Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Ketum Mushida: Indonesia Akan Baik Jika Para Wanitanya Berkepribadian Baik

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 23 Desember 2020 22:20 10:20 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2020 11:25
Bagikan
Ketua Umum PP Muslimat Hidayatullah (Mushida) Reny Susilawati
Bagikan

Hidayatullah.com- Ketua Umum Pengurus Pusat Muslimat Hidayatullah Dr. (Cand) Reny Susilowati pada webinar bertema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam” mengawali materinya dengan menyebutkan definisi tentang peradaban.

“Peradaban Islam itu ibarat pohon yang akarnya tertanam kuat di bumi, sedangkan dahan-dahannya menjulang tinggi ke langit dan memberi rahmat bagi alam semesta. Akar itu adalah teologi Islam (tauhid) yang berdimensi epistemologi,” papar Reny dengan mengutip definisi peradaban menurut Dr. Hamid Fahmi Zarkasyi, dalam webinar ketiga pra Musyawarah Nasional V Muslimat Hidayatullah, Sabtu (05/12/2020).

Sedangkan peradaban Islam menurut Hidayatullah ialah manifestasi iman dalam setiap aspek kehidupan.

Akan tetapi, saat ini keadaban sudah mulai luntur. Menurut Reny, hal itu disebabkan penyelewengan fitrah manusia dan penyebaran pornografi yang marak terjadi. Belum lagi, pengguna narkoba semakin meningkat di setiap tahunnya. Kenyataan ini sangat miris sekali. Padahal, kejayaan Islam dan peradaban Islam pada masa Rasulullah dan Sahabat menjadi sesuatu yang dicita-citakan.

“Namun Allah memberikan kabar gembira dengan memberikan maaf dan ampunan bagi hamba-Nya yang bertaubat dan senantiasa melakukan kebaikan,” tutur lulusan magister  Universitas Ibn Khaldun Bogor tersebut dengan menyebutkan terjemah Surat Asy-Syuura ayat 30: “Apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu).”

Baca Juga

Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis

“Mengapa tugas peradaban juga harus dipikul oleh seorang Muslimah?” tanya Pengurus Badan Musyawarah Organisasi Islam Wanita Indonesia (BMOIWI) ini di hadapan peserta webinar yang disiarkan secara live streaming pada kanal Youtube Hidayatullah ID dan TV Pertiwi Malaysia itu.

Baca: UBN: Sosok Ayah Ideologis dan Ayah Biologis Penting Bagi Anak

Lanjut Reny, wanita adalah tiang dan pondasi negeri. Sebuah negeri, termasuk Indonesia, akan menjadi baik jika wanitanya memiliki pribadi yang baik. Peran Muslimah dan ummahat sangat berpengaruh dalam mengokohkan pilar keluarga. Untuk itu, ia juga harus memikul tanggung jawab sebagai madrasatul ula, sekolah pertama dan lingkungan utama bagi tumbuh kembang anak.

Anggota Dewan Pertimbangan MUI Pusat ini mengingatkan betapa pentingnya manajemen waktu dengan mengutip pernyataan Ibn Qayyim Al-Jauziyyah. Tahun ibarat sebatang pohon, sedangkan bulan-bulan adalah cabang-cabangnya, jam-jam adalah daun-daunnya, dan embusan napas adalah buah-buahannya. Barang siapa yang pohonnya tumbuh di atas kemaksiatan, maka buah yang dihasilkannya adalah hanzhal (buah yang pahit dan tidak enak dipandang). Begitu pula sebaliknya. Sedangkan masa untuk memanen itu semua adalah ketika datangnya hari kiamat.

“Waktu sangat berharga sebagaimana embusan napas. Maka, jadikan setiap embusan napas kita berharga, dengan memegang peran untuk mewujudkan peradaban,” tegasnya.

Reny mengungkapkan bahwa pertemuan dengan Allah Azza wa Jalla di akhirat adalah visi yang harus ditanamkan dalam diri setiap anak. “Di antara ikhtiar yang harus diupayakan agar seorang hamba pantas bertemu dengan Rabb-nya ialah, memperbanyak dzikir, beramal shaleh, tidak menyekutukan Allah, dan memiliki hati yang bersih,” terangnya dengan mengutip QS. Al-Kahfi ayat 110: Maka barangsiapa mengharap pertemuan dengan Tuhannya maka hendaklah dia mengerjakan kebajikan dan janganlah dia mempersekutukan dengan sesuatu pun dalam beribadah kepada Tuhannya.

Baca: Salim A Fillah Paparkan Nilai-nilai Dasar Pengasuhan Anak, Apa Saja?

Selain itu, anggota Inter Moslem Women’s Union (IMWU) 2013-2015 ini juga memaparkan tentang profil Muslimah sebagai role model.

Profil tersebut lahir dari urutan-urutan turunnya wahyu yang menjadi manhaj Hidayatullah. Di antaranya yaitu aqidah yang lurus sebagaimana tertuang dalam QS. Al-‘Alaq ayat 1-5, menjadikan Al-Qur’an sebagai khittah dan cita-cita dalam QS. Al-Qalam ayat 1-7, ikhlas dalam beribadah sebagaimana yang tersirat dalam QS. Al-Muzammil ayt 1-10.

“Sebagai orang tua, kita tidak boleh takut tentang apa yang mereka makan, jangan takut tentang kendaraan apa yang mereka pakai, atau apa yang mereka dapatkan dari waktu luangnya. Tetapi takutlah ketika anak-anak kita meninggalkan shalat,” tutur Reny saat mengungkap pentingnya ibadah sebagai profil seorang Muslimah.

Profil selanjutnya, tangguh dalam berdakwah sebagai nilai yang tertuang dalam QS. Al-Mudatsir ayat 1-7, dan yang terakhir pesan tersirat dalam QS. Al-Fatihah 1-7 yaitu menjadi Muslimah yang siap dipimpin dan setia pada imamah jama’ah.

“Dalam membangun peradaban, seorang Muslimah memiliki beberapa peran yaitu peran kultural dengan berdakwah bagi keluarganya, peran profesional sesuai dengan profesi dalam bidangnya, peran struktural dalam organisasi, peran sosial di masyarakat dan tugas khusus eksternal untuk kepentingan dakwah dan tarbiyah,” jelas Reny saat menyebutkan peran Muslimah dalam menegakkan peradaban Islam.

Baca: Pentingnya Sosok Ayah Ideologis dan Biologis untuk Menuju Surga

Menurutnya, peran Muslimah yang wajib dan utama adalah berdakwah bagi keluarga. Adapun peran yang lainnya dapat dilakukan sesuai profesi yang ditekuni dengan syarat tidak mengabaikan keluarga dan tetap menjaga hijab dan syari’at.

Tak kalah penting, Reny juga menguraikan proses peradaban yang diawali dengan hayatan thayyibah (Muslimah yang memiliki integritas), keluarga sakinah mawaddah wa rahmah, qaryatun mubarakah, baldatun thayyibah, lalu proses terbesar ialah daarussalam (kebahagiaan dunia akhirat).

“Proses peradaban ini akan mudah dilalui ketika seorang Muslimah memiliki integritas,” imbaunya.

Terakhir, anggota Departemen Tarbiyah YPPH ini memaparkan ciri-ciri seorang Muslimah yang memiliki integritas. Di antaranya yaitu, membangun falsafah dan ideologi, sebagai bagian dari ahlu sunnah wal jama’ah, menjadi penggerak dalam perjuangan Islam, membangun kultur Islami, mengidealkan  kepemimpinan Islami, dan bersikap wasathiyyah.

Untuk diketahui, Muslimat Hidayatullah akan menggelar Musyawarah Nasional V secara virtual. Acara berpusat di Pondok Pesantren Hidayatullah Depok, Kota Depok, Jawa Barat. Dengan dihadiri 33 peserta sebagai perwakilan tiap Pengurus Wilayah (PW) Mushida yang ada di berbagai provinsi.

Perhelatan akbar lima tahunan itu akan digelar pada 26-27 Desember 2020 dengan mengusung tema “Meneguhkan Integritas Muslimah Demi Tegaknya Peradaban Islam.”* Arsyis Musyahadah

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Munas V MushidaMushidaMuslimatperadaban Islamwanita
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya ‘Israel’ Terperangah Kritikan Keras Saudi di KTT Bahrain
Tulisan selanjutnya Sekolah, Mercusuar Ahli Ilmu di Kalangan Kaum Muslimin

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

Berita
3 Juni 2026 16:00
‘Israel’ Perketat Aturan Masjid, Pasang Pengeras Suara Harus Izin Zionis
Setia dari Dulu, Kini dan Akan Datang: Kisah Pak Haji Toeng & Bu Hajjah Intang Kloter 15 KBIHU Hidayatullah Balikpapan di Haji 2026
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi
MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

4 Juni 2026 08:06
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?