Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pustaka

Mengail Hikmah dari Kisah Pelacur

Admin Hidcom
Terakhir diupdate:
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Mei 2012 16:27
Bagikan
Bagikan

SETIAP manusia pasti akan terjatuh ke dalam dosa. Itu sebabnya Allah memerintahkan segenap hamba-Nya untuk bertaubat dan meminta ampun kepada-Nya dengan taubat yang jujur. Allah mengabarkan kegembiraan-Nya yang besar atas taubat para hamba-Nya dan dengan taubat itulah mereka akan mendapatkan keberuntungan di dunia dan di akhirat.

Tak terkecuali Rasulullah SAW, juga mendapatkan perintah itu dan beliau adalah makhluk yang paling sempurna dalam menjalankan perintah ini. Beliau meminta ampun kepada Allah 100 kali dalam sehari, padahal semua dosa beliau—yang telah lalu dan yang akan datang—telah diampuni oleh Allah. Bagaimana dengan kita?

Alkisah, hiduplah seorang perempuan yang sangat cantik di zaman Bani Israil. Konon, dia memiliki sepertiga dari kecantikan wanita di dunia. Tetapi sayang, kecantikannya tidak membuat perempuan itu bersyukur. Dia malah menantang Allah dengan menjual diri.

Pada suatu hari, ketika dia sedang berada di dalam rumah, lewatlah seorang pemuda ahli ibadah di depan rumahnya. Ketika pemuda itu menoleh ke arah rumah tersebut, seketika itu juga terkesiaplah dia oleh kecantikan wanita di dalamnya.

Dalam hati, dia berjanji akan melakukan sesuatu untuk mendapatkan wanita itu. Si pemuda itu lalu menanyakan tarif untuk bisa tidur dengannya. Saat mendengar sebuah angka saratus dinar, dia pun terbelalak. Tetapi, pemuda itu bertekad akan bekerja keras demi hawa nafsunya.

Baca Juga

Menuangkan Ide Melalui Novel: Telaah Karya Abbas Aqqad, Malek Bennabi dan Hamka
Telaah Buku Dr. Raghib As-Sirjani: Syi’ah dalam Timbangan Sejarah dan Aqidah
Dr. Abu Syahbah Menepis Badai Syubhat terhadap Sunnah Nabawiyah
Syekh Ahmad Yasin dan Firasat Kehancuran Israel Tahun 2027
Hadits Dha’if: Antara Penolakan Mutlak dan Apresiasi Bersyarat

Singkat cerita, sang pemuda mulai meninggalkan tempat peribadatannya dan bekerja apa pun asal memperoleh uang. Siang malang tak dirasakannya. Berhari-hari, berminggu-minggu hingga hitungan bulan, sampai terkumpul uang lebih dari cukup.

Keesokan harinya, dia pun bergegas menuju rumah si perempuan itu. Sesampainya di dalam kamar, perempuan itu segera naik ke atas ranjang. “Apa yang kau lihat, lekaslah kemari!” Ajak wanita itu. Sang pemuda kaget mendengar ajakannya. Napasnya memburu. Dia mundur teratur ke arah pintu. Hatinya bergetar. Jiwanya berperang antara nafsu dan bisikan hatinya. “Biarkan aku pergi!” Kata lelaki ahli ibadah itu memohon.

“A…..ku takut kepada Allah.” Kata sang pemuda yang serta merta membuat wanita itu tertunduk. Selama menjalani profesinya, dia belum pernah mendapati tamu aneh seperti itu. Si wanita berpikir, kalau lelaki itu belum berbuat apa-apa sudah takut kepada Allah, kenapa dia yang telah berlumuran noda dan dosa tidak merasakan apa yang pemuda itu rasakan. “Sungguh, dosaku telah bertumpuk-tumpuk.” Katanya lirih. Dalam hati wanita itu berniat akan bertaubat dan menjalani kehidupan yang normal.

Sejak saat itu, wanita itu meninggalkan segalanya. Harta melimpah dan kenikmatan dunia ia tanggalkan semuanya demi mencari ridha dan ampunan dari-Nya. Sepenggal kisah luar biasa yang sarat makna dan sinar pencerahan.

Kisah di atas hendaknya menggugah nurani kita, bahwa tidak kata terlambat dalam bertaubat atau jangan sampai berputus asa oleh tumpukan dosa. Seseorang mungkin berkata, ”Aku ingin bertaubat, namun dosaku terlalu banyak.” Allah menjawab kalimat tersebut di dalam al-Quran: “Katakanlah: Hai hamba-hamba-Ku yang malampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah.

Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” [Az-Zumar: 53].

Karena itu, dengan bercermin pada sikap pemuda dalam cerita tadi, senyatanya kita berfikir dua kali saat ingin berbuat dosa. Sementara, di sisi lain, masih banyak orang yang enggan bertaubat karena merasa sok suci. Padahal Allah telah mengingatkan orang semacam itu, “Maka janganlah kamu mengatakan dirimu suci. Dialah yang paling mengetahui orang yang bertakwa.”[QS.. An-Najm: 32].

Kiranya pernyataan Ibnu Mas’ud ra dapat dijadikan ilustrasi: “Orang beriman melihat dosanya seolah-olah dia sedang duduk di bawah gunung dimana ia takut gunung itu akan menimpanya, namun orang yang sombong menganggap dosanya ibarat seekor lalat yang terbang melewati hidungnya kemudian ia mengusirnya. [HR. al-Bukhari].

Buku ini memuat kisah-kisah nyata tentang kehidupan anak manusia dalam menapaki hidup yang serba fana ini. Selain kisah tentang “Taubatnya Seorang Pelacur”, penulis juga mengangkat kisah para tokoh seperti “Kisah Ibnu Mas’ud yang Pemberani”, “Kesederhanaan Umar bin Abdul Aziz”, “Kebijaksanaan Ali bin Abi Thalib”, “Nusaibah bin Ka’ab; Prajurit Wanita yang Pemberani” dan sebagainya. Menyimak buku ini terasa menghirup udara segar yang membangunkan kesadaran kita agar selalu tampil lebih baik di hadapan Allah SWT.

Aneka cerita dalam buku ini enak dibaca dari mana saja, sebab kisah yang ditampilkan tidak punya alur satu sama lainnya. Isinya berhasil memotret perilaku dan ekspresi ragam manusia yang bergulat dengan segala problema kehidupan sehari-hari. Pembacaan penulis terhadap fenomena yang ada cukup tajam dan lugas dengan gaya bahasa naratif yang lancar, bernada ceria, dan jauh dari kesan menggurui.

Ahmad Fatoni
Pengajar Bahasa Arab Universitas Muhammadiyah Malang

———————————————————————-

Judul Buku    : Taubatnya Seorang Pelacur
Penulis    : Alang Alang Timur
Penerbit    : DIVA Press, Yogyakarta
Cetakan    : I, September 2011
Tebal        : 224 halaman
Peresensi    : Ahmad Fatoni*)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:old migrate
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya HTI Jabar Adakan Pertermuan Rajab
Tulisan selanjutnya Sumbar Peringkat ke-6 Perokok Terbesar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Pelatih Timnas Mesir Suarakan Solidaritas untuk Palestina di Piala Dunia 2026

Berita
7 Juli 2026 21:51
MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
Menko Yusril Sebut Penyebarluasan LGBT Perlu Diantisipasi demi Ketahanan Nasional
Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
Ratusan Ribu Orang Padati Teheran, Hadiri Prosesi Pemakaman Ali Khamenei

Terbaru

  • Dialog Manhaj Aqidah Muhammadiyah: Asy’ari Bagian dari Ahlus Sunnah
  • Mengenang Pembantaian Srebenica, Ribuan Peserta Susuri Rute Pelarian Korban Genosida
  • Waketum PBNU KH Zulfa Mustofa Luncurkan Kitab Ithafu Ummati Al Muqtafa Jelang Muktamar PBNU ke 35
  • Waketum MUI: Penulis Muslim Harus Jadi Penjaga Otoritas Ilmu di Era Digital
  • MUI Gelar IACFS ke-10, Perkuat Peran Fatwa dalam Mewujudkan Perdamaian Dunia
  • MUI Matangkan Persiapan Kongres Umat Islam Indonesia VIII, Bahas Isu Strategis Keumatan dan Kebangsaan
  • BMIWI Gelar Milad ke-59, Canangkan Hari Majelis Taklim Nasional di Masjid Istiqlal
  • Hampir 6.000 Awak Kapal Masih Tertahan di Teluk Arab
  • Kisah Yono, Tangan Kanan Ustadz Adi Hidayat yang Ogah Jadi Komisaris
  • Amnesty Kecam Pemberian Tanda Kehormatan pada Modi karena Rekam Jejak HAM

Mungkin Anda Juga Suka

Pustaka

Jalan Mudah Menuju Bahagia

20 Februari 2026 16:15
Pustaka

Perjuangan KH Ahmad Dahlan: Membendung Arus Gerakan Kristenisasi dan Freemasonry

23 Juni 2025 13:39
Pustaka

Cahaya Islam di Timor Timur

13 Juni 2024 16:01
ArtikelPustaka

Mengenal Aliran Teologi Syi’ah, Sebuah Pengantar

13 Januari 2024 11:32
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?