Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Sains Islam Bukan Mitos [2]

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 25 Januari 2016 10:17 10:17 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 25 Januari 2016 10:40
Bagikan
[Ilustrasi] Sains Islam.
Bagikan

Sambungan artikel PERTAMA

Oleh: A. Kholili Hasib

 

DUNIA Islam pernah memiliki seorang saintis Muslim yang sangat hebat, yaitu Fakhruddin al-Razi. Seorang saintis yang mufassir. Adnin Armas menjelaskan al-Razi telah menulis tentang filsafat, metafisika, kimia, astronomi, fisika dan lain-lain. Ratusan buku telah ia tulis dan salah satunya karyanya yang terkemuka adalah kritiknya tentang Sains Aristotelian. Al-Razi mengiritik konsep Aristotelian tentang esensi benda, esensi gerak, waktu dan esensi ruang. Ia adalah peletak sains non Aristotelian yang kemudian banyak diikuti ilmuan Barat.

Dalam kuliahnya, Paul Lettinck menjelaskan kronologi sebuah teori dari era Yunani, Arab hingga sains modern. Ia menguraikan sebuah teori ilmu astronomi dengan detil dilengkapi gambar-gambar dan rumus-rumus fisika dan matematika. Secara khusus, astronomi, jelas Lettinck menjadi subjek yang sangat ditekankan untuk dipelajari oleh saintis Muslim. Dari teori bumi sebagai pusat tata surya (Ptoleumi) hingga matahari sebagai pusat tata surya diuraikan dengan cukup detil.

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Penjelasan kronologis teori optic misalnya, dari era Yunani hingga Ibnu Haitsam, menunjukkan bagaimana perkembangan teori optic di dunia Islam cukup pesat. Teori yang belum mapan di era Yunani kemudian disempurnakan oleh Ibnu Haitsam dan Ibn Sahl dengan baik.

Teori para saintis Muslim tersebut tidak pernah melepaskan dari nilai ketuhanan. Ibnu Haitsam misalnya, ketika mengamati alam dia menjadikan sifat-sifat Allah Subhanahu Wata’ala sebagai asumsi. Artinya, seperti dijelaskan oleh Hamid Fahmy Zarkasyi, sains Islam hanya bisa terwujud jika worldview saintisnya sudah Islami. Memang, setiap sains bermula dari metode dan teori hingga produk-produknya yang semuanya tidak netral.

Dalam worldview Islam, realitas tertinggi adalah Tuhan, dan menjadi asas paling dasar dalam aktivitas berpikir termasuk aktivitas keilmuan. Memahami Islam sebagai pandangan hidup berarti memandang Islam sebagai susunan konsep tentang seluruh aspek yang melingkupi kehidupan manusia. Konsep-konsep yang berasas kepada ketuhanan difahami oleh akal manusia dan akhirnya menjelma menjadi disiplin pengetahuan dan pengamalan manusia. Dalam menjalani kehidupan beragama ini, seorang Muslim memiliki pandangan-pandangan terhadap konsep kehidupan, manusia, akhlak, ilmu alam dan lain sebagainya.

Jika konsep-konsep yang berpusat dengan konsep Allah ini berfungsi menjadi alat utama memandang sesuatu, maka seorang Muslim memandang realitas ini dalam kesatuan konsep yang berpusat kepada Tuhan. Maka, apapun keahlian ilmu seorang Muslim; fisikawan, ahli kedokteran, insinyur, ahli ekonomi, teolog, ahli falsafah, faqih, dan lain-lain, jika menggunakan Islam sebagai pandangan hidup, maka ilmu yang terpancar dari akal fikirnya menjadi kekhasan tersendiri sebagai seorang ilmuan Muslim

Seorang saintis Muslim misalnya, dia melakukan kerja-kerja sains-nya, atau aktifitas keilmuannya dengan selalu merasa bersama AllahSubhanahu Wata’ala. Ketika ia merasa bersama Allah Subhanahu Wata’ala itulah dia menggunakan pandangan-pandangan keilmuannya terkait dengan-Nya. Dia melihat peristiwa alam bukan sekedar realitas yang terjadi secara ‘otomatis’. Tapi dia meyakini bahwa dalam peristiwa alam itu ada kuasa Allah Subhanahu Wata’ala. Bahwa alam itu merupakan tanda (alamah) akan kewujudan agung Allah Subhanahu Wata’ala.

Fakhruddin al-Razi berpendapat  bahwa ilmu alam memiliki prinsip-prinsip yang menjadi dasar kepada pembuktian kepada ilmu alam itu. Prinsip-prinsip itu berasal dari ilmu metafisika dan agama (asy syariat ilahiyah) yang diwahyukan kepada para nabi.

Al-Razi sama dengan Imam al-Ghazali, menyatakan bahwa yang menyebabkan terjadinya sesuatu di alam ini adalah Yang Menentukan (Allah). Ini beda dengan pendapat Aristoteles (yang kini diikuti Barat yang berfaham materialisme). Bagi al-Razi, waktu adalah apriori (sudah terbukti dengan sendirinya, bukan iktisabi/ikhtiar manusia). Waktu ada sekalipun gerak tiada. Allah keberadaannya di luar waktu, Allahqiyamuhu binafsihi. Allah yang menciptakan alam, maka Allah lebih dulu dari alam (ini bukan dari sisi waktu, karena Allah di luar waktu). Allah tiap saat selalu mencipta.

Sains di dunia Islam pernah jaya, maka tugas kita melanjutkan, meneruskan dan menyusun proyek besar menyusun basis-basis sains Islam. Dimulai dengan internalisasi filsafat sains Islam, Islamic Worldview dan tentu saja perlu adanya komunitas saintis Muslim. Wendi Zarman yang dosen Fisika itu, dalam seri kuliah sains Islam kemarin sudah mengingatkan salah satu sebab kenapa masih banyak yang menolak sains Islam adalah karena kita belum punya scientis community. Komunitas ini harus dihidupkan agar sains Islam kita wujud. (Bangil, 23 Januari 2016).*

Penulis adalah Peneliti InPAS

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:astronomiIlmuwan MuslimINSISTSSains islamTeknologi
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya pejuang taliban Diajak Berunding, Taliban Minta Syarat Tahanan Politik Dibebaskan
Tulisan selanjutnya Menjaga Lisan, Selamat

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
Kapal Kargo Turki Diserang Drone di Laut Hitam
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Hakim Memutuskan Nama Donald Trump Dihapus dari Gedung Kesenian Kennedy Center
Pengadilan Kenya Tolak Rencana Amerika Serikat untuk Mendirikan Fasilitas Karantina Ebola di Negaranya

Terbaru

  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm
  • Hakim Agung Palestina: RUU Pembatasan Adzan adalah Pelanggaran Kebebasan Beribadah
  • ‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
  • Iran Tegaskan Siap Tempur Lebih Kuat Jika Perang dengan AS Kembali Pecah
  • Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?