Hidayatullah.com — Wakil Bupati Sampang, Abdullah Hidayat, berharap Muhammadiyah mampu mengembangkan amal usaha di kota Sampang, Madura dan Jawa Timur secara luas. Dirinya bahkan siap mendukung kemajuan Muhammadiyah yang secara konsisten telah berkontribusi bagi kemjuan daerah.
Harapan Abdullah Hidayat ini diungkapkannya saat memberikan pidato dalam Musyawarah Daerah ke-XI Muhammadiyah dan Musyda ke-VIII Aisyiyah pada Selasa (07/03/20) di Sampang.
“Pemerintahan kami terbuka menggandeng berbagai pihak untuk bersama membangun daerah, Muhammadiyah dan NU adalah sayap bagi Kabupaten Sampang untuk menuju Sampang Hebat bermartabat,” katanya.
Wakil Bupati Sampang periode 2019-2023 itu mengatakan meski Muhammadiyah di Sampang termasuk komunitas yang paling kecil di pulau Madura dan Jawa Timur pada umumnya, bukan berarti tidak mempunyai semangat yang tinggi.
“Kecil bukan berarti kerdil, walaupun kecil kita mempunyai semangat yang tinggi sehingga bisa dirasakan oleh masyarakat luas utamanya Kabupaten Sampang,” tambahnya dikutip laman resmi Muhammadiyah..
Ia mengungkapkan Muhammadiyah baru memiliki satu sekolah di Sampang, yaitu SD Muhammadiyah di Kecamatan Camplong.
“Saya berharap ke depan PD Muhammadiyah ini bisa bergandeng tangan untuk memajukan Kabupaten Sampang di bidang pembangunan ekonomi, sosial dan lain-lain sebagainya karena tidak gampang untuk meneruskan tongkat estafet kepemimpinan,” tandas Abdullah Hidayat.
Menanggapi hal itu, Tamhid Masyhudi, Wakil Ketua Bidang Organisasi, Ideologi, MPKU dan MLHPB Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Jawa Timur menyampaikan bahwa kemajuan merupakan proses yang tidak terpisahkan dari tujuan didirikannya Muhammadiyah. Sikap maju tersebut diletakkan dasarnya oleh KH. Ahmad Dahlan.
“Nilai-nilai semangat Islam yang maju itu maka menurut Muhammadiyah gerakan kemajuan inilah yang mendasari Persyarikatan Muhammadiyah mendirikan amal-amal usaha,” jelas Tamhid.
Selain pendidikan, Muhammadiyah Jawa Timur saat ini sudah memiliki 35 rumah sakit, yang satu diantaranya telah berdiri dan memberikan pelayanan di Pamekasan, Pulau Madura. Meski di Kabupaten Sampang belum ada, namun dirinya yakin ke depan pasca musyda ini akan ada rumah sakit rintisan Muhammadiyah di sini.*