Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Tsaqafah

Metafisika dari Yunani Menjadi Islami

Bambang S
Terakhir diupdate: 22 Maret 2021 11:35 11:35 am
Bambang S
Dipublikasikan 22 Maret 2021 11:35
Bagikan
Bagikan

Bukti tradisi ilmu dalam Islam yang toleran, tapi tetap teguh memegang prinsip ajaran

Hidayatullah.com–Islam merupakan agama yang menjunjung tinggi ilmu. Para ulama tidak pernah menutup diri terhadap ilmu yang ada dan sedang berkembang di masyarakat.

Jika ada ilmu yang berasal dari peradaban lain, para ulama tidak langsung menolaknya. Ilmu tersebut diadopsi dan diadaptasi berdasar nash al-Qur’an dan Sunnah. Yang sesuai diambil dan yang tidak sesuai dibuang. Begitulah cara ulama dan para cendekiawan dalam menyikapi sebuah ilmu yang kemudian dikenal dengan istilah islamisasi.

Ilmu filsafat yang berasal dari Yunani pun masuk ke wilayah kaum Muslimin. Salah satu cabangnya adalah metafisika. Para cendekiawan kemudian melakukan berbagai kajian.

Salah satu cabang ilmu filsafat ini mempelajari dan memahami mengenai penyebab segala sesuatu sehingga hal tertentu menjadi ada. Objek kajian metafisika meliputi “Yang ada sebagai yang ada” dan “Yang ilahi”.

Baca Juga

Maulid Nabi dan Kritik Agus Salim: Mengapa Kita Tertinggal dari Barat?
Buya Hamka: Hari Raya sebagai Cermin Kekuatan Batin Bangsa
Salaf Saleh dan Tafsir Kata Ulil Amri
Ulama Sufi dan Islam Nusantara
Amalan di Bulan Muharram yang Dapat Kita Lakukan

Namun ketika mengkaji metafisika, para ulama menggunakan istilah yang berbeda dari konsep yang menjadi objek pembahasan sebelumnya. Karenanya tidak salah jika dikatakan secara tak langsung Islam telah memiliki konsep metafisikanya sendiri, yang berbeda dengan makna teks Yunani dan lainnya.

Sebagai contoh, dalam literatur Bahasa Arab, metafisika sering disebut dengan ungkapan ma’ba’d ath-thabi’ah (sesuatu yang berada setelah alam), al-falsafah al-ula (filsafat pertama), illahiyat (teologi, ketuhanan), atau bahkan hikmah (kebijaksanaan).

Jika kebanyakan ilmuwan Barat meragukan objek-objek metafisik, para ilmuwan Muslim malah memiliki kepercayaan yang kuat terhadap yang ghaib yang disebut ma’qulat. Yaitu objek-objek yang tidak bisa ditangkap indera, tetapi dapat dipahami oleh akal manusia.

Kajian Filosof Islam

Para filosof Muslim pada umumnya hidup dalam lingkungan dan suasana yang berbeda dari filosof lain. Inilah yang membuat mereka tetap memegang prinsip-prinsip agama dan etika masyarakat Islam.

Pertama kali orang Islam yang mempelajari filsafat adalah al-Kindi. Cendekiawan yang lahir pada tahun 185 H (801 M) di Kufah (Iraq) ini berjasa membuka pintu filsafat bagi dunia Arab dengan memberinya corak keislaman.

Selanjutnya muncul al-Farabi yang lahir tahun 257 H (870 M) dari Turkistan. Dia diakui sebagai peletak fondasi filsafat Islam sehingga mendapat gelar al-Mu’allim ath-Thani, Sang Guru Kedua setelah Aristoteles sebagai Guru Pertama dalam bidang filsafat.

Al-Farabi mendapat julukan tersebut karena berhasil menyingkap misteri kerumitan yang kontradiktif antara pemikiran filsafat Aristoteles dan gurunya, Plato.

Dalam masalah metafisika, pemikiran al-Farabi sama dengan al-Kindi yang terpengaruh oleh Aristoteteles. Mereka menggunakan penjelasan tentang hubungan Tuhan dan alam dengan menggunakan teori emanasi (al-faid), bukan penciptaan. (Abu Nasr al-Farabi, Ara’ Ahl al-Madinah al-Fadilah, hal 6).

Menurut mereka, Tuhan menciptakan alam ini dengan metode emanasi (pancaran) guna mencegah diri-Nya dari sikap yang baru. Konsekuensinya, alam memiliki sifat abadi (qadim) yang sama sebagaimana Tuhan, karena segala sesuatu yang tumpah dari yang qadim juga qadim. Dengan kata lain, Allah SWT tidak menciptakan alam, akan tetapi sebagai penggerak pertama dari segala yang ada. Tuhan mencipta sesuatu dari yang sudah ada dengan cara emanasi.

Pemikiran semacam ini kemudian dilanjutkan oleh filosof Islam berikutnya, yaitu Ibnu Sina. Namun cendekiawan yang lahir tahun 370 Hijrah (980 M) ini memiliki perbedaan sedikit. Yaitu karena yang pertama mengalir dari Allah, maka mempunyai aspek “ada karena keperluan” atau “ada yang mungkin ada” dan “ada yang wajib ada”.

Pemikiran al-Farabi maupun Ibnu Sina tersebut berawal dari keyakinan bahwa sifat Tuhan tidak berbeda dengan zat.

Pemikiran ini mendapat kritikan yang keras dari filosof berikutnya, yaitu Imam al-Ghazali. Ulama yang lahir tahun 450 H di Tus, suatu kota kecil di Khurassan (Iran) ini mengkritik pedas pemikiran tersebut karena dianggap dipengaruhi Aristoteles.

Menurut al-Ghazali, paham ini bertentangan dengan ajaran al-Qur’an yang jelas menyatakan bahwa Tuhanlah yang menciptakan segenap alam. Alam haruslah tidak qadim dan ini berarti pada awalnya Tuhan ada, kemudian Tuhan menciptakan alam seperti yang sekarang ini.

Bagi al-Ghazali, bila alam itu dikatakan qadim, mustahil dapat dibayangkan bahwa alam itu diciptakan oleh Tuhan. Menurutnya, sebelum menciptakan alam ini, Tuhan yang berkehendak telah ada, dan kehendak pun telah ada. Bahkan hubungan kehendak dengan objeknya pun telah ada. Kehendak Tuhan tidak bersifat sementara. Tidak ada yang bisa menghalangi kehendak Tuhan untuk melakukan sesuatu. (Tahafut al-Falasifah, hal 96).

Begitulah tradisi Islam dalam melihat dan memahami sebuah ilmu. Meski ada ilmu yang berasal dari peradaban lain, bukan berarti langsung ditolak, tapi diseleksi dulu agar sesuai dengan ajaran Islam

Redaktur: Bambang S
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:islamisasi ilmumetafisika
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Rumah Sakit Gua Aleppo Rezim Assad Suriah Bombardir Rumah Sakit Gua Aleppo, 6 Warga Sipil Terbunuh
Tulisan selanjutnya Keberhasilan Daulah Utsmani Membangun Gerakan Wakaf

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk

Berita
2 September 2026 20:21
PM Spanyol Sebut Rusia dan ‘Israel’ Sebarkan Hoaks Krisis Imigran Ceuta
‘Israel’ Persenjatai Geng Kriminal untuk Rampok dan Usir Warga Palestina di Gaza
Buka Muktamar NU ke-35, Presiden Prabowo: Jangan Sekali-Kali Lupakan Jasa Ulama
Komandan Tentara Suriah Era Assad Tewas Saat akan Ditangkap

Terbaru

  • AS Hantam 100 Target di Iran, Dua Tanker Minyak Ikut Diserang
  • Jelang Wajib Halal Oktober 2026, LPPOM Dorong Konsumen Ikut Mengawal Kehalalan Produk
  • Tinggal Sebulan Lebih, MUI Tegaskan Tak Ada Lagi Alasan Tunda Wajib Halal
  • Wajib Halal Oktober 2026 Menghitung Hari, BPJPH Ungkap Kesiapan Ekosistem Sertifikasi
  • Menembus Gelap, Mengantar Cahaya Al-Qur’an ke Pelosok Pandeglang
  • Aktivis Pro-Demokrawi Hong Kong Joshua Wong Mengaku Berkolusi dengan Pihak Asing
  • Studi: Kokain Lampaui Minyak, Jadi Sektor Ekspor Terbesar Kolombia
  • Trump Mengklaim ‘Israel’ Tak Akan Bertahan Tanpa Dirinya
  • Erdogan: Militer Turki Sedang Berada pada Periode Terkuat dalam Sejarahnya
  • Komandan ‘Israel’ Tak Menyesal Perintahkan Serangan yang Tewaskan 7 Relawan WCK

Mungkin Anda Juga Suka

ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (2)

5 Januari 2023 14:30
ArtikelTsaqafah

Pengaruh Freemason dalam Wacana Pluralisme Agama (1)

5 Januari 2023 13:30
Tsaqafah

Ijtihad sebagai Solusi Persoalan Umat

29 Desember 2022 19:00
Tsaqafah

Bahaya Sekularisasi dan Sekularisme

26 Desember 2022 13:45
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?