Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Ragam

Sekolah, Mercusuar Ahli Ilmu di Kalangan Kaum Muslimin

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 7 Desember 2020 11:32 11:32 am
Admin Hidcom
Dipublikasikan 7 Desember 2020 11:32
Bagikan
Rumah Kebijaksanaan atau Baitul Hikmah, perpustakaan, lembaga penerjemahan dan pusat penelitian yang didirikan pada masa kekhilafahan Abbasiyah di Baghdad, Iraq
Bagikan

Hidayatullah.com | BELAJAR  dan mempelajari ilmu bagi kaum Muslimin adalah salah satu kewajiban. Maka wajar jika kaum Muslimin selalu bersandar pada Al-Qur’an, sunnah dan pendapat ahli ilmu jika berpendapat.

Peradabn Islam memperkenalkan sekolah sejak abad kelima hijriyah. Di antara sebab didirikannya sekolah adalah karena banyaknya halaqah-halaqah yang memenuhi masjid.

Di antara masjid yang mula-mula berpindah ke sekolah adalah Universitas Al Azhar pada tahun 378 H.  Sekolah-sekolah pendidikan di negeri Islam dipenuhi para pelajar dari timur hingga barat, juga menjamurnya badan wakaf yang berasal dari donatur para hartawan dan para pemimpin, ulama, pedagang, raja-raja dan penguasa untuk kepentingan pendidikan.

Ibnu Katsir dalam kitab Al Bidayah Wa Nihayah, menceritakan pada tahun 383 H, Menteri Abu Nasr Sabur bin Ardasyir membeli sebuah rumah di Kurkh, kemudian memperbahurinya dan memindahkan kitab-kitab yang banyak sekali. Lalu kitab-kitab tersebut diwakafkan kepada para fuqoha yang kemudian disebut dengan Dar al-Ilmu.

“Aku (Ibnu Katsir) mengira ini sekolah pertama yang diwakafkan kepada para fuqoha. Hal itu terjadi jauh sebelum sekolah Nidzamiyah dibangun.”

Baca Juga

Abu Ubaidah Peringatan Setahun Perang Gaza
Siapa Abu Ubaidah, Sosok Misterius yang Jadi Simbol Perlawanan Palestina?
Toko Buku Tertua di London Berjuang Melawan Waktu
Mengapa Umat Muslim Tidak Boleh Memiliki Bom Atom?
Di Balik Janji Kemakmuran dan “Bisnis Ayat-Ayat Suci”
Tinta Penyesalan: Ketika Tato jadi Beban Seumur Hidup

Tak lama kemudian berdirilah sekolah-sekolah ini bermunculan. Seperti di Damaskus tercatat seklah pertama berdiri pad tahun 391 H oleh puasa Daulah Shadir bin Abdullah, yang kemudian disebut dengan sekolah Shadiriyah. Kemudian diikuti wali Damaskus Rasa’ bin Nazhif yang mendirikan dan membangun sekolah Rasyaiyah dalam waktu sekitar 4 tahun.

Dari sekolah ini keluarlah para penunut ilmu dari halaqah-halaqah mereka. Dari yang sbelumnya proses belajar di masjid kemudian dialihkan di tempat khusus yang memberikan pengajaran ilmu-ilmu tertentu, memberikan wakaf kepada mereka dan guru-gurunya, memenuhi mereka dengan sarana-sarana pendidikan.

Dimulai dari menteri Nizham Malik Ath Thusi yang memulai sekolah-sekolah secara hukumiyah (sekolah negeri) memberikan infaq untuk mendirikan akademi-akademi dasar di  sekolah, memakai jubbah khusus bagi para pengajarnya dan pendidik sekolah.  Menteri ini memberikan ide perabdan Islam yang abadi penyebutannya hingga sekarang.

Inilah dasar pertama dari badan keilmuan dan sekolah Nizhamiyah yang muncul dalam sejarah Islam, yang membentuk para pelajarnya untuk mendapatkan penghasilan dan pengajaran. Sekolah Nizhamiyah mengkhususkan untuk mempelajari bidang fikih dan hadits.

Para penuntut ilmu bisa mendapatkan makanan, kebutuhan mereka, disamping kebanyakan mereka diberikan gaji setiap bulannya. Perlu diketahui bahwa Nizhamul Mulk memberikan infaknya kepada pada pengajar sekolah, fuqoha dan ulama setiap tahunnya hingga mencapai 300 ribu dinar.

Ketika hal ini hndak dipertimbangkan kembali oleh Sultan As Saluji Malkansyah seorang menteri yang alim itu mengatakan, “Allah memberikan Anda dan memberika apa yang tidak diberikan kepada salah seorang pun dari makluknya. Tidaklah hal itu kembali kan untuk membawa agamanya dan memelihara kitab-Nya dengan infaq 300 ribu dinar.”

Karena itu, penyebaran sekolah-sekolah dalam peradaban Islam mulai abad ke-4 H atau abad 10 Masehi. Ini merupakan fakta bahwa peradaban Islam lebih dulu dalam penyebaran ilmu di atara elemen masyarakat yang berbeda-beda.

Ibnu Katsir sebagamaina dikutip oleh Prof. Dr. Raghib as Sirjani dalam buku Sumbangan Peradaban Islam pada Dunia menyatakan tak ada sekolah yang dibangun seperti itu sebelumnya, berpegang pada empat mazhab, dari setiap kelompok terdapat tujuh puluh dua ahli fikih, empat muayyid, seorang guru pada setiap mazhab dan seorang syikh ahli hadits serta dua ahli qira’ah (bacaan al-Quran).

Sekilah juga menyediakan sepuluh pendengar (peneliti), guru kedokteran, sepuluh dari kalangan ilmuan Muslim yang sibuk dalam mempelajari ilmu kedokteran, perpustakaan bagi anak-anak yatim. Sekolah juga memberikan mereka makanan roti, daging, kue, nafkah yang mencukupi kebutuhan seluruh muridnya.

Nah, adakah hari ini sekolah yang memberikan kecukupan secara keilmuan, dan kebutuhan guru dan muridnya seperti hal di atas? Zaman keemasan peradaban Islam inilah yang harus diraih kembali pada zaman ini.

Kala itu,  para penguasa, dan orang-orang kaya serta para saudagar membangun sekolah dan mewakafkannya dengan segala sarana demi keberlangsungan sekolah dan para penuntut ilmu. Banyak sekali di antara mereka menjadikan rumahnya sebagai sekolah, disertai pula memberikan gaji bagi yang menuntut ilmu  di sekolah tersebut.*/ Akbar Muzakki

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:halaqahkaum Muslimsekolahsekolah Nidzamiyah
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Ketum Mushida: Indonesia Akan Baik Jika Para Wanitanya Berkepribadian Baik
Tulisan selanjutnya DPW Hidayatullah Jawa Barat Sukses Gelar Muswil V di Bandung

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Singapura Terbitkan Panduan untuk Bantu Orang Tua Kurangi Screen Time Anak

Berita
1 Juni 2026 13:00
Warga Yunani Didakwa Membantu Iran untuk Menarget Jurnalis di Inggris
Kerbau Donald Trump Batal Disembelih karena Alasan Keamanan
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Perkuat Kompetensi Amil Zakat dan Nazir Wakaf, Kemenag Gelar Sertifikasi Profesi

Terbaru

  • Turki Tegaskan Komitmennya untuk Perkuat Keuangan Syariah
  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

Mungkin Anda Juga Suka

buzzer muhammadiyah
Ragam

Industri Buzzer Sudah jadi Lahan Bisnis Politik di Indonesia

28 Agustus 2025 10:23
Ragam

Logika Muhammad Ali: “Mengapa Tarzan Berkulit Putih?”

23 Agustus 2025 17:22
Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis Masjidil Aqsha
Ragam

Enam Hal yang Bisa Dilakukan untuk Baitul Maqdis

17 Agustus 2025 18:29
Ragam

“Cracka”: Remaja Peretas CIA dan Bela Palestina

11 Agustus 2025 16:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?