Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Sarankan Kebenaran pada Penguasa Dzalim, Mengapa jadi “Afdholul Jihad”?

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2019 09:21 9:21 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2019 09:21
Bagikan
Bagikan

Oleh: Muhammad Hanif Alathas, Lc

Al-Hafidz at-Turmudzi dalam Kitab Jami’ nya meriwayatkan, Bahwa Rasulullahﷺ bersabda :

أفضل الجهاد كلمة عدل عند سلطان جائر

“Jihad yang paling Afdhol adalah menyampaikan kalimat keadilan di hadapan penguasa yang dzalim.”

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Al-Mubarokfuri dalam Kitabnya Tuhfatul Ahwadzi ( 6 / 330 ) menjelaskan, bahwa maksud dari hadits di atas adalah; menegakkan amar makruf nahi munkar, memperjuangkan kebenaran dan melawan Kebathilan  yang dilakukan oleh penguasa yang dzalim merupakan bentuk Jihad yang paling mulia. Baik hal tersebut dilakukan secara langsung dengan lisan, ataupun dengan tulisan dan berbagai sarana lainnya.

Dalam buku alfagir yang berjudul Ithaaful Ahibbah bi Ahkaamil Hisbah, penulis menyimpulkan dari berbagai literatur, setidaknya ada 3 Sebab yang menjadikan amar makruf nahi munkar kepada penguasa dzalim menjadi ‘jihad’ yang paling afdhol :

Baca: Ayo, Saatnya Jihad dengan Harta! 

Pertama, al-Hafidz al-Baghowi dalam kitabnya Syarhusunnah ( 10 / 66)  menjelaskan bahwa dalam perjuangan tersebut yang dihadapi adalah lawan yang kuat dan punya segalanya. Penguasa dzalim memegang otoritas keamanan, logistik yang memadai, persenjataan yang lengkap, kekuatan finansial yang besar, pengendalian opini melalui media yang dikuasai, dsb. Sehingga amar makruf nahi munkar kepada penguasa dzalim  menjadi begitu berat dan sulit, bahkan yang melakukan hal tersebut akan menghadapi resiko yang sangat besar. Karena resiko dan tantangannya yang begitu besar, perjuangan ini menjadi “AFDHOLUL JIHAD”.

Kedua, dalam kitab Tuhfatul Ahwadzi (6/330) dijelaskan, bahwa kedzaliman yang dilakukan penguasa sangat berbeda dengan kemunkaran yang dilakukan perorangan atau kelompok. Karena kedzaliman penguasa berdampak sangat luas, semua rakyat yang ada di bawah kekuasaannya terkena dampak kedzaliman tersebut, beda halnya dengan kemunkaran perorangan.

Baca:  Jihad dan Sedekah 

Contoh sederhana, jika ada pejabat yang korupsi, maka dampak dari korupsinya sampai kepada seluruh rakyat yang punya kaitan dengan dana yang dikorup, sehingga ketika seorang Muslim menentang korupsi yang ia lakukan, pada saat itu ia telah menyelamatkan rakyat banyak dari dampak korupsi yang ia lakukan. Karena manfaatnya yang begitu luas, perjuangan ini menjadi “afdhulul jihad”.

Ketiga,  alasan yang terakhir ini sangat menarik (Lihat: Kifayatul Haajih Bisyarhi sunan Ibni Maajah [2/ 486] ); Jika ada orang yang perang (berjihad ) melawan kuffar, maka dia akan mendapat dukungan Umat Islam. Beda halnya mereka yang menegakkan amar makruf nahi munkar terhadap penguasa yang dzalim, maka tak jarang ia akan mendapat cacian, makian, hinaan  dan kerap mendapatkan tudingan miring (radikalis, ekstremis bahkan teroris).

Lebih sakitnya lagi, tudingan seperti itupun acapkali datang dari saudara-saudaranya sendiri sesama Muslim. Karena realitanya yang pahit, perjuangan ini menjadi “Afdholul Jihad”.

Karenanya, perjuangan melawan kedzaliman rezim harus tetap berjalan apapun resikonya. Tentunya, perjuangan ini tidak boleh sembarangan, akan tetapi harus sesuai dengan aturan, tatacara dan etika yang gariskan oleh syariat sehingga berbuah ridha Allah Subhanahu Wata’ala.*

Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI)

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:amar makruf nahi munkarjihadkebenarankedzalimanpemimpinpenguasa dzalim
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Umar dan Pemimpin Milenial
Tulisan selanjutnya Pertemuan Intra-Afghanistan dengan Taliban berlangsung di Qatar

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak

Berita
17 Juli 2026 14:04
Indonesia Prioritaskan Promosi Produk Halal Lewat HEI 2026
Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital
MPR Singgung LGBT di Muswil BKPRMI DKI Jakarta, Ajak Pemuda Masjid Selamatkan Generasi Muda
Pengangguran di China Lahirkan Industri Baru: Kantor untuk “Pura-pura Bekerja”

Terbaru

  • Uni Eropa Larang Impor Emas Sudan untuk Memutus Pendanaan Perang
  • Negeri Kincir Angin Resmi Berstatus Kekurangan Air
  • Bertubi-tubi Diserang Amerika, Iran Minta Rakyatnya Hemat Listrik
  • China Bantah Tuduhan Trump Beijing Mengusik Proses Pemilu Amerika Serikat
  • Serangan Iran Merusak Pembangkit Listrik dan Fasilitas Desalinasi Air Kuwait
  • Sumber Militer Suriah Bantah Iran Membom Pangkalan Al-Tanf
  • Permohonan Legalisasi Ganja untuk Keperluan Relijius oleh Komunitas Rastafarian Ditolak Pengadilan Kenya
  • Minum Obat Penggugur Kandungan Wanita Indonesia Dihukum 5 Tahun Penjara di Sarawak
  • Seribu QRIS Personal Sudah Disebar, DPP Hidayatullah Siap Masifkan Gerakan Subuh Bersedekah
  • Hidayatullah Luncurkan Aplikasi Gerakan Sedekah Subuh, Perkuat Ekosistem Filantropi Islam Berbasis Digital

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?