Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Opini

Permadi Arya Itu Sakti, Mustahil Tersentuh Hukum

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 29 Januari 2021 09:54 9:54 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 29 Januari 2021 09:10
Bagikan
Bagikan

Oleh:  Ady Amar

Hidayatullah.com | Beberapa kawan di grup WhatsApp bertaruh dengan sekadar omongan. Bertaruh dengan tidak ada yang ditaruhkan, kecuali perkataan main-main. Ayo taruhan, tapi ya tadi itu, tidak ada yang ditaruhkan.

Apa sih yang diributkan, seolah ditaruhkan? Tidak lain adalah Permadi Arya, yang biasa menyebut diri dengan Abu Janda. Dan itu tentang laporan Ketua Umum KNPI terhadapnya.

Permadi Arya dilaporkan dengan tuduhan diskriminasi etnis, dan itu pernyataan rasis terhadap Natalius Pigai, mantan anggota komisioner Komnas HAM.

Permadi Arya ini entah sudah berapa kali dilaporkan pada kepolisian. Tapi laporan atasnya, hanya sekadar laporan. Tidak pernah diproses. Dia aman-aman saja.

Baca Juga

Ketika Ilmu Pengetahuan Berpihak pada Kuasa, Bukan Kebenaran
Pelajaran dari Kejatuhan Keir Starmer: Belum Sampai ke Pantai
Mendudukkan Kasus Kejahatan Seksual di FHUI
Flotilla Indonesia to Gaza 2.0: Peluang, Tantangan, Transparansi
Menyikapi Fenomena ‘Cocoklogi’: Mengaitkan Peristiwa Kontemporer dengan Nubuat Akhir Zaman

Itu sejak laporan pertama pada Polda Metro Jaya, (14/11/2018), dan itu tentang menghina bendera Tauhid. Juga laporan dari Ikatan Advokat Muslim Indonesia (IKAMI), atas pernyataan di sosmednya, bahwa teroris mempunyai agama, dan agamanya adalah Islam.

Dan tentu banyak laporan lainnya, yang tidak ada kelanjutan proses hukumnya. Berhenti hanya sekadar laporan saja.

Permadi Arya untuk sementara ini memang kebal hukum. Karenanya, ia bisa bicara apa saja, bahkan mengumpat agama Islam, agama mayoritas dengan leluasa.

Pantaslah jika Ustad Tengku Zul, meradang dan mengatakan, “Jika agamanya Islam, ia telah murtad.” Meski demikian ia tenang saja, tidak merasa gusar sedikitpun.

Apa yang kawan-kawan “pertaruhkan” tentang Permadi Arya, itu tentang apakah ia masih sakti, tidak tersentuh hukum dengan laporan organisasi kepemudaan setingkat KNPI, dan saat Kapolri sdh berganti?

Lebih banyak kawan yang berpendapat, bahwa Pemadi Arya akan tetap aman-aman saja. Boleh bicara apa saja, menyerang siapa saja, tentu  mereka yang diluar rezim.

Ia tetap tidak akan tersentuh hukum, kebal hukum. Meski ia dilaporkan banyak pihak dengan bukti-bukti kesalahan, pun ia akan tetap melenggang. Ia sakti mandra guna.

Tapi ada juga kawan, tidak banyak memang, yang berpendapat, bahwa kali ini Permadi Arya akan tersenuh hukum. Kasusnya kali ini tentang rasisme  akan diproses. Ia akan mengalami nasib sama dengan Ambroncius Nababan.

Pendapat itu berdasar, bahwa masalah rasis itu jika tidak ditindaklanjuti, maka akan jadi preseden buruk, khususnya distabilitas Papua.

Juga bersandar pada adanya Kapolri baru, Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, yang pastinya akan menunjukkan sikap tegas dan adil pada semua pihak.

Sebagaimana janjinya saat feet and proper test di DPR-RI, akan menjadikan hukum tidak cuma tajam ke bawah tapi tumpul ke atas.

Misteri Kakak Pembina

Saktinya Permadi Arya itu, tentu bukan sakti dalam konteks budaya mistik yang kita kenal selama ini. Sakti karena memakai ilmu hitam. Tidak dalam konteks mistisisme, kata sakti itu disematkan.

Sakti disini lebih pada kekuatan yang ada dibalik Permadi itu sendiri. Itu semacam kekuatan yang mem-back up-nya, agar tidak ada yang bisa menyentuhnya.

Soal siapa yang ada dibalik Permadi Arya, Denny Siregar dan lainnya, yang tampakanya sulit disentuh hukum itu, tidak ada yang tahu pasti.

Cuma bisa menduga-duga siapa orang itu. Tentu tidak sembarang orang. Pastinya punya kekuatan dahsyat, karena ia bisa “berdiri” atas hukum itu sendiri.

Natalius Pigai menyebutnya dengan “kakak pembina”. Bukan kakak pembina sembarang kakak pembina. Ia “kakak pembina” yang benar-benar kuat, baik pijakan politik yang dipunya, maupun kekuatan finansial yang luar biasa.

Maka orang cuma bisa menduga dan menyebut dalam hati saja, seseorang yang selalu tampil bak cowboy, yang jika bicara dengan intonasi ditekan dan dengan sorot mata melotot, mungkin agar tampak sadis. Atau yang justru  berpenampilan kalem dengan sikap bijak.

Melihat keberadaan kakak pembina itu, maka tampaknya Permadi Arya dan lainnya, yang dalam binaan kakak pembina, akan sulit disentuh hukum.

Kita lihat saja nanti, apakah kekuatan kakak pembina ini lebih dahsyat dari Pak Jenderal Listyo Sigit Prabowo, atau sebaliknya. Itu bisa dilihat apakah laporan KNPI itu ditindaklanjuti atau tidak.

Dan Kamis (28/1), kemarin, Permadi Arya menantang balik akan melaporkan Haris Pertama, yang ketua KNPI itu. Sambil mengatakan, Kita lihat saja nanti mana laporan yang diterima polisi dan diproses… Saya bukan Ambroncius Nababan.

Pernyataannya itu pernyataan jumawa, yang yakin bahwa ia aman-aman saja, tidak mungkin tersentuh hukum. Tidak sebagaimana Ambroncius itu, yang cuma bonek dengan mengandalkan sebagai Ketua Umum Projamin (Relawan Pro Jokowi-Maruf Amin). Pastilah itu tidak cukup.

Pasti ada yang nggerundel bertanya dalam hati, saya di grup WhatsApp itu sebenarnya ada diposisi mana, percaya pada Permadi Arya bisa diproses, atau justru yakin tidak bisa diproses?

Tampaknya, Permadi Arya, Denny Siregar dan lainnya, itu masih sulit bisa diproses  jika tidak ada pressure yang kuat dari mereka yang menginginkan Indonesia damai tanpa keributan yang susul menyusul diciptakan… Wallahu a’lam.*

Kolumnis, tinggal di Surabaya

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Abu JandaNatalius PigaiPermadi Aryarasisme
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Soal Banjir Beruntun, Wapres sebut karena Iklim dan Manusia Sering Merusak Lingkungan
Tulisan selanjutnya Pemerintah Tetapkan Hamid Fahmy Zarkasyi Profesor Bidang Filsafat Islam

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pakistan Jadi Tuan Rumah Konferensi Menteri Perempuan OKI, Bahas Sosial Ekonomi dan Politik

Berita
13 Juli 2026 17:00
Sering Menyakiti Kakek 95 Tahun yang Dirawatnya, ART Indonesia Dihukum Bui 18 Bulan di Singapura
Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

Opini

Board of Peace dan International Stabilization Forces: 5 Tanda Bahaya bagi Diplomasi Indonesia

20 Februari 2026 16:30
Opini

Prabowo Tidak Peduli dengan Palestina

29 Januari 2026 16:00
Opini

Dampak Genosida Gaza, Ekspor Produk Pertanian ‘Israel’ Terancam Kolaps

22 Januari 2026 07:40
Opini

Zohran Mamdani, Venezuela, dan Ingatan Panjang Kekerasan Amerika

5 Januari 2026 11:00
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?