Hidayatullah.com—Mufti Kelantan Mohamad Shukri Mohamad menggambarkan tindakan berbuka puasa di halaman kuburan sangat tidak pantas dan melanggar akhlak.
Ia khawatir tindakan tersebut dapat menimbulkan pelanggaran tata krama dan moral selama berada di kawasan tersebut, katanya. “Misalnya kalau ziarah kuburan, kalau tidak berhijab (wanita) itu tidak baik atau kalau berbuka puasa, bergaul dengan orang yang salah… misalnya, “ lapor Sinar Harian.
“Hal itu jelas menjadi pelanggaran akhlak. Saya kira lebih baik cari tempat yang lebih cocok, tidak ada salahnya berbuka puasa di tempat terbuka seperti yang dilakukan pada saat seperti ini di lapangan,” ujarnya usai dimintai mengomentari aksi warga yang menggelar kegiatan buka puasa bersama di kawasan pemakaman.
Mengomentari tahlil di kawasan pemakaman, Mohamad Shukri mengatakan, hal tersebut tidak menimbulkan masalah. Sinar Harian, Ahad (16/4/2023) melaporkan, warga di Kampung Alor Hijau, Pasir Puteh melakukan pendekatan dengan menggelar buka puasa bersama di pemakaman untuk mempererat tali silaturahmi yang masih hidup.
Direktur program, Wi Tuan Ya mengatakan, ini adalah acara tahunan mereka untuk memperingati anggota keluarga yang telah meninggal dunia.*