Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Panduan Menjadi Penerjemah yang Amanah

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 1 Februari 2012 04:57
Bagikan
Bagikan

MENERJEMAHKAN sebuah teks bukanlah semata-mata pesoalan mengalihkan kata demi kata dari bahasa sumber ke bahasa target. Menerjemahkan berarti menghadirkan pesan secara ekuivalen. Sebab ada amanat yang harus disampaikan kepada pembaca. Tugas ini tentu tidak mudah. Alih-alih menyampaikan amanat, yang terjadi malah tindak khianat. Itu kalau pesan tidak tersampaikan secara akurat.

Esensi penerjemahan sesungguhnya menyampaikan amanat (gagasan, pemikiran, perasaan) dari bahasa sumber ke bahasa target secara utuh, baik bentuk maupun makna kepada pembaca. Jangan sampai pembaca teks terjemahan menerima amanat sepotong-sepotong, sehingga menimbulkan kesalahpahaman. Terlebih terjemahan dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia yang berkenaan langsung dengan khazanah keislaman. Jika terjemahannya berkualitas buruk bisa berakibat fatal.

Memang tak dapat dimungkiri, setiap bahasa memiliki keunikannya masing-masing dengan fitur-fitur budaya yang menyertainya. Keunikan inilah yang menyebabkan sesuatu menjadi muskil dalam menghasilkan terjemahan yang ideal. Celakanya lagi, upaya menghadirkan terjemahan yang bermutu terkadang harus “memerkosa” struktur dan kultur satu bahasa. Akibatnya, teks terjemahan yang dihasilkan banyak dipandang sebagai “anak haram” yang sulit diterima khalayak.

Kiranya itulah hajat buku Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia ini diterbitkan agar penerjemah dapat bertindak cermat. Dalam hal ini aspek makna harus menjadi prioritas utama, setelah itu barulah aspek gaya bahasa. Makna adalah aspek terdalam yang ada dalam bahasa. Makna inilah sebetulnya yang menjadi acuaan setiap terjemahan.

Selain itu penulis juga menegaskan, penerjemahan (dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, misalnya) bukan sekedar pesoalan bahasa, tetapi juga menyangkut masalah budaya. Karena itu, penerjemah sejatinya adalah seorang bilingual sekaligus bikultural.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Sebab teks sumber dan teks target memilki warna budaya dan bahasa yang berlainan. Penguasaan aspek-aspek linguistik, seperti morfologi, sintaksis, leksikon, senyatanya ditunjang dengan pemahaman budaya yang baik.

Penerjemah yang tidak menyelami sosio-kultural bangsa Arab akan menjadi problem tersendiri. Banyak ungkapan-ungkapan, istilah-istilah, dan nama-nama benda yang terdapat dalam bahasa Arab tidak mudah dipahami. Sekadar contoh,  ungkapan: “qabla ar-rima’ tumla’u al-kanain”. Terjemahan harfiyahnya adalah “sebelum memanah, penuhi dulu tempat anak panah.” Peribahasa ini dalam bahasa Indonesia bisa dimaknai dengan peribahasa “sedia payung sebelum hujan.”

Peribahasa tersebut berkaitan dengan latar belakang sosio-kultural orang Arab dahulu yang sering mengadakan perang. Sedang bangsa Indonesia sering mengalami musim hujan. Pengetahuan penerjemah seputar sosio-kultural jazirah dipandang penting agar dapat mempercepat pemahaman pembaca ketika membaca hasil terjemahnnya.

Kegagalan penerjemah biasanya disebabkan ketidaktahuannya dalam menangkap makna dari teks sumber. Boleh jadi ia bisa menangkap makna, tetapi keliru menyampaikan makna tersebut ke dalam bahasa target. Jika demikian, seorang penerjemah dianggap telah berkhianat. Karena itu, terjemahan yang buruk, terlebih dari dari bahasa Arab ke bahasa Indonesia, tidak hanya penerjemahnya yang tersesat, tapi juga menyesatkan banyak orang.

Akhir kata, upaya menghasilkan terjemahan yang baik idealnya mencerminkan tiga sisi kualitas, yaitu keakuratan, kejelasan, dan kewajaran. Akurat artinya terjemahan harus mengungkap amanat teks sumber secara utuh; jelas berarti mudah dipahami pembaca; dan maksud wajar di sini ialah mempuyai kesan alamiah, sehingga sebuah terjemahan tak terasa sebagai terjemahan.

Secara praktis buku ini akan memandu pembaca bagaimana mendalami strategi, metode, prosedur, dan teknik penerjemahan yang tepat. Buku setebal 256 halaman  ini layak dijadikan rujukan terutama bagi para (calon) penerjemah Arab-Indonesia hingga karya terjemahan yang dihasilkan dapat menyampaikan makna bahasa target yang paling dekat dengan makna dari bahasa sumbernya.
    
Ahmad Fatoni
Pengajar Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang

Judul Buku     : Pedoman Penerjemahan Arab Indonesia
Penulis          : M. Zaka Al Farisi, M.Hum
Penerbit        : Remaja Rosdakarya, Bandung
Cetakan        : I, September 2011
Harga            : Rp 47, 500/-
Tebal             : 256 halaman
Peresensi      : Ahmad Fatoni*)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamMedia Islamold migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Malaysia Kerjakan Proyek Digitalisasi Manuskrip Kuno
Tulisan selanjutnya Waspada, Penipuan Berkedok Hibah USAID dari Kemenag

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar

Berita
2 Juni 2026 18:00
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak
Tak Ada Donatur yang Menyumbang, Board of Peace ala Trump Terancam Gagal
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?