembuat kopi atau botol-botol. Ada ancaman denda 10.000 yuan (sekitar $1.400) jika mereka tidak melakukannya.

Pihak berwenang juga melepaskan nyamuk-nyamuk “gajah” yang dapat memangsa nyamuk pembawa virus chikungunya yang berukuran lebih kecil, serta menebarkan ikan-ikan pemangsa nyamuk dan jentik.

Pekan lalu, aparat di Foshan melepaskan 5.000 ekor ikan pemakakn larva nyamuk di kolalm-kolam dan danau yang ada di kota itu. Drone berkamera dikerahkan untuk menemukan genangan-genangan air.

Sejumlah kota di China memerintahkan supaya orang-orang yang bepergian atau datang dari Foshan untuk menjalani karantina di rumah selama 14 hari, tetapi kemudian peraturan itu dicabut.

Apa itu chikungunya?

Virus chikungunya tidak menular dan hanya bisa berpindah ke tubuh manusia lewat gigitan nyamuk yang sudah terinfeksi virus, yang kemudian menggigit orang lain begitu seterusnya.

Kebanyakan orang akan merasakan gejalanya dalam kurun waktu tiga hingga tujuh hari kemudian. Gejala yang umum dialami yaitu demam dan sakit persendian yang terkadang bisa berlangsung bertahun-tahun. Selain itu orang juga bisa mengalami ruam pada kulit, sakit kepada, sakit otot dan pembengkakan pada persendian.

Di kebanyakan kasus, pasien akan merasa badannya membaik dalam waktu satu pekan. Namun, dalam kasus yang berat rasa sakit pada persendian bisa berlangsung selama berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun.

Mereka yang lebih berisiko mengalami sakit parah di antaranya bayi baru lahir, manula dan orang yang sudah memiliki penyakit lain sebelumnya, seperti sakit jantung atau diabetes.

Belum ada obat untuk penyakit ini, tetapi kematian akibat chikungunya tergolong langka.

Virus chikungunya pertama kali diidentifikasi di Tanzania pada 1952. Virus itu kemudian menyebar ke negara di kawasan sub-Sahara Afrika dan Asia Tenggara.

Sampai saat ini, infeksi chikungunya dilaporkan pernah ada di lebih dari 110 negara.

Cara terbaik untuk mencegah penyebaran virus adalah dengan menhilangkan genangan air yang merupakan tempat perkembangbiakan nyamuk, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Meskipun tergolong jarang di China, wabah chikungunya umum terjadi di kawasan Asia Selatan dan Asia Tenggara serta sebagian Afrika.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Chikungunyachinanyamukvirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Jangan Minta Hamas Mengalah Jika Israel Masih Menjajah
Tulisan selanjutnya Miliarder Ong Beng Seng Mengaku Bersalah Memberi Suap ke Menteri Transportasi Singapura

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura

Berita
15 Juli 2026 20:18
Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
Mojtaba Khamenei Janji akan Menuntut Balas Kematian Ayahnya
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Iptekes

Belajar di Waktu Subuh Terbukti Tingkatkan Kinerja Otak dan Daya Ingat

31 Maret 2026 09:28
Iptekes

Pembuat Jutaan iPhone Malah Malah Melarang Main HP Berlebihan karena Bahaya

26 Maret 2026 08:30
Iptekes

Kecenderungan Beragama Generasi Z Meningkat, Ini Temuan Peneliti

2 Maret 2026 16:00
vape covid
Iptekes

Otoritas Kesehatan Prancis Peringatkan Risiko Vape Bagi Kesehatan

13 Februari 2026 20:11
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?