Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Parlemen Kanada Sepakat Selamatkan 10 Ribu Uighur dari China

Admin Hidcom
Terakhir diupdate: 2 Februari 2023 14:30 2:30 pm
Admin Hidcom
Dipublikasikan 2 Februari 2023 14:06
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com — Parlemen Kanada telah memilih dengan suara bulat untuk mendukung mosi yang meminta pemerintah untuk menerima 10.000 warga Uighur yang melarikan diri dari penganiayaan di China. Demikian dilansir Globe and Mail (Kamis, 2/2/2023).

Daftar isi
  • Janji kepada Rakyat dan Dunia
  • Hari Bersejarah
          • Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Para pendukung mosi pada hari Rabu kemarin itu termasuk anggota kabinet, Perdana Menteri Justin Trudeau. Pada tahun 2021, kabinet Trudeau abstain dari mosi sebelumnya yang mengutuk penindasan China terhadap Uighur dan Muslim lainnya sebagai genosida.

Menteri Imigrasi, Sean Fraser, yang mendukung mosi yang dikenal sebagai Mosi M-62 itu, awalnya tidak secara tegas berkomitmen mengambil langkah. Apalagi, mosi tersebut tidak mengikat pemerintah. Namun setelah parlemen memutuskan dukungannya, Fraser mengatakan “berkomitmen untuk bekerja dengan anggota dari semua pihak untuk memajukan langkah-langkah yang diuraikan dalam mosi tersebut”.

Janji kepada Rakyat dan Dunia

Mosi M-62 awalnya diperjuangkan oleh anggota parlemen Montreal, Sameer Zuberi. Lebih dari setengah tahun ia membangun dukungan di antara anggota parlemen untuk pemungutan suara hari Rabu kemarin. Dia juga menafsirkan dukungan kabinet untuk Mosi M-62 dan pernyataan Fraser sebagai komitmen untuk menerima pengungsi.

“Setiap anggota memilih dengan nama, termasuk Perdana Menteri. Ini adalah janji kepada rakyat Kanada, kepada masyarakat internasional, bahwa kami akan melakukannya,” katanya.

Baca Juga

Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’

Untuk meyakinkan kabinet agar mendukung mosi tersebut, Zuberi membawa banyak bukti adanya penindasan di China sejak parlemen terpilih pada tahun 2021. Disebutnya bahwa tindakan Beijing sama dengan genosida.

Dalam mosi itu dinyatakan bahwa etnis Uighur dan Muslim lainnya yang telah melarikan diri ke negara ketiga “menghadapi tekanan dan intimidasi dari China agar kembali ke China. Sementara mereka menghadapi risiko serius penahanan sewenang-wenang massal, pemisahan massal anak-anak dari orangtua mereka, sterilisasi paksa, kerja paksa, penyiksaan, dan kekejaman lainnya.”

Dikatakan negara-negara di mana orang Uighur sekarang tinggal –pemantau hak asasi manusia telah mengidentifikasi misalnya Turki, Kyrgyzstan, dan Kazakhstan– “menghadapi tekanan diplomatik dan ekonomi berkelanjutan dari rezim komunis China untuk menahan dan mendeportasi mereka, dan membiarkan mereka tanpa tempat berlindung yang aman di dunia”.

Mosi tersebut merupakan dakwaan atas perilaku China dan muncul beberapa bulan setelah pemerintah Trudeau menetapkan kebijakan luar negeri baru yang menggambarkan Beijing sebagai “kekuatan global yang semakin mengganggu”.

Atas munculnya mosi ini, Kedutaan China di Kanada belum memberikan tanggapan.

Hari Bersejarah

Komisaris Tinggi untuk HAM PBB, Michelle Bachelet, pernah mengunjungi Xinjiang pada tahun 2022. Dalam laporannya disebutkan bahwa China telah melakukan “pelanggaran HAM yang serius” terhadap Muslim Uighur, yang mungkin merupakan kejahatan terhadap kemanusiaan.

Bachelet merinci, pelanggaran HAM tersebut antara lain berupa penyiksaan, kekerasan seksual, perlakuan buruk, perawatan medis paksa, serta kerja paksa dan laporan kematian dalam tahanan. Laporan tersebut juga membahas penurunan tajam angka kelahiran di wilayah Xinjiang antara 2017 dan 2019 sebesar lebih dari 48,5%: dari 15,88 per seribu pada 2017 menjadi 8,14 per seribu pada 2019.

Berbagai kelompok HAM dan media massa menyebut bahwa pemerintah China telah melakukan pelanggaran berat terhadap penduduk Uighur serta etnis minoritas lainnya. Kerja paksa dan relokasi paksa untuk bekerja di provinsi lain, kata para kritikus China, adalah tahap terbaru upaya pemerintah untuk mengontrol Xinjiang, yang digambarkan Beijing terinfeksi “ekstremisme”.

Mehmet Tohti, Direktur Eksekutif Proyek Advokasi Hak Uyghur (URAP), mengatakan sekitar 80.000 Uighur dan etnis minoritas lainnya telah meninggalkan China ke negara-negara di Asia Tengah dan Turki. Mereka semua berisiko dipulangkan ke China dan menghadapi risiko keamanan.

Tohti menyebut pemungutan suara di Kanada itu sebagai “hari bersejarah”. Tidak hanya untuk warga Uighur, tetapi juga untuk warga Kanada, anggota parlemen, dan pemerintah Kanada.

“Dengan memberikan suara bulat untuk M-62, pemerintah Kanada telah mengambil langkah yang tepat untuk mengatasi genosida Uighur yang sedang berlangsung. Ini mengirimkan ‘pesan’ yang tepat ke China,” ujarnya.* Abu Raiyan

Redaktur: Admin Hidcom
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:HeadlineMuslim Chinasuku UighurUyghur
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Hasil Hisab PP Muhammadiyah: Ramadhan 1444 H 22 Maret, Idul Fitri 21 April 2023
Tulisan selanjutnya Somalia dan Negara Tetangga Sepakat untuk Membasmi Al-Shabab

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

vape covid
Berita

Influencer Singapura Didenda S$3.500 karena Mengiklankan Vape di Telegram

Berita
31 Mei 2026 02:22
Irlandia Bakal Larang Impor dari Permukiman ‘Israel’ Mulai Pertengahan Juli
Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
Israel, Russia Dimasukkan Daftar Hitam Kekerasan Seksual PBB
Panas! Iran Hantam Pangkalan AS di Kuwait Setelah Serangan ke Pulau Qeshm

Terbaru

  • Fatah Tunjuk Hussein al-Sheikh Jadi Wakil Mahmoud Abbas
  • ‘Israel’ Klaim Penjualan Senjata ke Negara Arab Melonjak Tajam, Banyak yang Beli Diam-Diam
  • Turki Siapkan Proyek Kereta Hijaz sebagai Alternatif Selat Hormuz
  • Harga Obat Terancam Naik, DPR Minta Perlindungan untuk Pasien Penyakit Kronis
  • Bantah Menolak Lepas Kendali Gaza, Hamas: Kebohongan ‘Israel’
  • Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital
  • Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama
  • Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki
  • Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina
  • MUI: Qurban Presiden dengan Dana APBN untuk Masyarakat Sah dan Sesuai Syariat

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bachtiar Nasir: Pesantren Hadapi Ujian Besar Kepercayaan Publik di Era Digital

3 Juni 2026 16:00
Berita

Ekonomi Syariah Global Tembus USD 8,6 Triliun, Indonesia Harus Naik Kelas Jadi Produsen Utama

3 Juni 2026 13:30
Berita

Presiden Erdogan Kini Punya 10 Cucu, Kabar Bahagia Datang dari Keluarga Presiden Turki

3 Juni 2026 13:00
Berita

Hampir 135 Ribu Jamaah Indonesia Salurkan Dam Lewat Adahi, Daging Diprioritaskan untuk Palestina

3 Juni 2026 12:30
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?