Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Peran Madrasah dalam Hadapi Krisis

Thoriq
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2020 23:59 11:59 pm
Thoriq
Dipublikasikan 15 Agustus 2020 17:15
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com-ABU ABBAS AHMAD AL KHATIBI mengisahkan,”Suatu saat kami duduk di halaqah Al Ghazali. Ia berkata,’Ayahku wafat dan meninggalkan untukku dan saudaraku harta yang sedikit lalu ia habis, di mana kami tidak memiliki makanan. Akhirnya kami pergi menuju sebuah madrasah untuk belajar fiqih, namun tidak ada niatan kacuali untuk memperoleh makanan. Waktu itu belajar kami untuk memperoleh makanan bukan karena Allah, namun akhirnya kita tidak melakukannya kacuali karena Allah. (Tarikh Al Islam, 35/127)

 

Dari apa yang diungkapkan oleh Imam Al Ghazali, bukan hanya masalah ikhlas dalam menunutut ilmu, namun bisa diketahui bahwasannya madrasah tidak hanya melayani para penuntut ilmu di bidang pendidikan, namun madrasah juga mencukupi kebutuhan nutrisi mereka di saat normal, apa lagi di masa krisis.

 

Madrasah Memiliki Cadangan Logistik

Baca Juga

Buya Hamka
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan
Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

Karena harus memenuhi kebutuhan pangan, maka madrasah juga memiliki gudang untuk penyimpanan makanan, minuman serta obat-obatan.Dalam Tarikh Mukhstashar Ad Duwal digambarkan men paragenai keadaan madrasah Al Mustanshiriyah, yang dibangun oleh Khalifah Al Mustanshir dari Bani Abbas.Guru di madrasah itu berjumlah 75 ulama untuk setiap madzhab.Sedangkan dalam madrasah itu ada empat madzhab yang diajarkan. Jika jumlah gurunya cukup banyak, lebih banyak lagi jumlah muridnya.Namun, meski banyak yang tinggal di madrasah itu, mereka semuanya memperoleh jatah makanan.”Dan madrasah itu memiliki gudang penyimpanan yang di dalamnya segala hal yang dibutuhkan apa yang dimasak dari makanan.Dan ada pula gudang lainnya di dalamnya berbagai macam minuman dan obat-obatan.”(Tarikh mukhtashar Ad Duwal 1/150)

 

Logistik Madrasah Disuplai dari Hasil Wakaf Tanah Pertanian dan Wakaf Produktif Lainnya

Shalahuddin Al Ayyubi telah mewakafkan untuk keperluan para fuqaha` dan para penuntut ilmu di madrasah Al Qamhiyah sebuah qaishariyah (bangunan yang terdiri dari banyak toko) Al Warraqin, juga tanah di Al Fayyum. Tiap bulannya, mereka memperoleh jatah gandum (qamh) dari tanah di Al Fayyum, itulah sebabnya madrasah itu dikenal dengan madrasah Al Qamhiyah. (Al Khithath, 2/364) Di masa Al Maqrizi hidup (845 H), madrasah Al Qamhiyah masih bertahan, ia menyampaikan,”Bangunan-bangunan yang berada di sekeliling madrasah telah roboh, kalau sekiranya bukan karena apa yang diperoleh para fuqaha` niscaya madrasah itu sudah musnah.” (Al Khithath, 2/364)

 

Di masa Shalahuddin Al Ayyubi, juga dibangun madrasah As Suyufiyah, debutan As Suyufiyah, karena letaknya berhadapan dengan pasar Suyufiyun. Madrasah itu diwakafkan untuk para penganut madzhab Al Hanafi dan Shalahuddin Al Ayyubi mengangkat Syeikh Majduddin Muhammad bin Muhammad sebagai pengajar, sekaligus sebagai nadhir, dan untuknya 11 dinar tiap bulannya. Dan untuk kehidupan guru serta para penuntut ilmu, Shalahuddin mewakafkan 32 toko. Wakaf madrasah itu sendiri tercatat pada 19 Sya’ban 572 H. Madrasah As Suyufiyah tercatat masih bertahan hingga abad ke 13 hijriyah, di mana Al Jabrati mencatat bahwa Abdurrahman Katakhda (1190 H) memiliki andil dalam memakmurkan madrasah tersebut. (‘Aja`ib Al Atsar, 1/392)

 

Shalahuddin Al Ayyubi juga mencukupi pengajar madrasah Ash Shalahiyah di samping makam Imam Asy Syafi’i dengan gaji sebesar 40 dinar tiap bulannya, 10 dinar sebagai nadhir, 60 rithl Mesir roti tiap harinya. Untuk mencukupi kebutuhan murid dan guru, juga diwakafkan hammam (pemandian umum), pabrik roti, serta tanah di tengah sungai Nil yang disebut jazirah Fil. (Al Khithath, 2/400)

 

Sedangkan untuk madrasah Asy Syarifiyah, Shalahuddin mewakafkan 30 toko untuk kesejahteraan penghuninya. Di masa Al Maqrizi (845 H), madrasah Asy Syarifiyah tetap bertahan, dan ia menyampaikan,”Kalau sekiranya bukan karena gaji yang diperoleh para fuqaha’, maka benar-benar madrasah itu sudah roboh.” (Al Khithath, 2/364)

 

Logistik Madrasah untuk Para Penuntut Ilmu dan Masyarakat Umum

Ibnu Bathuthah merupakan seorang pengelana Muslim yang melakukan pengembaraan di berbagai penjuru dunia.Padahal Ibnu Bathuthah bukanlah seorang pedagang kaya yang memiliki banyak harta.Ia melakukan perjalanan amat jauh, tanpa merasakan bahwa dirinya sebagai orang asing. Karena di berbagai belahan dunia Islam ada yang menyambutnya, menampungnya, dan memberinya makanan. Pihak yang menyediakan penginapan, makanan dan tempat berteduh bagi Ibnu Bathuthah adalah madrasah-madrasah serta zawiyah-zawiyah kaum shufi. Hal itu bukanlah bagian dari bentuk penghormatan bagi mereka yang memang membutuhkan bantuan, namun itulah bagian fungsi madrasah. (lihat, Asanid Mishriyin, hal. 36,37)

 

Dengan demikian, madrasah memiliki peran dalam ketahanan pangan, tidak hanya bagi para guru dan penuntut ilmu, namun juga bagi masyarakat luas yang memang membutuhkan bantuan.

 

Redaktur: Thoriq
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Selamatkan Ekonomi Masyarakat, 200 Pesantren dan UKM Deklarasikan Closed Loop Economy
Tulisan selanjutnya Santri Indonesia termasuk yang Terbaik dan Disiplin di Madrasah Tabligh Raiwind Pakistan

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

Berita
3 Juni 2026 13:30
Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
‘Israel’ Tunjuk Roman Gofman Jadi Kepala Mossad, Loyalis Netanyahu yang Dukung Pendudukan Gaza
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Tsaqafah

Loss of Adab, Kebingungan Ilmu dan Pemimpin Palsu

18 Desember 2022 18:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?