Hidayatullah.com—Rencana Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi menerapkan nyanyi bersama lagu Indonesia Raya seluruh sekolah dan perkantoran di Surabaya mendapat kritikan warganet.
Sebelumnya, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin seluruh aktivitas berhenti ketika lagu Indonesia Raya diputar. Termasuk para pengendara sepeda motor hingga mobil yang sedang melintas.
“Jadi misalnya jam 07.00 WIB, jadi di semua sekolah dinyanyikan lagu Indonesia Raya termasuk di Balai Kota. Jadi aktivitas kita berhenti, di sekitar balai kota kalau ada motor dan mobil diberhentikan, kita mengumandangkan dulu lagu Indonesia Raya, setelah itu kita lewat lagi,” kata Eri Cahyadi.
Dalam unggahan Instagram @aslisuroboyo terkait berita ini, banyak warganet berkomentar, mulai mengecam, mengkritik sampai pernyataan lucu-lucu.
“Piye carane nyanyi ngadek pas nang tengah marka dalan Margomulyo (Bagaimana caranya nyanyi, pas kita di tengah marka jalan raya Margo Mulyo), tulis @lavigo.wp.
“Pegel bendino macet2an nang dalan. Lek iso gawe kebijakan sek menurunkan kemacetan & meminimalisir polusi udara ng SBY kerennnn (Capek tiap hari macet di jalan. Kalau bisa buat kebijakan yang menurunkan kemacetan dan mengurangi polusi di Surabaya, jadi keren) kata,” @rizalaldianto.
“Percuma nyanyi indonesia raya, indonesia e wes gak raya maneh opo maneh jare negara hukum tapi hukum kok diperjual belikan dan lebih miris e maneh uang rakyat seng di gawe bisnis (Indonesia sudah tidak besar lagi, katanya negara hokum, tapi hokum diperjual-belikan dan miris lagi, uang rakyat yang dibuat bisnis), “ @ paktani8080.
“Nyanyi lagu indonesia kudu meneng kabehwong e nah lak azdan enggak meneng blas wong e, (Kalau dengan Indonesia Raya wajib berhenti, giliran suara adzan pada gak diam), “ kata @hellto24.
“Wajib dzikir pagi aja pakkk biar selamat 🖤,” ujar @bunda_habibikaisyahafizhah
“Dendo telatku ditanggung pemerintah pisan tah iki? (Apa dendanya juga ditanggung pemerintah?” ujar @angga_pramanaaa
“Paleng gak sampek 1 minggu wes mode hening😂 (paling seminggu sudah sepi), “ ujar @fachrulrmdhan_.
Hari Senin (13/3/2023) Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi ingin seluruh aktivitas berhenti ketika lagu Indonesia Raya diputar, tak terkecuali para pengendara sepeda motor mau pun mobil yang sedang melintas hari berhenti.
“Jadi, kita putar di sekolah dan Balai Kota, semua kantor dinas juga, sambil mengajak mereka. Setelah itu semua perkantoran, tapi bertahap. Kita contohkan dulu. Berdiri tidak boleh duduk,” ujar politisi PDIP ini.
Eri menegaskan bangsa ini ketika ingin menciptakan kesejahteraan, kemakmuran, maka secara otomatis harus memiliki rasa cinta tanah air. Menurut Eri, jika memiliki rasa cinta tanah air, maka memiliki rasa gotong royong.
“Membakar rasa cinta tanah air dengan lagu kebangsaan kita. Orang kalau disetel lagu kebangsaan tidak membara, itu berarti tidak ada rasa kebangsaannya, bukan orang Indonesia. Saya ingin menggugah rasa itu, membangkitkan kembali rasa itu,” kata Eri.* (ss/bj)