Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Iran dan Propaganda Internasionalisasi “Dua Tanah Suci”

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 15 Februari 2018 10:36 10:36 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 15 Februari 2018 10:30
Bagikan
Bagikan

Oleh: Abdul Chair Ramadhan

 

DUNIA saat ini diguncangkan oleh propaganda internasionalisasi dua Tanah Suci yakni Makkah dan Madinah. Propaganda internasionalisasi Makkah dan Madinah ini bukanlah hal yang baru. Pada dekade 80-an propaganda pernah dipopulerkan oleh pemimpin spiritual tertinggi Syi’ah sekaligus pemimpin Revolusi Iran, Khomeini.

Pada saat itu, Khomeini meminta agar pengelolaan dua Kota Suci umat Islam itu dikelola oleh Komite Islam Internasional dan tidak lagi dibawah Kerajaan Saudi Arabia. Tidak dapat dipungkiri, Iran sangat berkepentingan untuk mensukseskan ide internasionalisasi Makkah dan Madinah. Iran memiliki tujuan geopolitik dalam rangka ekspansi ideologi dan memperluas penguasaan territorial (lebensraum). Penguasaan lebensraum sangat berhargabagi Iran, untuk mengupayakan hegemoni di Timur Tengah dan pada akhirnya di seluruh penjuru dunia.

Ketika Khomeini berhasil menjatuhkan dinasti Shah Pahlevi melalui revolusinya tahun 1979, segera setelah itu ia mengatakan: “…Aku mau ekspor revolusi keluar!”. Berdirinya revolusi itu telah memunculkan kebangkitan Syi’ah, yang dahulunya lebih menekankan pada aspek quetisme (kecenderungan untuk bersikap pasif secara politik dan lebih mengedepankan pola hidup keberagamaan yang ascetic), kini hadir dalam bentuk yang progresif dalam bentuk ideologi yang revolusioner.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Khomeini telah berhasil menjadikan ajaran Syi’ah yang demikian terlembagakan sebagai sebuah institusi (institutional shi’ism) dengan seperangkat pemikiran teologis dan politisnya (theological and political framework).

Revolusi Iran memiliki daya sentrifugal yang menjangkau seluruh dunia muslim, hingga saatini. Iran sangat massif dan ofensif dalam ekspansi ideologi imamah yang berseberangan dengan umat Islam.

Melalui kelembagaan velayat el-faqih (wilayat al-faqih), Iran mengklaim bahwa kepemimpinan Islam secara universal adalah berdasarkan mandate Ilahi, dan sekarang berada pada Imam Mahdi (Imam Kedua belas) yang sedang dalam masa “ghaib kubro”. Selama masa ghaib kubro, maka menurut ketentuan Pasal 5 Konstitusi Republik Iran, kekuasaan dijabat oleh waly al faqih, yang tiada lain untuk masa sekarang adalah Ali Khamenei sebagai pengganti Khomeini.

Baca: Arab Saudi Menggambarkan Desakan ‘Internasionalisasi’ Haji sebagai Deklarasi Perang

Dapat dikatakan bahwa ekspansi ideologi itu sebagai konsekuensi dari doktrin imamah yang mengalami elaborasi transformative oleh ulama ushuli yang oleh Khomeini berhasil dimasukkan kedalam konstitusi Negara Iran.

Ideologi imamah adalah termasuk ideologi transnasional yang masuk melalui penetrasi atau infiltrasi budaya dan agama (transcendental) dan berwatak fundamentalis.

Keberadaannya pada suatu Negara sebagai ancaman nir-militer, yang menghendaki terjadinya perubahan revolusioner dalam rangka pencapaian tujuan cita-cita mendirikan suatu Negara berdasarkan paham keagamaan yang berlaku di Iran (Syiah Imamiyah Itsna Asyariyyah).

Aspek nir-militer ini dikenal sebagai aspek asimetris. Ancaman yang bersifat asimetris tidak menggunakan kekuatan militer (hard power) atau peperangan simetris melainkan dengan menggunakan isu-isu ideologis, politik, hukum, ekonomi, sosial-budaya, dan teknologi informasi.Jadi, propaganda internasionalisasi dua Tanah Suci oleh Iran termasuk cakupan peperangan yang bersifat asimetris.

Namun demikian, bukan hal yang tidak mungkin akan terjadi peperangan simetris. Kita ketahui, Iran dewasa ini telah berhasil menjadikan beberapa Negara sebagai sekutunya. Libanon telah menjelma sebagai “Negara bagian” Iran dengan Hizbullah sebagai “perpanjangan tangan” Iran. Sejak kemunculan hizbullah hingga sekarang, fungsi waly al-faqih senantiasa tidak terpisahkan sari ideologinya.

‘Ideologi jihad’ Hizbullah terikat secara keagamaan dengan lembaga wilayat al-faqih yang berfungsi sebagai pengendali strategis dalam segenap aktivitas jihad yang dilakukan.

Baca: “Gerakan Syiah Indonesia Diremote dari Iran”

Hizbullah meletakkan ideologi dan strategi jihad dalam kerangka legitimasi keagamaan dan tidak membiarkan ideologi berjalan secara terpisah dari strateginya.

Tegasnya, Hizbullah telah menjelma menjadi actor non state, untuk kepentingan negara Iran selaku “penerima manfaat” (beneficiary state). Iran bersekutu dengan rezim Bashar Assad (Suriah) jadi mitra strategis dalam gerakan pemberontakan Syiah al Houthi di Yaman.

Iran juga mendapatkan otoritas gratis di Iraq dari Amerika Serikat. Kesemua itu tidak lepas dari kepentingan geopolitik Iran dalam rangka penguasaan teritorial di Timur Tengah.

Oleh karena itu, dapat dimengerti maksud dan tujuan Iran dalam propaganda internasionalisasi Makkah dan Madinah, tidak lain tidak bukan adalah guna ekspansi ideologi dengan menjadikan kedudukan waly al-faqih sebagai pemimpin transnasional, sebab ia adalah wakil sang Imam yang dalam masa kegaiban besar.

Pada saatnya, ketika Imam Mahdi mucul menjelang “al-Malhamah al-Kubro” (Armageddon), maka kekuasaan akan dikembalikan kepadanya. Perlu dicatat, bahwa Imam Mahdi bukanlah sebagaimana yang diklaim oleh penganut Syi’ah Imamiyah Itsna Asyariyyah.

Sebab Imam Mahdi, akan muncul dari Madinah – bukan tempat yang lainnya – dan akan dibai’at di Makkah, tepatnya di depan Ka’bah pada saat pelaksanaan ibadah Haji.

Dapat disimpulkan, bahwa propaganda internasionalisasi Makkah dan Madinah oleh Iran selain terkait dengan ekspansi ideologi dan memperluas penguasaan territorial adalah juga dimaksudkan untuk propaganda kehadiran Imam Mahdi yang hendak dideklarasikan, bisa pada masa kekuasaan Ali Khamenei saat ini maupun setelahnya, entah kapan?*

Pengamat Ideologi Transnasional Syiah- Iran

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:doktrin imamahDua Tanah Sucighaib kubroImam Kedua belasimam mahdiinternasionalisasi hajiiranKhomeinimadinahmakkahpropagandarevolusi iransyiahSyiah Imamiyah Itsna Asyariyyahvelayat el-faqihwilayat al-faqih
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Mantan Ketua MK Soroti Pasal Kritik DPR dan Penghinaan Presiden
Tulisan selanjutnya separatisme prancis Prancis Ancam akan Serang Suriah jika Terbukti Gunakan Senjata Kimia

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda

Berita
14 Juli 2026 21:00
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
Croissant Viral Bergaya Vulgar Tak Penuhi Syarat Sertifikasi Halal, Ini Penjelasan MUI
Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik
Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?