Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Analisis

Pertemuan Intra-Afghanistan dengan Taliban berlangsung di Qatar

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 8 Juli 2019 09:38 9:38 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 8 Juli 2019 09:45
Bagikan
[Ilustrasi] Pertemuan Taliban Afghanistan
Bagikan

Oleh: Shereena Qazi

 

Hidayatullah.com–Puluhan politisi terkenal dan aktivis masyarakat sipil, termasuk perempuan, akan bertemu dengan Taliban di ibukota Qatar dalam pertemuan intra-Afghanistan yang berupaya mencari perdamaian di Afghanistan.

Pertemuan selama dua hari itu, disponsori oleh Qatar dan Jerman, dimulai pada Ahad pagi dan dihadiri oleh delegasi dari sekitar 50 tokoh terkenal Afghanistan.

“Pertemuan ini bertujuan ini untuk lebih jauh mendorong negosiasi-negosiasi intra-Afghan demi perdamaian,” mantan duta Afghanistan untuk Pakistan, Omar Zakhilwal, yang menghadiri pertemuan itu, mengatakan pada Al Jazeera. Zakhilwal mengatakan pertemuan itu “melengkapi” perundingan Taliban-Amerika Serikat, yang juga sedang berlangsung di Doha.

Baca Juga

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Sidang Umum PBB UNGA
Mimpi Buruk Israel: Turki Bangkit Jadi Kekuatan Baru Timur Tengah
Strategi Ibrahim Traoré: Tinggalkan Penjajah Prancis, Dekati Rusia
“Gubernur Konten”,  Antara Pencitraan, dan Polarisasi Digital
Kampanye Digital Masif dari Arab Diluncurkan untuk Menjatuhkan Sinwar dan Hamas
NAS Daily Terima Penghargaan dari Lobi ‘Israel’

Ketika pertemuan tersebut sedang berlangsung, petempur Taliban pada Ahad menewaskan setidaknya delapan orang dan melukai 50 warga sipil dalam serangan bom mobil di provinsi Ghazni, Afghanistan.

Baca:  Taliban Jamin Masa Depan Cerah jika Amerika Keluar dari Afghanistan

Taliban, yang berulangkali menolak bernegosiasi dengan pemerintah Afghanistan dukungan Barat Presiden Ashraf Ghani, setuju untuk mengikuti pertemuan tersebut dengan syarat para peserta pertemuan akan melakukannya dalam kapasitas pribadi.

“Taliban tidak ingin duduk dengan pemerintah Afghanistan karena mereka pikir perundingan damai dengan pemerintah akan berdampak pada moral petempurnya di medan tempur,” analis politik Hashim Wahdatyar, yang merupakan direktur di Institute of Current World Affairs di Washington, mengatakan pada Al Jazeera.

“Sejak Taliban datang dari posisi yang kuat, kelompok itu berpikir mereka mengendalikan baik perang maupun perdamaian.”

Baca:  Perundingan Afghanistan dan Taliban Dimulai di

Bukan pertemuan damai pertama

Seorang pejabat Afghanistan yang menghadiri pertemuan itu mengatakan problematika seperti hak-hak perempuan dan minoritas akan didiskusikan dalam pertemuan. Dia tidak memberikan rincian agenda terkait hal tersebut.

“Afghanistan berada dalam sebuah momen kesempatan penting untuk kemajuan menuju perdamaian,” perwakilan khusus Jerman untuk Afghanistan dan Pakistan, Markus Potzel, mengatakan dalam pernyataan setelah pengumuman pertemuan pada minggu lalu.

“Komponen penting dari setiap proses yang mengarah pada tujuan ini akan menjadi keterlibatan langsung antara orang-orang Afghanistan,” katanya.

Pada bulan April, pertemuan serupa antara perwakilan Afghanistan dan Taliban yang dijadwalkan di Doha gagal setelah ketidaksepakatan antara kedua belah pihak mengenai jumlah delegasi Afghanistan.

Meskipun begitu, Moskow telah menjadi tuan rumah dua pertemuan intra-Afghanistan sejauh ini. Pada bulan Februari, politisi senior Afghanistan, termasuk mantan Presiden Hamid Karzai, bertemu dengan delegasi Taliban di ibukota Rusia dan membahas, di antara isu-isu lain, adopsi konstitusi baru dan pemerintahan sementara.

Kedua kelompok, mantan musuh, juga terlihat beribadah dan makan bersama selama pembicaraan di Moskow.

Pada bulan Mei, sebuah tim Taliban, dipimpin oleh kepala negosiator Mullah Baradar Akhund, bertemu dengan para politisi Afghanistan, termasuk mereka yang berencana untuk menantang Presiden Ashraf Ghani dalam pemilihan presiden September, kembali bertemu di Moskow.

Taliban, yang secara sukses mengendalikan separuh Afghanistan, mengatakan “kemajuan yang cukup memuaskan” dibuat pada perundingan Moskow, tetapi perundingan itu masih kekurangan terobosan.

Baca: Perang di Afghanistan, Sebuah “Perang Sumber Daya Alam .

“Konferensi yang sama berlangsung di Moskow dengan tingkat partisipasi yang jauh lebih tinggi, tetapi tidak membuahkan hasil,” kata analis politik Wahdatyar kepada Al Jazeera.

“Namun, pembicaraan di Qatar akan membuka jalan bagi serangkaian dialog intra-Afghanistan lainnya yang akan diadakan di masa depan,” katanya.

“Ingat, ini bukan proyek yang membuahkan hasil dalam jangka waktu tertentu. Ini adalah proses dan akan membutuhkan waktu dan upaya untuk menemukan solusi untuk perang di Afghanistan.”

Hari ini, pejuang Taliban lebih kuat daripada kapan pun sejak digulingkan pada 2001 setelah invasi pimpinan AS dengan alasan memburu pemimpin al-Qaeda Osama bin Laden (Usamah bin Ladin) setelah serangan 11 September 2001.*/Nashirul Haq AR

Artikel ini dimuat di Al Jazeera

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistanASAshraf GhaniHamid KArzaiQatarTaliban
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Sarankan Kebenaran pada Penguasa Dzalim, Mengapa jadi “Afdholul Jihad”?
Tulisan selanjutnya Serangan Rusia-Suriah atas Idlib Sebabkan 500 warga sipil Terbunuh

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Berita
3 Juni 2026 12:30
Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Kazakhstan Menawarkan Diri untuk Menyimpan Cadangan Uranium Iran
Prancis Minta Pelecehan Terhadap Aktivis Gaza Flotilla oleh Israel Diselidiki

Terbaru

  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat
  • Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Mungkin Anda Juga Suka

Mundurnya 'Israel' dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?
Analisis

Mundurnya ‘Israel’ dari Gaza Utara, Awal dari Perang Penghabisan?

5 Januari 2024 07:00
Analisis

Analisa Mantan Intel AS: Hamas Memenangkan Perang di Gaza

24 November 2023 13:00
Invasi Darat Israel ke Gaza
AnalisisArtikel

3 Skenario Invasi Darat Israel Menurut Pakar Keamanan Internasional

1 November 2023 06:10
Analisis

Serangan Pejuang Kemerdekaan Palestina  terhadap ‘Israel’ Makin Menampakkan Kemunafikan Barat

11 Oktober 2023 21:55
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?