Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Syariat Islam di tengah Kedengkian Propaganda Barat

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 27 Maret 2014 13:51 1:51 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 27 Maret 2014 13:51
Bagikan
Ilustrasi
Bagikan

Oleh: Abdul Hamid M Jamil

WACANA penerapan syariat Islam masih menjadi isu sensitive di Indonesia. Sebagaikan kalangan penolak syariat atau hokum Islam menganggap (bahkan mendengar istilahnya saja) sebagai sesuatu yang “menakutkan”.

Ada baiknya  kita melihat beberapa kitab karya ulama Islam; Syari’ah Wal Hayah karya Imam Yusuf al-Qarzawi, Tarikh Tasyrik Islami karya Dr Risyad Hasan Khalil dan lain-lain. Dalam kitab tersebut dijelaskan proses penerapan hukum dalam Islam dilakukan dengan cara tadarruj (elastis) bukan dengan kekerasan (anarkis).

Di antara hukum yang diterapkan Islam dengan  cara tadarruj adalah proses pengharaman khamr, diwajibkan zakat, difardukan shalat dan lain sebagainya. Lalu kenapa hukum tersebut bisa kokoh, padahal diaplikasikan dengan cara lemah lembut. Ini bukan satu hal yang aneh, karena  asas (undang-undang) agama Islam sangat lembut, yaitu Ria’yah Mashalihun Nas Jamian (menjamin kemaslahatan bagi seluruh umat manusia) dan Adamul Haraj Waqillatut Takalif (tidak keras dan sangat sedikit hukum yang dibebankan).

Dalam kontek Riayah Maslahah (tujuan hukum) ini Islam tidak hanya menjamin kemaslahatan ummat Islam semata, tapi orang kafir yang berdomisili di negeri Muslim pun dijamin kemaslahatannya.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Seperti kafir zimmi, mereka tetap hidup dengan aman dan diberikan hak-haknya menurut perspektif Islam.  Kemudian dalam Islam dianjurkan untuk saling tolong-menolong dalam hal kebaikan dan mencegah dalam keburukan. Hal seperti ini juga dianjurkan bagi Muslim dan kafir.

Begitu juga dengan asas yang kedua Adamul Haraj Waqillatut Takalif, agama Islam tidak pernah memaksa penganutnya untuk mengerjakan hal-hal di luar batas kemampuannya. Hal ini sangat konsisten dengan firman Allah surat (al-Baqarah ayat :286).

Hatta dalam Islam dibolehkan qasar dan jamak shalat bagi musafir, boleh duduk dalam mendirikan shalat bagi orang yang lemah, boleh tayamum ketika tidak diperdapatkan air ataupun saat berada di negeri yang dingin. Ini adalah satu lambang keluarnya Islam dalam kontek anarkis dalam menerap asa-asasnya.

Hukum yang dibebankan kepada penganutnya pun sangat sedikit. Islam mewajibkan shalat kepada pemeluknya hanya lima jam dalam sehari, diwajibkan zakat hanya sedikit dari harta yang harus dikeluarkan. Diwajibkan puasa itu pun sebulan dalam setahun, di wajibkan haji itu pun sekali seumur hidup dan bagi orang yang mampu, dan lain sebagianya.

Jadi, di mana tuduhan orang non-Muslim yang mengatakan Islam itu anarkis? Apa buktinya Islam menerapkan hukum dengan kekerasan? Semua itu adalah propoganda mereka semata untuk membuat nilai estetika Islam runtuh, membuat Islam malu di mata dunia.

Hegemoni dan Propaganda Barat

Dalam surat al-Baqarah ayat :120 merupakan bukti besar kedengkian orang non-Muslim terhadap Islam. Sehingga rasa dengki ini sudah dijadikan harta warisan bagi anak cucu mereka. Sejak kecil anak-anak mereka sudah dididik tata cara membenci Islam.

Maka tak heran bila hari-hari mereka banyak dihabiskan  membuat Islam malu dan terluka. Karena intinya mereka tidak pernah rela sebelum ummat Islam mentolerir jejak mereka. Lalu mereka menciptakan berbagai macam tuduhan propaganda untuk membuat Islam terbelakang di mata dunia.

Seperti tuduhan Teroris, istilah ini muncul pasca meletusnya gedung WTC pada tanggal 11 september 2001. Dimana Islam identik dengan sebutan pengacau (teroris). Padahal dilihat dari kenyataannya mereka sepatutnya yang lebih utama disebut dengan pengacau. Kenapa tidak, sebagian besar kejadian dan kerusakan di atas bumi terindikasi dari tangan orang non-Muslim.

Peristiwa yang sedang terjadi di Gaza juga bisa dijadikan sebagai bukti besar bahwa mereka bersikap anarkis. Di mana mereka mencuri bumi Palestina dengan alasan Quil Sulaiman dekat Masjid al-Aqsa milik Nabi mereka. Lalu mereka mendirikan negaranya di atas bumi warisan Islam di Palestina. Tidak hanya di tempat sini, mereka juga membunuh jutaan warga Palestina yang kebayakannya anak-anak. Membuat warga Palestin merana dan menderita berkepanjangan.

Tidakkah ini bertentangan dengan HAM yang ditetapkan PBB dari hasil suntikan orang non-Muslim juga. Mengapa jika orang Islam menginginkan hokum Islam selalu diarahkan pelanggaran HAM. Sementara ketika mereka menghilangkan nyawa warga Muslim Palestina tidak ada yang menganggap sebagai pelanggaran HAM? Apakah istilah HAM hanya khusus untuk orang Islam saja?

Inilah sebuah propaganda. Kaum Barat mempropagandakan nilai-nilai buruk terhadap Islam melalui banyak cara, termasuk peluncuran film. Sebut film “Innoncence of Muslim”, “Actvalor72.Ganool” dan film-film lainnya. Dalam film Innoncence of Muslim mereka menggambarkan sosok Muhammad itu seorang yang haus seks, pemabuk, dan pemborontak (teroris). Tuduhan ini sangat kontradiksi dengan apa yang tertuang di dalam kitab “Tsirah an Nabawiyah”, yang menggambarkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam sosok leluhur pemaaf, lembut, dan tidak kejam seperti tuduhan mereka.

Bahkan Michael Hart menempatkan Nabi Muhammad Shallallahu ‘alaihi Wassalam pada barisan nomor satu sebagai orang berpengaruh di dunia.

Oleh karena itu, sungguh tidak adil cara Barat mengarahkan Islam selalu pada sebutan dan istilah kejam lainnya. Karena pada dasarnya Islam telah menciptakan kehidupan baru yang lebih bermartabat bagi ummat manusia. Di mana bangsa Arab yang dahulu dikenal dengan jahiliah’, hidup bagaikan binatang yang ada di hutan belantara, membunuh wanita, saling menindas, dan tidak punya undang-undang kehidupan sudah berubah menjadi umat yang mulia dengan kedatangan Islam.

Saya himbaukan kepada orang kalangan non-Muslim kalau tidak bisa membalas jasa orang Islam, setidaknya berterimaksih buat Islam, tidak perlu mencari sensasi apalagi membuat konfrontasi.

Ukhuwah dan persatuan

Di sisi lain, di saat umat Islam masih terus menjadi obyek Barat, sebaiknya kalangan Muslim juga diasarankan tidak mudah terprovokasi oleh berbagai isu, fitnah, apalagi fitnah bernama media. Karena hal inilah yang sering membuat kita menjadi bodoh dan innoncence di mana ini bisa menjadi pintu masuknya orang lain mengkerdilkan agama kita.

Bagi pemerintah (penguasa, khususnya), kita harapkan bisa meningkatkan rasa pedulinya terhadap remaja, pemuda dalam upaya mercerdaskan mereka di bidang agama. Karena masa depan Islam tergantung pada modal mereka hari ini.

Begitu juga bagi orangtua, ajarkan nilai-nilai Islam kepada anak-anaknya. Tidak cukup dengan bermodalkan si anak bisa baca al-Quran saja, tapi perkenalkan Islam lebih dalam kepada mereka. Ajarkan anak-anak kita cara memilih informasi dan wawadan bermedia. Setidaknya pilihkan media-media yang islami, yang menyebarkan nilai-nilai Islam baik lewat jejaring Facebook, Twinter dan lain-lain. Jangan sampai mereka mengunakan media dalam murka Allah Subhanahu Wata’ala. Semoga kita semakin menjadi umat yang dewasa, kuat dan tidak musah diadu-domba media dan pihak-pihak yang selalu ingin melemahkan Islam.*/Abdul Hamid M Jamil, mahasiswa Universitas al-Azhar-Kairo, alumni Dayah Salafiah Ummul Ayman Samalanga-Aceh

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:syariat Islam
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Liga Arab Tegas Menolak Pengakuan Negara Yahudi Israel
Tulisan selanjutnya Jangan jadi bagian Golongan Putus Asa

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Bendera Palestina dan Bendera Irlandia di Balai Kota Dublin
Berita

Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli

Berita
1 Juni 2026 11:20
Malaysia Resmi Batasi Media Sosial Anak, Siapkan Denda Rp45 Miliar bagi Pelanggar
Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Penjajah ‘Israel’ Luncurkan Serangan Skala Besar ke Lebanon Selatan

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?