Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Sejarah

6 Hari Perang Yarmuk (2)

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 13 Agustus 2015 10:53 10:53 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 13 Agustus 2015 10:53
Bagikan
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: Abu Fatah Grania

Hari Keempat

PADA hari keempat intensitas pertempuran meningkat. Mahan merencanakan pertempuran pada hari keempat sebagai pertempuran yang menentukan. Khalid pun berpikir serupa, ia melihat hari itu sebagai titik kritis.

Walaupun pasukan Muslimin keletihan dibanding Bizantium, namun semangat dan moral mereka jauh melebihi pasukan musuh.  Pasukan Bizantium mengulang taktik perang seperti hari sebelumnya, menghantam sayap kanan Muslimin. Taktik ini sudah dibaca  oleh Khalid sehingga sebelum perang berkecamuk, ia sudah menempatkan pasukan kuat untuk mendukung pertahanan Amru.

Baca Juga

Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
KH. Abdul Mu’thi: Tetap Berkarya di Balik Penjara
KH. Abdullah Said dalam Liputan Majalah Panji Masyarakat
Menolak Digaji Negara: Kisah Para Hakim Teladan dalam Sejarah Peradaban Islam
Syair Ahmad Baktsir dan Detak Jantung Diplomasi Kemerdekaan RI di Kairo

Qanater kembali bertemu dengan Amru bin Ash dan Syurahbil. Pasukan Amru bin Ash sempat memukul mundur Qanater namun tidak terlalu berhasil sehingga ia harus menahan keras gebrakan musuh. Sementara Syurahbil kerepotan ditekan Bizantium Armenia yang dibantu pasukan Kristen Arab Jabalah. Akibatnya, pasukan Syurhabil terpukul mundur nyaris mendekati markasnya.

Khalid, seperti biasa, mengerahkan mobile guard-nya untuk merobek tekanan Bizantium pada Syurahbil. Khalid ra. memecah  mobile group-nya menjadi dua. Grup 1 dipercayakan kepada Qais bin Khubaira untuk memukul sisi kanan Bizantium, dan grup satunya lagi tetap ia pegang untuk memukul sisi kiri Bizantium yang menekan Syurahbil. Majulah pasukan Muslimin dari sisi kiri Qais, dari tengah Syurahbil, dan Khalid ra. dari kanan. Pasukan Bizantium terpukul mundur dimana pada siang hari mereka kembali pada posisi semula.

Sementara pertempuran terus berlangsung di daerah kanan Muslimin, pada bagian kiri, Yazid dan Abu Ubaidah juga berjuang memukul Bizantium.

Pasukan sayap kiri Muslimin mengalami pertempuran berimbang dengan pasukan Gragory, namun banyak Muslimin yang menjadi korban serangan panah Bizantium sehingga banyak yang buta. Ribuan pemanah Bizantium yang berbaris di belakang infantri, menghujani ribuan panah ke arah Muslim sehingga begitu banyak terluka. Begitu banyaknya panah yang melayang di udara, sampai-sampai cahaya matahari seolah meredup seketika. Lebih 500 Muslimin kehilangan matanya karena terkena mata panah sehingga pertempuran pada hari keempat dikenal  juga sebagai Hari Kehilangan Mata.

Pasukan pimpinan Yazid dan Abu Ubaidah mundur untuk mengorganisir pasukan dan menghindari jangkauan panah musuh. Kesempatan emas ini tidak disia-siakan Mahan  untuk menyerang lebih ganas ke arah Muslimin sehingga pertempuran keras  terus berkobar. Akibatnya Muslimin terpukul mundur lagi, namun tidak bagi Ikrimah bin Abu Jahal yang berada disisi kiri satuan Abu Ubaidah.

Ikrimah bersama 400 Muslimin bersumpah untuk mati syahid dan  maju memburu syahid ke dalam gelombang pasukan Bizantium. Setelah membunuh lebih dari 400 pasukan Bizantium, mereka pun syahid termasuk Ikrimah dan anaknya Amru. Jika ayah Ikrimah, Abu Jahal yang dikenal musuh yang getol meresahkan kaum Muslimin saat di Mekah, maka anaknya, Ikrimah justru menjadi penghuni surga yang diperebutkan bidadari-bidadari menawan hati.

Situasi kritis yang menimpa satuan Abu Ubaidah dan Yazid tidak membuat mereka patah arang dan lari dari medan tempur. Para mujahidah yang berjaga di belakang lantas berinisiatif untuk membantu mujahidin dan saudaranya di front terdepan. Beberapa yang bahkan ikut bertempur di barisan terdepan seperti Khaulah, Ummu Hakim dan lainnya. Mereka bertempur tanpa komando, kesadaran dan azzam mereka untuk berjihad berhasil menumbangkan beberapa orang Bizantium.

Saat senja bertandang, pertempuran pun usai, semua pasukan kembali

baraknya masing-masing. Jumlah pasukan yang mati di kedua belah pihak semakin bertambah dari hari sebelumnya. Pasukan Muslimin yang terluka bahkan jauh lebih banyak dari yang sehat  tanpa luka. Khalid  ra. pada hari itu merasakan luka yang mendalam atas  syahidnya Ikrimah yang merupakan teman kecilnya dulu. Pertempuran hari  itu menjadi perang  yang paling keras dimana Bizantium hampir mencapai kemenangan, dan Khalid sangat tahu makna dibaliknya, masa kritis telah lewat.

Malam itu berjalan dengan tenang dan damai. Pasukan Muslimin sangat keletihan begitu banyak terluka. Abu Ubaidah, pimpinan tertinggi, biasanya memerintahkan komandannya untuk melakukan pengecekan pada penjaga pos terdepan. Namun pada malam itu ia menyadari semua komandannya keletihan   sehingga ia sendiri, dengan menahan rasa letihnya yang amat sangat, pergi melakukan patrol sendiri ke pasukan-pasukan penjaga pos terdepan. Inilahsebuah teladan dari seorang pemimpin yang benar-benar kepercayaan umat.

Hari Kelima

Pada awal hari kelima, kedua  pasukan membentuk formasi tempur seperti biasanya. Sebagian besar pasukan Muslimin sulit untuk berdiri tegak, bahkan ada yang sulit berdiri karena luka-luka. Kedua belah pihak membentuk barisan siap perang, namun tidak ada yang maju. Setelah lebih 2 jam berdiri, perang belum juga bergema. Tiba-tiba  seseorang muncul dari tengah barisan Bizantium, utusan Mahan datang untuk menawarkan gencatan senjata dalam beberapa hari ke depan guna membicarakan kesepakatan perdamaian. Mahan berharap bisa bernegoisasi kembali dengan pasukan Muslimin.

Abu Ubaidah menerima dan menyetujui utusan itu, namun Khalid ra. menginterupsi dan menolak tawaran Bizantium dengan mengatakan;

“Kita akan menyelesaikan urusan ini segera!”

Hari itu merupakan hari istirahat dari pertempuran yang berlangsung hebat beberapa hari sebelumnya. Khalid ra. mengetahui bahwa Bizantium sudah  tidak memiliki semangat bertempur lagi. Jika sebelumnya pasukan Muslimin hanya menggunakan strategi bertahan, maka kali ini Khalid ra. engubahnya menjadi strategi ofensif sebagai serangan balasan. Ia menyiapkan pasukan Muslimin untuk itu.  Semua pasukan kavaleri dijadikan satu grup bersama mobile guard untuk melakukan serangan penuh. Semuanya berjumlah 8.000 ksatria tempur berkuda yang akan melakukan tekanan penuh pada hari berikutnya.

Khalid ra. merancang taktik besar. Ia akan mengerahkan kavalerinya untuk menghantam seluruh kavaleri  Bizantium dan mengusirnya dari arena pertempuran. Sehingga Bizantium hanya memiliki pasukan infantri tanpa dukungan dan pertolongan kavaleri. Setelah itu ia akan menggerus pasukan infantri Bizantium dari sisi kiri dan belakang hingga tamatlah pasukan Romawi Bizantium.* (Bersambung)

Penulis Panglima Surga @nugrazee

 

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Battle of HieromyaxBizantiumjihadkristenMuslimperang yarmuk
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Syeikh Wahbah al-Zuhaili dan Syi’ah [1]
Tulisan selanjutnya Syeikh Wahbah al-Zuhaili dan Syi’ah [2]

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Arab Saudi Batalkan Hukuman Mati Pria Sri Lanka Penghina Nabi Muhammad

Berita
14 Oktober 2026 16:55
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta
Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
Majelis Ulama Indonesia Tetap Tegas Tolak Konser Andrea Bocelli

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Sejarah

Buya Natsir dan 1.000 Sarung untuk Tapol PKI

22 Juli 2026 20:00
Sejarah

Jejak Langkah Wanita Pejuang: Nyonya Hafni Zahra Abu Hanifah

15 Juni 2026 07:41
Sejarah

H.O.S. Tjokroaminoto dan Pembelaan terhadap Palestina

23 Mei 2026 15:57
Sejarah

Kongres Al-Islam di Indonesia Era Kolonial dan Kepedulian terhadap Palestina

17 Mei 2026 13:42
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?