Hidayatullah.comHidayatullah.comHidayatullah.com
Pemberitahuan Lebih Banyak
Font ResizerAa
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Font ResizerAa
Hidayatullah.comHidayatullah.com
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Pencarian
  • Beranda
  • Berita
  • Kajian
  • Artikel
  • Kolom
  • Feature
  • Ragam
  • Hidcompedia
  • Fiqih
  • Sejarah
  • Palestina
  • Khutbah Jumat
Berita

Virus Nipah Kembali Merenggut Nyawa Manusia di Kerala India

Ama Farah
Terakhir diupdate: 13 September 2023 19:05 7:05 pm
Ama Farah
Dipublikasikan 13 September 2023 19:05
Bagikan
Bagikan

Hidayatullah.com– Negara bagian Kerala di selatan Infia mengeluarkan peringatan setelah pihak berwenang setempat mengkonfirmasi kematian dua orang warga akibat virus Nipah langka.

Satu kematian terjadi awal bulan ini sementara satunya terjadi pada 30 Agustus, keduanya berada di distrik Kozhikode, Kerala, kata aparat terkait seperti dilansir BBC.

Dua kerabat dari seorang korban juga dites positif Nipah dan sedang dirawat di rumah sakit.

Kasus tersebut merupakan kemunculan virus Nipah keempat di Kerala sejak 2018.

Infeksi virus Nipah merupakan penyakit zoonotic, ditularkan dari hewan seperti babi dan kelelawar buah ke manusia, menurut Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Baca Juga

Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada

Virus juga dapat ditularkan melalui makanan yang terkontaminasi dan kontak dengan orang yang sudah terinfeksi.

Orang yang tertular virus Nipah terkadang tidak menunjukkan gejala yang nyata, sementara sebagian yang lain menunjukkan tanda-tanda gangguan pernapasan akut. Dalam kasus yang parah, infeksi Nipah dapat menyebabkan foetal encephalitis – kondisi serius yang mempengaruhi otak.

Tingkat mortalitas di kalangan orang yang terinfeksi tinggi dan saat ini belum ada obat atau vaksin yang tersedia untuk mengatasi infeksi Nipah. Pengobatan diberikan sekedar untuk mengatasi gejalanya dan mempertahankan hidup pasien lebih lama.

Kemarin, Menteri Kesehatan Mansukh Mandaviya mengatakan bahwa pemerintah federal (pusat) sudah mengerahkan satu tim pakar ke Kerala untuk mengkaji situasi yang ada.

Menteri kesehatan negara bagian Kerala Veena George, hari Rabu (13/9/2023), mengatakan bahwa hasil tes menunjukkan strain virus Nipah yang sedang merebak di Kerala sama dengan yang ditemukan di Bangladesh sebelum ini.

George mengatakan 168 orang yang kontak dengan kedua korban tersebut sedang menjalani pemeriksaan virus.

Kozhikode melaporkan kasus pertama kali wabah virus Nipah – yang juga terburuk –  pada tahun 2018 ketika 17  dari 18 kasus infeksi terkonfirmasi berujung maut.*

Redaktur: Ama Farah
Bantu kami terus menyuarakan kebenaran!

Scan QRIS dan dukung #Journalism4Ummah

donasi online
TAG:IndiaNipahvirus
Bagikan tulisan ini
Facebook Whatsapp Whatsapp Telegram Email Salin tautan Print
Tulisan sebelumnya PP Muhammadiyah Tolak Wacana Pungutan Pajak dari Judi Online
Tulisan selanjutnya Bos Asuransi China Masuk Bui Seumur Hidup karena Korupsi

Ikuti Kami

1.2KLike
89KFollow
27.8KFollow
222KSubscribe
Ad image
Ad image

Terpopuler

Berita

Wakaf Al-Qur’an, Tumbuhkan Generasi Qurani di Cibuntu

Berita
17 Juni 2026 11:24
Aliansi Aktivis dan Umat Muslim Tasikmalaya Desak Polisi Proses Hukum Penghina Sahabat Nabi
AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
Tahun Baru Hijriah, Kini Punya Makna Perubahan Orientasi Hidup dan Kepedulian Sosial
UEA Bantah Laporan Transfer $3 Miliar ke Iran

Terbaru

  • Amerika Serikat Hentikan Pendanaan Program HIV di Afrika Selatan
  • Hujan Hitam di Moskow Usai Ukraina Bombardir Pengilangan Minyak Rusia
  • Jangan Cuma di Stadion, Pria Jepang Diminta Ikut Bantu Bersihkan Rumah
  • Tiga Kapal Tanker Saudi Melewati Selat Hormuz Setelah Iran-AS Sepakat Mengakhiri Perang
  • Semua Biaya Ditanggung Qatar Kirim 1.000 Pendukung Timnas Jelang Laga Versus Kanada
  • MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT
  • AS-Iran Capai Kesepakatan Final, Trump dan Pezeshkian Resmikan Memorandum
  • AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran
  • Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang
  • Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

Mungkin Anda Juga Suka

Berita

MUI Serukan Masyarakat Lawan Gerakan Normalisasi LGBT

18 Juni 2026 16:30
Berita

AI Grok Besutan Elon Musk Dipakai dalam Serangan AS Terhadap Iran

18 Juni 2026 14:41
Berita

Santri Tahfidz Ar-Riyadh Tampil pada Pembukaan Rapat Paripurna DPRD Bontang

18 Juni 2026 05:59
Berita

Hijrah Digital adalah Upaya Memuliakan Waktu di Era Teknologi

17 Juni 2026 15:27
Hidayatullah.comHidayatullah.com
Follow US
Copyright 2023 © Hidayatullah.COM
  • Tentang Kami
  • Kontak Kami
  • Informasi Iklan
  • Pedoman Media Siber
  • Indeks
Welcome Back!

Sign in to your account

Username or Email Address
Password

Lupa password?