Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Nasional

Selamatkan Ekonomi Masyarakat, 200 Pesantren dan UKM Deklarasikan Closed Loop Economy

Muhammad Abdus Syakur
Terakhir diupdate: 15 Agustus 2020 16:49 4:49 pm
Muhammad Abdus Syakur
Dipublikasikan 15 Agustus 2020 17:10
Bagikan
Ratusan kiai dan pengusaha mendeklarasikan gerakan Closed Loop Economy di Pesantren Riyadhul Jannah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/08/2020).
Bagikan

Hidayatullah.com– Sebanyak 200 pesantren dan usaha kecil dan menengah (UKM) yang diwakili oleh para kiai dan pengusaha mendeklarasikan gerakan Closed Loop Economy, mereka berkumpul di Pesantren Riyadhul Jannah, Pacet, Mojokerto, Jawa Timur, Sabtu (15/08/2020).

Gerakan ini dimotori oleh Yayasan Penguatan Peran Pesantren Indonesia (YP3I). Waketum YP3I bidang ekonomi, Heppy Trenggono, yang juga pemimpin gerakan Beli Indonesia, dalam kesempatan itu menyatakan, dengan upaya membangun ekonomi berbasis komunitas ini, diharapkan bisa membuat pesantren lebih mandiri.

Selain itu, pesanten diharapkan juga lebih produktif dan bisa berperan dalam menyelamatkan ekonomi masyarakat terutama membantu UMKM.

Heppy menyatakan, dengan mengutamakan membeli produk-produk sendiri, maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi di kalangan mereka sendiri.

“Inisiatif yang dilakukan oleh para kiai dari berbagai pesantren Jawa Timur ini tidak lepas karena dipicu oleh kekhawatiran akan berlanjutnya krisis ekonomi, dan mengantisipasi kemungkinan kesulitan kelangkaan pangan yang harus dihadapi oleh masyarakat,” ujar Direktur Eksekutif YP3I Ahmad Nursodik di Pacet kepada hidayatullah.com, Sabtu (15/08/2020) dalam rilisnya.

Baca Juga

Lukmanul Hakim MUI wafat
KH Dr. Lukmanul Hakim, Pejuang Ekonomi Umat yang Berpulang
Layanan SIHALAL Bermasalah, ALPHI Minta Dikembalikan Ke Sistem Lama
LPPOM Bersama ALPHI Kupas Tuntas Tarif dan Waktu Proses Sertifikasi Halal
PAD Kota Depok Meningkat Tanpa Iklan Rokok
Pembukaan Silatnas 2023, Pj Gubernur Kaltim Puji Kiprah Dai – Daiyah Hidayatullah

Sebagaimana diketahui, sejak pandemi Covid-19 keadaan ekonomi masyarakat semakin tertekan. Bapenas, sebagaimana dikutip Ahmad Nursodik, memperkirakan akan terdapat pengangguran baru setidaknya 12 juta orang akibat Covid-19 ini.

Disebutkan, Closed Loop Economy ini dilakukan untuk menyelamatkan perekonomian dengan memanfaatkan konsumsi yang ada di lingkungan pesantren sendiri.

“Dengan tema Beli Pesantren, Bela Pesantren. Para tokoh yang tergabung di dalamnya berharap bisa melakukan upaya penyelamatan ekonomi dari pesantren, oleh pesantren, dan untuk pesantren,” ujar Ahmad Nursodik.

Pada pertemuan itu, YP3I juga memperkenalkan dua platform digital yaitu platform eCommerce TRENPEDIA.ID dan platform eMoney EIDUPay.

Dijelaskan, YP3I didirikan oleh para kiai dan tokoh-tokoh nasional. Di antaranya Prof (DR) KH Ma’ruf Amien, (alm) Gus Sholahudin Wahid, KH Mahfudz Syaubari, Dr Marzuki Alie, Heppy Trenggono, Prof Ahmad Zahro, Prof Amal Fathullah Zarkasyi, Prof Muhammad Nuh, KH Ihya Ulumuddin, dan para kiai dari berbagai pesantren.

YP3I menargetkan pilot proyek pembangunan ekonomi pesantren di Jawa Timur ini bisa berjalan dengan baik, sehingga pola yang sama bisa diterapkan pada pesantren di seluruh Indonesia yang berjumlah 28.000 lebih.*

Redaktur: Muhammad Abdus Syakur
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Closed Loop Economyekonomiekonomi umatHeppy TrenggonopesantrenponpesUKMYP3I
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Inilah Kekayaan Minyak dan Gas Palestina di Bawah Kekuasaan Zionis-’Israel’
Tulisan selanjutnya Peran Madrasah dalam Hadapi Krisis

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mahkamah Agung Tunisia Tolak Kasasi Puluhan Lawan Politik Presiden Kais Saied

Berita
12 September 2026 16:49
900 Tahun Islam di Maladewa, Presiden Muizzu Resmikan Lembaga Investasi Wakaf untuk Makmurkan Rakyat
Sanksi Inggris Hanya Menarget Pemukiman Ilegal ‘Israel’, Bukan Zionis
Serangan Iran ke Pangkalan Yordania Dilaporkan Rusak Sejumlah Jet Tempur AS
Amerika Minta Libanon Formulasikan Rencana Perlucutan Senjata Hizbullah

Terbaru

  • Arab Saudi Keluarkan Peringatan Serangan Udara, Mekkah dan Jeddah Siaga
  • Kemenhaj Luncurkan Layanan Pengaduan Bongkar Mafia Haji dan Umrah
  • Ketahanan Keluarga Harus Dibangun dengan Akidah, Syariat, dan Akhlak
  • MUI Sebut Danantara Syariah Harus Jadi Kekuatan Ekonomi Riil Umat
  • Pameran Kaligrafi Internasional 2026 di Semarang Hadirkan 250 Karya dari 50 Negara
  • MUI Tegaskan Peringatan Maulid Nabi Tak Semestinya Bernuansa Satanic
  • Hidayatullah: Umat Islam Harus Berpolitik dengan Tauhid
  • Al-‘Aqabah: Jalan Terjal Menuju Peradaban Fitrah
  • Erdogan: Pakta Pertahanan Makkah adalah Sinyal Persatuan bagi Dunia Islam
  • Publik Amerika Lebih Pilih Dukung Palestina daripada ‘Israel’

Mungkin Anda Juga Suka

BeritaBerita dari AndaNasional

Workshop Tenun dan Tudung Manto untuk Santri dan Masyarakat Lingga

6 November 2023 08:51
BeritaLensaNasional

Investasi LM Antam untuk Pendidikan Anak

13 September 2023 11:00
BeritaLensaNasional

[Foto] Belajar Gosok Gigi yang Benar

29 Juli 2023 07:00
BeritaNasional

Dukung Kegiatan PFI, Eri Cahyadi Tawarkan untuk Pameran Foto Berikutnya

14 Mei 2023 07:35
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?