Hidayatullah.com– Dewan Kota Laguna Beach, salah satu kota di pesisir California, Amerika Serikat, hari Selasa malam meloloskan larangan penjualan dan penggunaan balon karena berisiko menimbulkan kebakaran hutan dan lahan serta membahayakan kehidupan laut.
Dilansir The Guardian Kamis (23/2/2023), mulai awal 2024 balon semua jenis tidak diperbolehkan digunakan di area properti publik dan acara-acara yang digelar di kota itu. Pelanggaran akan dihukum denda hingga $500. Rumah tempat tinggal akan dikecualikan dari aturan tersebut.
Anja Brandon, associate director kebijakan plastik AS di organisasi nirlaba Ocean Conservancy mengatakan kota-kota di daerah pesisir hendaknya mengikuti kebijakan Laguna Beach tersebut. “Banyak dari kota-kota ini menggunakan uang pembayar pajak untuk biaya pembersihan pantai, terutama di mana pariwisata merupakan bagian penting.”
Kara Wiggin, peneliti di Scripps Institution of Oceanography yang mengkaji mikroplastik di lingkungan laut, mengatakan bahwa keputusan Laguna Beach itu masuk akal. Balon berbahay karena terbuat dari karet yang dapat termakan oleh mamalia laut dan penyu laut. Ketika tertelan, balon karet 32 kali lebih mungkin untuk membunuh burung-burung laut dibandingkan plastik, sehingga balon karet merupakan jenis sampah paling mematikan bagi burung yang tinggal di kawasan pesisir.
Sementara produsen mengklaim bahwa beberapa jenis balon lateks dapat terurai, tetap saja tidak ada balon yang aman untuk dilepaskan, kata Lara O’Brien, seorang analis geospasial di Noaa’s Office for Coastal Management. Balon dapat menyebabkan gangguan pada fungsi tubuh hewan, menyebabkan mereka kelaparan dan akhirnya mati. Terlebih, sekarang produsen menambahkan plasticizer yang menghambat proses biodegradasi, dan dapat memakan waktu puluhan tahun, atau lebih lama, untuk terurai di alam.
“Banyak hal yang dapat terurai di tanah sama sekali tidak dapat terurai di lautan – jadi meskipun sesuatu itu dikatakan dapat terurai secara hayati, itu mungkin tidak dapat terurai secara hayati di laut,” imbuh Wiggin.
Tidak hanya itu, di balon biasanya ada tali gang terikat. Tali-tali itu bisa melilit leher dan anggota tubuh hewan. Para peneliti bahkan menemukan tali balon ada di dalam perut burung-burung yang mati.
Balon Mylar – terbuat dari nilon dengan lapisan logam di luarnya – juga menjadi momok, karena tidak pernah pecah, bertahan di lautan selama bertahun-tahun, dan bagian luarnya yang mengkilap bahkan lebih membingungkan bagi hewan laut. Balon itu juga dapat tersangkut di saluran listrik dan menyebabkan pemadaman listrik atau kebakaran.
Kegiatan melepaskan balon ke udara sudah dinyatakan terlarang di negara bagian Maryland dan Virginia pada 2021, Hawaii kemudian mengikuti di tahun 2022. New York dan Florida sedang mempertimbangkan untuk memberlakukan aturan serupa.*