Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Diduga Ajarkan ‘Amalan Sesat’, MUI Bone Nyatakan Aliran Puang Nene Menyimpang dari Akidah

Ahmad
Terakhir diupdate: 29 Maret 2023 11:38 11:38 am
Ahmad
Dipublikasikan 29 Maret 2023 11:15
Bagikan
Al Mukarram Al Khaerat Segitiga Emas Sunda Nusantara adalah nama kelompok Puang Nene yang diisukan tidak mewajibkan shalat lima waktu dan Jumat
Bagikan

Hidayatullah.com– Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, menyatakan kelompok besutan Puang Nene atau Walinono telah menyimpang dari akidah agama Islam.

Al Mukarram Al Khaerat Segitiga Emas Sunda Nusantara adalah nama kelompok Puang Nene yang diisukan tidak mewajibkan shalat lima waktu dan Jumat. Aliran ini bertempat di Dusun Pape, Desa Mattirowalie, Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.

Menurut Ketua MUI Kabupaten Bone Prof Dr KH Amir HM mengatakan isu yang beredar itu belum benar adanya terutama tidak mewajibkan shalat lima waktu dan shalat Jumat.

“Tim kami di MUI Kecamatan Libureng sedang melakukan pendekatan, menurut keterangan yang diperoleh dari pengikutnya mereka hanya melakukan kajian tarekat dan tasawuf di malam harinya, ” ungkapnya KH Amir di laman muisulsel.or.id.

Ia melanjutkan persoalan tidak melakukan shalat Jumat itu cuma isu yang tidak betul karena sebagian pengikutnya tetap melaksanakan shalat Jumat, “Mungkin ada sebagian masyarakat melihat mereka jarang shalat Jumat padahal bisa jadi mereka shalat di masjid lain atau musafir sehingga tidak sempat melaksanakan shalat Jumat, ” jelasnya.

Baca Juga

Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid

“Kami juga sedang melakukan pembinaan dengan mengirim dai kami dari MUI Kecamatan Libureng untuk Khutbah Jumat dan berceramah selama bulan Ramadhan di masjid tempat mereka shalat,” ujarnya.

Lanjutnya, dari MUI Bone juga akan segera memberikan pembinaan terhadap Puang Nene dan pengikutnya yang diduga sesat. Dalam waktu dekat MUI kabupaten juga akan menemui mereka.

Jika ditemukan ada penyimpangan misalnya tidak mewajibkan shalat lima waktu atau menganggap pemimpinnya Nabi maka pasti kita anggap sesat. Namun sejauh ini masih aman hanya menyimpang dari segi aqidah karena melakukan musyrik dengan melakukan ritual sesajian di sungai.

“Memang ada ajaran menyimpang yang mengarah pada penyembahan berhala,” katanya.

Persoalan syirik, saya kira masih banyak terjadi dimana-mana di masyarakat kita sehingga tugas dai harus menyampaikan dakwah tentang tauhid. Tauhid menjadi perkara yang sulit bahkan sejak jaman dahulu sehingga nabi berkata yang paling berat saya hadapi dari umatku adalah masalah kemusyrikan, ” tutupnya.

Mengaku Nabi

Sementara itu, Kepala Desa Mattirowalie, Andi Swandi menyebutkan bahwa aliran tersebut dipimpin oleh dua orang pria yang mengaku sebagai nabi. Mereka adalah Grento Walinono yang merupakan pendiri aliran Puang Nene dan Hasang alias Acang yang merupakan pemimpin untuk wilayah Kabupaten Bone.

“Alirannya tidak shalat, dan ada dua bos besarnya mengaku nabi. Kalau di sini dikenal sebagai aliran Puang Nene,” kata Andi Swandi kepada wartawan, Rabu (22/3/2023).

Menurut Swandi, aliran Puang Nene mulai datang ke desanya dibawa oleh Grento Walinono sekitar tahun 2020 lalu dan cepat menyebar. “Masuknya itu kalau tidak salah tahun 2020 saat Covid-19. Pengikutnya sekarang sudah ada sekitar 40-an dari masyarakat Desa Bune dan Desa Mattirowalie,” ucapnya.

Karena dianggap meresahkan, sejumlah warga sempat menegur aktivitas yang dilakukan oleh para pemimpin dan pengikut aliran sesat. Namun sayangnya teguran tersebut tidak digubris, dan aktivitas aliran Puang Nene hingga saat ini masih terus berlanjut.

Sementara itu Polres Bone juga sedang mengusut aliran Puang Nene yang menyebarkan ajaran sesat ini. Polisi juga mengungkap bahwa Puang Nene tiap bulan memberi sesajen berupa makanan ke pinggir sungai di Desa Mattirowalie Kecamatan Libureng, Kabupaten Bone.*

Redaktur: Ahmad
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:Aliran sesatHeadlinemenyimpang akidahMU BonePuang Nene
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Meningkatkan Kualitas Puasa
Tulisan selanjutnya Turki Salurkan 55 Ton Makanan Hewan Korban Gempa di Hatay

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet

Berita
1 Oktober 2026 15:49
Iseng Buat Gambar Buaya di Waduk Pakai AI Pria di Singapura Terancam Penjara
Gagal Bunuh Petinggi Hamas di Qatar, ‘Israel’ Kembali Tebar Ancaman Pembunuhan
Hujan Deras Merendam Bangkok
Siti Hasmah Mohamad Ali, Istri Mahathir Mohamad Wafat di Usia 100

Terbaru

  • Masjidil Aqsha Terus Diserbu Pemukim, Ulama Palestina Serukan ‘Jumat Kemarahan’
  • Menteri Ekstremis ‘Israel’ Pimpin Gerombolan Pemukim Yahudi Serbu Masjid Ibrahimi
  • MUI: Wajib Halal Oktober 2026 Bagian dari Pemenuhan Hak Masyarakat
  • LPPOM Dorong Restoran Terbuka soal Status Halal Setiap Outlet
  • Jurnalis Ini Dipenjara Usai Kritik Menteri India soal Pembongkaran Masjid
  • Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot
  • Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi
  • Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China
  • Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq
  • Pilot Flydubai Berkelahi Saat Terbang Menuju Tel Aviv, Pesawat Mendarat Darurat di Tabuk Arab Saudi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Bertemu tim ‘Israel’, Pemain Catur Terbaik Australia Pilih Boikot

1 Oktober 2026 14:54
Perdana Menteri Qatar Al-Thani
Berita

Sebut Netanyahu Penjahat Perang, Tapi Qatar Tetap Pilih Mediasi

1 Oktober 2026 12:29
Berita

Intelijen Inggris Peringatkan Akademisi Supaya Putuskan Hubungan dengan Institusi China

1 Oktober 2026 06:53
Berita

Pentagon Bilang Pasukan Amerika Serikat dan Sekutunya Resmi Mengakhiri Misi di Iraq

30 September 2026 21:34
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?