Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

(Video) Taliban Larang Perempuan Afghanistan ke Dubai untuk Sekolah

Ama Farah
Terakhir diupdate: 29 Agustus 2023 07:45 7:45 am
Ama Farah
Dipublikasikan 29 Agustus 2023 07:45
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Aparat pemerintah Afghanistan yang dikuasai Taliban menghentikan sejumlah perempuan yang akan bepergian ke luar negeri untuk melanjutkan pendidikan sekolah di Dubai.

“Setelah Taliban menutup universitas-universitas untuk perempuan, satu-satunya harapan saya adalah mendapatkan beasiswa yang dapat membantu saya belajar di luar negeri,” kata Natkai, mahasiswa Afghanistan berusia 20 tahun. Natkai merupakan nama samaran untuk alasan keselamatan dirinya, lansir BBC Senin (28/8/2023).

Natkai mengaku tetap belajar meskipun kecil kemungkinan dirinya akan bisa melanjutkan pendidikan ke universitas di dalam negeri.

Wanita muda itu kemudian mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Universitas Dubai dari miliarder Uni Emirat Arab (UEA) Sheikh Khalaf Ahmad Al Habtoor.

Pemberian beasiswa bagi sejumlah wanita Afghanistan diumumkan pada Desember 2022 setelah Taliban melarang perempuan melanjutkan pendidikan di tingkat universitas.

Baca Juga

19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla

Menurut laporan BBC sekitar 100 wanita Afghanistan lolos seleksi untuk mendapatkan beasiswa tersebut. Beberapa mahasiswa Afghanistan yang tinggal di luar negeri sudah berangkat ke Dubai.

Pada hari Rabu tanggal 23 Agustus, Natkai berpamitan kepada keluarganya sebelum berangkat ke bandara.

Namun, harapannya untuk melanjutkan pendidikan tinggi di Dubai tidak lama kemudian sirna.

“Ketika petugas Taliban melihat tiket-tiket dan visa pelajar kami, mereka mengatakan perempuan dilarang meninggalkan Afghanistan dengan visa pelajar,” cerita Natkai dengan suara bergetar.

Natkai telah lulus sekolah menengah atas dan sedang mempersiapkan ujian masuk universitas tepat ketika Taliban mengambil alih kekuasaan pada 15 Agustus 2021.

Natkai mengira dia telah menemukan jalan untuk mewujudkan mimpinya. Dia mengatakan dia tidak bisa mengatakan apa pun kepada Taliban karena “mereka tidak menerima atau menghormati perempuan”.

“Saya kehilangan kesempatan ini di negara di mana menjadi seorang gadis merupakan sebuah kejahatan. Saya sangat sedih dan saya tidak tahu apa yang harus saya lakukan atau apa yang akan terjadi pada saya selanjutnya.”

Natkai merupakan satu di antara 60 perempuan yang dihalau dari bandara.

Sejumlah foto yang dilihat BBC menampakkan sejumlah wanita muda mengenakan hijab atau kerudung hitam berdiri di samping koper-koper mereka dengan wajah terkejut dan sedih.

Pemerintah Taliban melarang perempuan Afghanistan bepergian sendirian dan tidak memperbolehkan mereka pergi ke luar negeri tanpa suami atau mahram.

Namun, kenyataannya perempuan yang pergi dengan mharam pun dicekal.

“Tiga perempuan yang punya mahram sudah berada di atas pesawat,” kata Natkai. “Namun, petugas dari Kementrian Amal Ma’ruf Nahi Munkar menyuruh mereka keluar dari pesawat.”

Mahasiswa putri lain yang terlalu takut untuk berbicara kepada media.

Seorang pemuda, sebut saja namanya Shams Ahmad, menemani saudara perempuannya ke bandsra dan menceritakan kejadian tidak menyenangkan itu.

“Beasiswa itu memberikan harapan baru kepada saudara perempuan saya setelah universitas-universitas di sini ditutup. Dia meninggalkan rumah dengan harapan dan kembali dengan tangisan,” kata Shams Ahmad. “Semua haknya sudah direnggut.”

Shams Ahmad mengatakan sebagian wanita terpaksa harus berutang agar dapat membayar visa untuk mahramnya, tetapi mereka tetap saja dicekal sehingga tidak dapat berangkat ke Dubai.

“Sebagian para wanita ini miskin dan papa. Mereka bahkan tiga punya uang sebanyak 400 afghanis ($5) untuk membayar biaya verifikasi dokumen yang diminta oleh Kementerian Luar Negeri,” papar Shams Ahmad.

Pihak Universitas Dubai dan Al Habtoor mengkonfirmasi bahwa para perempuan Afghanistan tersebut dicekal, dilarang berangkat.

Lewat Twitter (sekarang X), Al Habtoor dalam pesan video berbahasa Inggris yang diunggah tanggal 23 Agustus mengkritik otoritas Taliban dalam masalah itu. Dia mengatakan bahwa pria dan wanita kedudukannya sama di dalam Islam bahkan sejak zaman Nabi Isa. Pengusaha kaya raya itu memohon agar Taliban memperbolehkan para wanita muda tersebut berangkat ke Dubai untuk melanjutkan pendidikan, karena pihaknya sudah mempersiapkan segalanya untuk mereka, termasuk soal keamanannya. (Lihat video di bawah)

Video tersebut menyisipkan pesan suara dalam bahasa Inggris dari seorang pelajar putri Afghanistan yang dicekal di bandara.

“Kami saat ini berada di bandara tetapi sayangnya, pemerintah tidak memperbolehkan kami berangkat ke Dubai,” ujarnya. “Bahkan mereka (petugas) mencekal kami meskipun kami punya mahram. Saya tidak tahu harus berbuat apa. Mohon, tolonglah kami.”

Mantan pemuda PBB perwakilan dari Afghanistan, Shkula Zadran, mengunggah pesan di media sosial guna mendesak pihak Universitas Dubai tidak menyerah memperjuangkan para pelajar putri tersebut.

Dilansir BBC Senin (28/8/2023), Taliban sejauh ini belum memberikan komentar atau klasifikasi terkait masalah ini.

Seorang jubir Kementerian Amar Ma’ruf Nahi Munkar, Mohammad Sadiq Akif Muhajir, mengatakan kepada BBC bahwa pihaknya tidK mengetahui perihal insiden itu.

Jubir senior Taliban, Zabihullah Mujahid, juga menolak untuk berkomentar, beralasan saat ini dirinya sedang bepergian dan tidak memiliki informasi tentang hal tersebut.*

I am unable to express the disappointment I feel now as The Afghan female students, whom I had provided an educational scholarship in collaboration with the @uniofdubai presented by Dr. Eesa Al Bastaki @ebastaki, were unfortunately unable to reach #DubaiAirport this morning to… pic.twitter.com/gJK9dB2yTf

— Khalaf Ahmad Al Habtoor (@KhalafAlHabtoor) August 23, 2023
Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:AfghanistandubaiHeadlineperempuanTalibanuniversitas
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya Saleh Al Arouri Wakil Kepala Politik Hamas Senyuman Petinggi Hamas Saat Dengar Ancaman Pembunuhan Benjamin Netanyahu
Tulisan selanjutnya (Video) Anggota Marinir AS Latihan di Australia 3 Tewas 20 Terluka

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi

Berita
19 Oktober 2026 12:57
Kebakaran Hutan dalam Sejarah Utsmani: Sebab, Penanggulangan, dan Pelajarannya
Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah
Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun

Terbaru

  • 19 Orang Tewas Akibat Berdesakan saat Festival Hindu Durga Puja India
  • Halal Ditunda, Kepastian Dipertaruhkan?
  • Mesir Tegaskan Siap Bela Arab Saudi di Tengah Meningkatnya Serangan Houthi
  • Arab Saudi Tembak Jatuh 4 Drone di Riyadh dan Dua Wilayah Lain
  • Air Hujan di Singapura Berwarna Abu-abu karena Asap Karhutla
  • Blokade Militer Amerika Mencekik Kemampuan Finansial Iran
  • Remaja Norwegia yang Dikontrak Geng Kriminal Terkait Iran untuk Melakukan Pembunuhan di Inggris Dibui 20 Tahun
  • Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon
  • Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera
  • Arab Saudi Eksekusi Pasangan yang Berbuat Asusila di Salah Satu Masjid Mekkah

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

Qatar Janji Bantu Pemulihan Sektor Energi Libanon

17 Oktober 2026 09:35
Berita

Perusahaan Periklanan ‘Israel’ Tanam Spyware di Perangkat Jurnalis Al-Jazeera

16 Oktober 2026 15:36
Berita

Santri Hari Ini, Pemimpin Masa Depan: Semangat PFD XIII di Yogyakarta

16 Oktober 2026 14:29
Berita

Gerombolan Pemukim ‘Israel’ Bakar Masjid di Desa Mukhmas Tepi Barat

15 Oktober 2026 18:48
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?